terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
pasangan ideal.


__ADS_3

Indah dan Wijaya bersiap pergi ke rumah Ali untuk menengok cucu pertama mereka, awalnya indah ingin melihat Langsung saat di rumah sakit namun Wijaya berhalangan pulang karena pekerjaan yang belum selesai.


"kita mampir ke toko bayi dulu ya, Aku mau beli kado untuk bayi mereka ...!"


Supir melajukan mobilnya menuju toko bayi Sementara Wijaya masih saja sibuk dengan urusan pekerjaan nya.


indah menoleh ke arah Wijaya yang tengah memangku laptop nya, pria itu terlihat begitu serius.


"serius banget yah....!"


"ya mah, aku harus selesaikan hari ini juga...kita sambil jalan kan!"


indah mengangguk mencoba untuk memahami kesibukan suami nya itu.


tak berapa lama indah sampai di toko bayi, gegas ia keluar untuk memilih beberapa barang untuk cucunya.


***


siang itu Toni dan Alena datang membawa beberapa kado untuk Kahiyang, Rumi mengajak mereka untuk makan siang, sementara Zira dan Ali makan di ruang tengah sambil menunggu Kahiyang.


zira tersenyum memperhatikan Ali yang tampak melantunkan sholawat Jibril untuk putri nya, beberapa kali menciumi wajah Kahiyang.


"terus aja ciumin...."


ujar zira membuat Ali terkekeh lalu mendekati zira.


"abis kalau cium yang ini suka minta lebih, Abang kan harus puasa selama empat puluh hari...."


ujar Ali lalu mencubit pipi zira yang masih cuabi, Zira sendiri menanggapi dengan senyum saja.


"besok Abang urus akikah untuk anak kita, kamu udah akikah belum de...!"


tanya Ali.


"enggak tahu bapak...!"


jawab zira yang memang tidak mengetahui perihal itu.


tak berapa lama Rumi dan Ahmad, di ikuti Alena dan Toni menghampiri mereka bertiga.


"Zira belum akikah karena memang bapak waktu itu enggak sanggup beli kambing..."


ujar Ahmad Yang tidak sengaja mendengar percakapan Ali dan zira.


"oh gitu, ya sudah biar Ali sekalian beli kambing nya dua untuk akikah zira dan Kahiyang....!"


jawab Ali lalu menghubungi seseorang untuk mengurus hal itu.


Ali mengobrol berdua dengan Alena menanyakan kedatangan Sri ke rumah sakit apakah untuk menemui nya atau beliau tengah sakit.


"kapan Alena enggak tahu bang....mommy enggak nemuin Lena? Nanti coba Alena lihat di daptar pasien ya..."


jawab Alena dan di anggukan oleh Ali.


walau bagaimanapun Ali khawatir dengan mommy nya, perempuan itu kini sendiri.


"assalamualaikum....."


Wijaya dan indah masuk ke dalam rumah Ali.


"walaikumsalam......" ali menoleh ke arah suara, terlihat Wijaya dan indah menghampiri.


"mana cucu Dady.....?"


tanya Wijaya senyum menghampiri zira yang tengah memangku Kahiyang di sofa.ali mempersilahkan mereka untuk masuk lebih dalam.

__ADS_1


indah gegas menghampiri Zira sambil membawa beberapa kado.


"Masya Allah cantik sekali, zira...."


ucap indah mengusap pipi Kahiyang yang lembut.


"namanya Kahiyang......!"


zira tersenyum menoleh ke arah Ali yang duduk di samping nya.


"coba Oma mau gendong?"


pinta Indah lalu memangku bayi tersebut.


"cantik sekali yah.....!"


indah memberi kesempatan Wijaya untuk melihat lebih dekat lalu mencoba untuk menggendong nya.


Ali senyum memperhatikan mereka, Andai mommy nya yang seperti itu, bahagia dengan kehadiran si cantik Kahiyang.


Alena dan Toni tersenyum melihat Wijaya yang tampak bahagia saat menggendong si cantik kahiyang, Alena sendiri tak mempersoalkan keberadaan indah di tengah tengah mereka.


***


beberapa hari berlalu.....


Ali sudah kembali pada aktivitas nya, namun Rumi masih menemani zira sampai benar benar pulih hanya Ahmad Yang pulang kampung karena toko hanya ada Nadia yang memantau.


"Abang berangkat kerja ya....."


pamit Ali pada Zira yang tengah menggendong bayi mereka. si cantik Kahiyang menggeliat saat Ali mencium nya.


"ayah berangkat, kamu cantik ayah sama bunda dan nenek ya...."


Ali tersenyum mencium kening Kahiyang lalu mencium wajah istri nya berulang kali.


"makan siang dimana?"


tanya zira.


"di kantor saja sayang.... Abang ada urusan jadi siang ini enggak pulang!"


"urusan apa bang?" tanya Zira.


"Abang belum tahu tapi nanti Abang Kasih tahun kalau sudah jelas ya....!"


Zira mengangguk lalu mencium tangan Ali.


setelah itu Ali pamit berangkat kerja, zira melambaikan tangan saat ali berada dalam mobil.


"sudah berangkat?"


tanya Rumi.


"sudah bu, bang Ali nanti makan siang di luar. jadi enggak usah banyak-banyak masak nya Bu..."


Rumi mengangguk lalu mengambil alih Kahiyang lalu mengajaknya untuk berjemur.


***


di kantor.....


Ali mendongak pada pintu yang terbuka, seseorang menyembul masuk ke dalam.


"ngapain lagi Lo?" tanya Ali pada Arjun yang kembali datang.

__ADS_1


"astaga pemilik perusahaan jutek banget!"


Arjun terkekeh duduk di sofa.


"mau kopi atau teh!?"


tanya Ali memberikan pilihan pada tamu nya itu.


"kopi dong!"


jawab Arjun, lalu Ali memesan kopi untuk mereka berdua.


tak lama Toni masuk ke dalam....


"udah ada Lo..?"


tanya Toni.


"ya lah gue enggak akan patah semangat...."


ujar Arjun terkekeh kecil menatap Ali yang duduk di hadapan nya.


"gue denger istri Lo udah melahirkan?"


tanya Arjuna, tak lama dua kopi tersaji di meja.


"emang kenapa? lo masih niat jadikan istri gue model produk Lo?"


tanya ali menilik wajah Arjun dengan senyum menyeringai.


"ya Lo tahu itu Al.... istri Lo paling pas!"


jawab Arjun.


"enggak, gue enggak mau istri gue jadi model...dia itu guru!"


Ali menggeleng kan kepala nya teringat Gisel, Ali pernah melihat wanita itu pemotretan, dan Ali melihat bagaimana Poto graper mengarah kan Gisel sembari pegang pegang tubuh Gisel.


"Gue tahu tapi ini Tuh kesempatan bagus untuk istri Lo, selain menambah pengalaman juga duitnya lumayan!"


"enggak......gue enggak mau istri gue di pegang pegang apa lagi pakai pakaian seksi...!"


jawab Ali tetap tidak setuju.


"astaga Ali fashion gue tuh hijab lovers....Lo tenang aja, nanti Anita istri gue yang jadi Poto graper nya....ayo dong Al....!"


"ya al, coba aja bicara Dulu sama zira.... mungkin ini bisa jadi jalan untuk kalian, maksud gue kalau zira sampai terkenal dan jadi model ternama mungkin saja mommy bisa luluh.....zira itu kan cantik, smart pula... jadi kalian harus nunjukin kalo zira itu pasangan ideal untuk lo... meski dia dari kampung!"


Ujar Toni memberikan saran pada sahabat sekaligus kakak ipar nya itu.


Ali tertegun mencerna ucapan Toni.


"bukannya Lo suka sama model, apa lagi yang seksi....."


ujar Arjun terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Ali yang tampak geram.


"itu masa lalu......!


nanti gue bicara sama zira, tapi kalau dia enggak mau Lo jangan maksa"


ucap ali sambil menunjuk ke arah Arjun.


"ya, nanti sore deh gue ke rumah Lo sama Anita sambil lihat bayi Lo, boleh enggak Al?"


tanya Arjun menaikkan alisnya.

__ADS_1


"terserah Lo deh.....!"


bersambung......


__ADS_2