terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
mimpi yang hilang.


__ADS_3

Seperti yang Reza katakan ia harus kuat, dan bangkit dari keterpurukannya, zira menyeka air matanya.


'Kenapa harus selemah ini karena cinta?


orang yang kamu tangisi belum tentu sedalam ini? memang sukar untuk melepaskan tapi untuk bertahan pun rasanya aku cukup tahu diri....'


zira bangkit dari duduknya menatap ke langit yang masih gelap, semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu.


"benarkah orang kaya hanya untuk orang kaya dan yang miskin tak pantas bersanding dengan orang kaya, apa semua orang kaya berpikir seperti itu?"


"tentu saja karena Cinderella hanya ada dalam dongeng.......!"


zira menghela nafas lalu beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, hanya dengan bersujud kepada Nya ia memperoleh ketenangan, selama ini doa lah yang menjadi senjata ampuh hidupnya.


tak ada sehelai daun pun yang jatuh tanpa izin Allah, begitu juga dengan kesedihan dan kebahagiaan semua terjadi atas izin Allah.


hidup itu butuh masalah agar kita berbincang mesra dengan sang pencipta dan tersungkur sujud kepadanya.


seperti yang dilakukan oleh gadis cantik itu, tersungkur sambil terisak.


" ya Allah sang pemilik hati, sesungguhnya engkau yang maha membolak-balikkan hati, aku serahkan segala urusan ku padamu...aku pasrah kan hidup ku, sesungguhnya aku yakin bahwa engkau lah sebaik baik perencana!"


"semangat zira, sebelumnya kamu bisa tanpa dia, bukan kah kamu sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi, bukankan ini jawaban dari doa doa mu, seharusnya kamu lega karena dia dalam keadaan baik-baik saja, tentang jodoh semua sudah Allah atur lantas kenapa kamu harus secemas itu?"


gumam zira sendiri mencoba menasehati diri nya sendiri.


"kenapa kamu lemah, bukan kah kamu sudah terbiasa dengan hinaan orang, bukankah kamu sudah terbiasa dengan kehidupan seperti ini...tak ada kesenangan yang abadi karena dunia bukan surga, lantas kenapa kamu banyak menuntut dan kufur atas nikmat Nya, seharusnya kamu bersyukur karena masih bisa bernafas hingga Detik ini, dengan itu Allah masih memberikan mu waktu untuk terus belajar dan memperbaiki diri..."


saat ini tak ada yang Bisa ia lakukan selain berdamai dengan diri sendiri dan keadaan.


...----------------...


pagi.....


"zira....kerja enggak?"


tanya Nadia dari luar.


"kerja nad....!"


zira keluar dari kamar sambil tersenyum.


"sebentar ya aku ambil tas dulu!"


tak lupa zira Juga membawa kaca mata dan masker yang di berikan oleh Wisnu.


"kamu baik baik saja kan Ra?"


tanya Nadia memperhatikan zira.


"ya tentu saja, cukup kemarin hujan deras untuk seterusnya tidak lagi, seperti langit pagi ini, cerah dan terang! ayo berangkat"

__ADS_1


Nadia sendiri tidak percaya kalau zira dan Ali mempunyai hubungan spesial, wajar Sih zira cantik meski dari kampung, dia juga baik contoh nya pak Zaki dan pak Toni juga langsung menyukai zira di awal pertemuan nya.


tak berapa lama kedua nya sampai, siang ini zira akan berbicara dengan Nina kalau ia akan berhenti bekerja setelah menerima gajih.


hidup harus tetap berjalan, zira tak ingin berlarut dalam kesedihan anggap saja semua itu sebagai mimpi yang hilang.


***


Pagi itu kepolisian menelpon pengacara keluarga Wisnu, meminta Ali untuk memberikan keterangan tentang penganiayaan yang di lakukan oleh Niko.


"polisi minta keterangan mu, datanglah nanti siang ke kantor polisi..."


Wisnu mengatakan hal itu saat mereka tengah sarapan, Sementara itu Sri pagi pagi sekali sudah berangkat untuk meninjau cabang perusahaan mereka yang berada di Singapura.


"ya udah nanti siang Ali ke kantor polisi dengan Toni, sore nya Ali mau kepeternakan kek..."


Wisnu Diam tak menjawab penuturan Ali, biarlah ia mencari tahu sendiri. lagi pula Wisnu sudah lebih dulu berbicara dengan zira.


Wisnu termenung mengingat sebuah cek yang zira tolak, gadis itu memang baik, Wisnu sendiri dapat melihat raut kesedihan terpancar pada netra nya saat Wisnu meminta nya untuk melepaskan Ali, namun Wisnu sendiri memikirkan keluarga nya dan lagi menilik bagaimana Sri, khawatir jika Sri berbuat nekad dan melukai zira mungkin bukan fisik tapi lebih ke hal harga diri yang mungkin akan teraniaya.


gegas Ali beranjak dari duduknya meninggalkan Wisnu yang termenung sendirian.


**


seperti biasa zira dan Nadia mengepel lantai utama gedung tersebut, Beberapa kali Nadia menoleh ke arah zira dengan masker wajah nya.


"Ra apa kamu enggak merasa pengap?"


tanya Nadia mendekati.


Nadia tertegun mendengar penuturan Zira, terdengar kekehan kecil keluar dari mulut zira yang tertutup masker.


"jangan begitu Ra nanti kamu sesak nafas!"


"enggak kok!"


sahut zira menunduk dengan jantung yang berdenyut nyeri saat melihat Ali dan Toni masuk ke dalam gedung perusahaan tersebut.


"nanti sore gue mau ke peternakan..."


ujar Ali terdengar oleh zira yang langsung terpaku, Ali berjalan Tanpa menoleh sedikitpun pada mereka yang berada di sekitar nya.


"kamu datang dengan versi yang lebih baik, tapi tak pantas untuk ku, kamu bukan pria amnesia ku yang hanya tukang panggul di ladang!"


Zira menggigit bibirnya mengingat semua itu, tak ingin lagi menangis namun netra nya tiba tiba memanas.


"Ra, kamu enggak apa-apa?"


tanya Nadia mengerti apa yang zira rasakan.


"enggak apa-apa, cuma beberapa hari lagi kok!"

__ADS_1


Nadia mengangguk memberikan semangat dengan mengusap punggung sahabat nya itu.


"ayo kita ke toilet khusus....!"


ajak Nadia membantu zira membawa peralatan, Nina tidak suka melihat Zaki yang diam diam selalu memperhatikan zira, padahal Zaki sudah menikah.


belum lagi beberapa kali Toni juga menanyakan zira karena beberapa hari ini zira selalu memakai masker hingga Toni sendiri tak mengenali zira, seperti tadi Toni tak mengenal zira karena masker dan kacamata yang zira pakai.


"Bim, tolong beli kan donat yang di depan itu, nanti kasih ke zira ya!"


titah Toni pada abim yang biasa membeli kan makanan untuk diberikan pada zira.


"katanya kemarin kemarin sakit ya, aku sibuk semenjak ada Ali...jadi enggak sempat lihat dia?"


"emang pak Toni beneran suka sama Zira?"


tanya abim.


"ya tapi zira bilang dia sudah bertunangan... jadi gimana ya!"


ujar Toni sambil terkekeh, tak ada salahnya berusaha sebelum janur kuning melengkung.


"tapi saya dengar kalau zira mau berhenti pak!"


abim sendiri mendengar hal itu dari Nadia karena selama ini mereka memang dekat.


"kenapa kok berhenti?"


tanya Toni menoleh saat Ali masuk ke dalam ruangan nya.


"antar gue ke kantor polisi sekarang yuk, nanti sore kan kita mau ke peternakan!"


ajak Ali dan langsung di anggukan oleh Toni.


"ya udah Bim nanti jangan lupa ya!"


abim mengangguk mengiyakan.


***


zira tertegun memegang sapu dan alat pel saat melihat dua pria tampan hendak melewati nya, gegas zira berbalik arah untuk menghindari berpapasan dengan Ali atau Toni.


"hai, Ra tunggu.....!"


panggil Toni membuat zira membeku.


"sebentar Al gue ketemu Rara dulu!"


ucap Toni langsung menghampiri zira yang memunggungi mereka berdua.


Ali mengernyitkan dahi nya melihat Toni menghampiri OB tersebut.

__ADS_1


bersambung ......


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2