
Zira tersenyum melihat Poto Poto nya bersama Ali tadi di mall, Zira menggunakan gaun cantik muslimah berwarna gold senada dengan kemeja yang Ali pakai, keduanya tampak pangling dengan pakaian seperti itu.
**
"nanti kita bikin acara resepsi pernikahan ya, Abang mau lihat kamu pakai baju pengantin.."
ucap Ali tersenyum memeluk istrinya yang tampak begitu cantik dengan gaun mewah tersebut.
"ya tapi ini mahal... enggak apa-apa?"
"enggak apa-apa...!"
Jawab Ali singkat, bukan hanya itu Ali juga memilihkan beberapa dress cantik serta kerudung untuk istri nya itu.
"loh kok banyak banget baju nya?"
tanya Zira saat mereka di depan kasir.
"Abang yang pilih untuk kamu, pakaian kamu yang dirumah kan pakaian lama, jadi Abang beli yang baru..."
jawab Ali yang juga memilih beberapa Tunik serta celana panjang jeans untuk zira.
"ya tapi kebanyakan, udah kayak mau buka toko aja bang!"
"enggak apa-apa sayang!"
jawab Ali meminta kasir menghitung semua nya.
kalau sudah seperti itu zira hanya bisa menghela nafas, karena semua itu kuasa suami nya.
Sengaja Ali membeli kan banyak baju karena memang Ali belum pernah memberikan apa apa selain cincin yang melingkar di jari manis perempuan itu.
selain itu Ali juga mengajak zira ke toko perhiasan namun zira menolak karena ia memang tidak suka memakai perhiasan selain anting dan cincin yang bagi nya sudah lebih dari cukup.
karena zira menolak akhirnya Ali membeli kan zira beberapa jam, tas serta sepatu mahal.
Zira menepuk keningnya saat ali terus menerus meminta nya mencoba berbagai model sepatu dan yang lain nya.
"bang dirumah masih ada....zira enggak suka boros!"
elak zira saat Ali meminta nya memakai sepatu yang harganya lumayan mahal.
"enggak apa-apa sayang, lagian juga baru kali ini aku ajak kamu shopping. sebelumnya kan enggak pernah....!"
Ali tetap memilih semua barang yang ia pikir bagus dan pantas untuk istri nya itu.
perempuan lain mungkin akan senang dengan semua itu namun berbeda dengan zira yang memang selalu membeli sesuatu sesuai kebutuhan saja.
sebelumnya Ali sudah menyuruh beberapa orang assisten nya untuk membantu nya membawa barang belanjaan mereka yang cukup banyak...
"kapan Abang hubungi mereka...?"
tanya zira melihat dua orang yang membawa belanjaan mereka ke dalam mobil.
"tadi waktu Abang pilih baju untuk kamu de...ayo kita sholat dulu!" ajak Ali lalu keduanya melangkah ke masjid yang berada di mall tersebut.
setelah selesai sholat dhuhur kedua nya lanjut berbelanja bahan makanan untuk di rumah.
__ADS_1
"kita beli sesuai kebutuhan saja ya bang, jangan terlalu menghambur kan uang!"
ujar zira sembari mendorong troli belanja.
"ya sayang......!"
jawab Ali singkat tak ingin berdebat.
"biar Abang yang Dorong troli nya, kamu pilih belanjaan nya... jangan lupa beli susu untuk Dede utun ya!"
Zira mengangguk sembari berjalan di depan, Ali memperhatikan tubuh istrinya yang semakin berisi di depan dan belakang.
seksi dan menggiurkan bagi Ali yang melihat nya.
Ali memalingkan wajahnya ke arah lain, khawatir ia langsung meminta pulang.
hehehe.....
"sayang, udah ini kita beli peralatan bayi ya, mumpung Abang lagi luang!"
Zira mengangguk dan paham bahwa suami nya itu super sibuk.
keduanya begitu berantusias saat memilih pakaian bayi, Ali bahkan beberapa kali mengambil Poto zira yang tengah memilih popok bayi, keduanya juga berpoto bersama sambil memegang pakaian bayi.
Ali mengunggah nya di laman Instagram nya, banyak yang bertanya tentang siapa zira, tentu Ali menjawab bahwa zira adalah ibu dari calon bayi nya, banyak yang tidak menyangka bahwa pria tampan itu sudah menikah.
Sri juga melihat unggahan Ali bersama zira, tak sedikit pun Sri bahagia dengan kehamilan zira, karena bagi Sri zira bukan lah menantu yang ia inginkan.
**
Ali masuk ke dalam kamar dan melihat Zira yang tersenyum sendiri menatap ponselnya, Rumi dan pembantu tengah membereskan barang belanjaan yang zira beli tadi.
ujar Ali duduk di hadapan zira.
"HM .. enggak zira lihat Poto Poto kita tadi di mall.... Bagus"
zira tersenyum senang sambil menatap wajah tampan suaminya.
kemudian zira memangku wajah Ali lalu mengecup bibir suami nya itu, Ali terperanga mendapat sentuhan itu, ia pun reflek menahan Zira yang hendak memundurkan wajah nya.
Zira mengalungkan tangannya ke leher Ali yang langsung memperdalam ciuman nya, hal itu semakin menambah hasrat nya.
namun Ali melepaskan ciumannya karena mengingat waktu menjelang magrib.
nafas kedua nya terengah menandakan bahwa ada hasrat yang menggebu namun Adzan Maghrib memaksa kedua untuk menunda keinginan itu.
"kita lanjut nanti malam ya, sekarang kita ke kamar mandi dulu"
ujar Ali mengangkat tubuh istri nya itu.
keduanya melaksanakan shalat Magrib berjamaah bersama Ahmad, Rumi serta pembantu rumah.
***
Zira menghampiri Rumi yang tengah menyiapkan makanan di meja di bantu oleh pembantu.
"udah ibu angetin ayam bakar nya...."
__ADS_1
ucap Rumi menunjuk ke arah ayam bakar yang tersaji di atas meja.
Ali sendiri tengah berbincang dengan Ahamd di ruang tamu tentang perkembangan peternakan dan perkebunan milik Ali di kampung.
"bang, pak Ayo makan...."
ajak zira menghampiri keduanya.
"sudah siap?"
tanya Ahmad.
"sudah pak Ayo...!"
Zira hendak melangkah namun terhenti karena Ali menarik tangan nya hingga terduduk di pangkuan nya.
"Abang kita makan dulu!"
zira tersenyum mengalungkan tangannya.
menatap Ali yang masih menggunakan kopiah nya, teringat pertama kali melihat Ali menggunakan kain Sarung dan kopiah hitam, mungkin itu awal ia terpikat pada pria tampan ini.
"kenapa?" tanya Ali lirih mencium pipi istrinya.
"enggak ayo makan, mereka sudah menunggu!"
"nanti kita lanjut ya...!"
Zira mengangguk sambil tersenyum mengerti maksud suaminya.
zira juga sudah menghubungi Nadia agar esok pergi bersama dari rumah, Nadia begitu senang saat zira mengatakan bahwa ia membelikan nya dress cantik untuk ke pesta.
Ali juga sudah menghubungi pihak Salon agar datang ke rumah untuk mendandani istrinya.
"sebenarnya enggak perlu bang, zira bisa kok dandan sendiri!"
"enggak apa-apa de, biar tambah cantik aja. meski sebenarnya Abang lebih suka kamu yang natural tapi besok kita akan berkumpul dengan kerabat Abang yang datang dari luar kota juga luar negeri, Abang akan memperkenalkan kamu dengan mereka..."
zira tertegun mendengar hal itu, apa ia siap berhadapan dengan keluarga besar Ali?
"kamu yakin mau kenalkan aku sama keluarga besar kamu bang?"
Ali mengangguk.
"ya sayang.... kenapa?jangan bilang kamu enggak mau ya!"
"bukan enggak mau tapi aku enggak PD aja"
ucap Zira menunduk.
"harus percaya diri dong, kamu harus meyakinkan diri bahwa kamu pantas berada di antara mereka!"
Ali memeluk zira yang tertegun...
"kamu tenang ya, Abang akan selalu ada dekat kamu!"
Zira menoleh ke arah Ali yang merengkuh tubuh nya.
__ADS_1
sementara zira terus memikirkan hal itu, ia khawatir tak bisa di terima di keluarga besar Ali.
bersambung...