terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
pria amnesia ku


__ADS_3

Sri berjalan kaki seorang diri di tengah halayak ramai Kota Amrik, langkah nya terhenti mengingat saat bersama Wijaya, ada segores luka yang menganga membuat perih, namun Sri coba untuk tutupi.


"kamu Tuh enggak tahu malu ya, kenapa kamu mau melayani pria yang sudah beristri?"


tanya Sri saat tak sengaja bertemu dengan indah di sebuah butik.


"awalnya saya juga enggan tapi saya kasihan... awal nya hanya kasihan, dia bercerita sama saya kalau dia memiliki istri yang begitu sempurna, cantik... Harta melimpah, hingga membuat nya tak berarti dan berharga di hadapan istrinya itu.


dan dia butuhkan adalah sosok yang menghargai nya......"


jawab Indah membuat Sri menggeretakan giginya.


seperti itukah dirinya, sementara selama ini mereka baik baik saja, bahkan Wijaya menutupi semua itu sejak lama. tujuh tahun lamanya Wijaya mengkhianati nya.


Sri memejamkan matanya, sebulir air mata merembes ke luar dari mata nya yang terpejam.


Sri memegang dadanya yang terasa sakit, ia terbatuk batuk dan menutupi nya dengan tangan, Sri tertegun saat melihat ada bercak darah di telapak tangan nya.


**


weekend ini Zira dan Ali tengah menghadiri acara pernikahan Reza dan Nadia yang cukup megah. Nadia terlihat begitu cantik dan pangling.


"gimana kalau nanti kita bikin acara resepsi pernikahan di kampung!?"


tanya ali melirik ke arah zira yang langsung tersenyum.


"Abang kok mau nya di kampung sih?"


tanya Zira memangku wajah suaminya.


"ya di sana kan pertama kali cinta itu tumbuh... gadis penjual susu..."


ucap Ali mencubit hidung zira.


"oh gitu, pria amnesia ku......!"


jawab zira membuat Ali terkekeh. teringat saat ia hilang ingatan dan hal itu membuat nya dekat dengan pujaan hati nya.


"kalau enggak ada kejadian itu, gimana ya cara Aku deketin kamu?"


tanya Ali membuat Zira terkekeh, tentu Zira akan menjaga hati nya untuk tidak terpikat pada sosok Ali yang ternyata tuan muda pemilik peternakan.


"aku enggak mau dekat dekat sama kamu...."


jawab zira membuat Ali terperanga.


"kenapa....?" tanya Ali menaikan alisnya.


"enggak, banyak mau nya.....!"


jawab zira membuat Ali langsung terkekeh lalu merengkuh tubuh zira.


"Abang.....!"


ucap zira melepaskan pelukannya, karena mereka tengah berada di acara pernikahan Reza dan Nadia.


terlihat Rumi dan Ahmad berada di pelaminan menemani Reza.


"kita mau bikin resepsi?"


tanya zira.


"ya tapi nanti kalau udah ada Dede utun, jadi nanti kita di pelaminan poto nya bertiga..."

__ADS_1


Ali tersenyum membayangkan hal itu, tangan nya reflek mengusap perut zira yang semakin membesar.


Ali Senang karena zira sudah Risen dari sekolah, mereka tinggal fokus pada kehamilan zira saja.


"Al....ayo Poto bersama dulu!"


ajak Reza memanggil keduanya.


"ya ayo....."


jawab Ali yang langsung beranjak menuntun istri nya naik ke pelaminan.


"Alhamdulillah...zira senang lihat kalian udah resmi jadi suami istri, cepat nyusul ya!"


ucap zira memegang tangan Nadia.


"terimakasih Ra....!"


zira menggangguk.


mungkin dulu Reza yang menangis saat Rosa menikah, giliran Rosa yang menangis karena menyesal telah menyia-nyiakan orang yang tulus mencintai nya.


setelah acara selesai Ali dan Zira pamit untuk kembali ke hotel, Yuda sang kakak tidak dapat hadir di acara itu karena ia tengah sibuk.


beberapa waktu selalu menelpon menanyakan kabar Zira atau pun orang tua nya.


Ali merebahkan tubuhnya di ranjang kamar hotel, terlihat dari kaca keindahan alam kota Bandung dengan gunung dan bukit yang sama persis seperti di kampung halaman.


"rindu kampung de... kita pulang ke kampung yuk!"


ajak Ali beranjak, terlihat zira tengah membuka bajunya hendak mengganti mau dengan pakaian santai.


"Zira sih ayo aja bang tapi gimana sama perusahaan?"


"ada Toni, dia kan udah Balik dari Dubai.... giliran kita yang pergi liburan....!


"oh gitu....!"


zira kaget saat Ali yang tiba tiba mencium leher jenjang nya.


"kamu seksi banget sih?"


desis Ali di telinga zira.


"seksi apaan ... pakai daster seksi?"


ucap Zira terkekeh, daster yang zira pakai memang sedikit seksi. di atas lutut serta terekspos bahu nya yang putih dan wangi.


"kita renang yuk de....!"


Ajak Ali, senja itu tampak teduh, udara terasa begitu dingin namun bagi zira yang berbadan dua selalu merasa gerah dan kepanasan.


"enggak ah, udah sore....!"


tolak zira membuat Ali cemberut.


seperti itu lah kalau permintaan nya tak terpenuhi, zira terkekeh kecil menilik wajah ali yang masih manyun.


"ayo, tapi sebentar ya!"


Ali langsung mengangguk tersenyum, hotel yang mereka tempati memiliki kolam renang pribadi dan tertutup hingga aman untuk zira menggunakan pakaian seksi.


beberapa hari berlalu, sepekan ini keduanya menghabiskan waktu di kota kembang.

__ADS_1


mengunjungi beberapa tempat wisata di kota itu, tentu hal itu menjadi hal yang membahagiakan untuk zira meski lelah namun Zira dan Ali menikmati masa masa menyenangkan itu.


"kita beneran mau ke kampung?"


tanya zira membantu Ali membereskan baju baju mereka berdua.


"ya sayang, Abang udah telpon Toni dan kakek....!"


jawab Ali sambil mencium Pipi zira.


"loh kok kakek....!"


tanya zira tak paham.


"ya jadi Rencana nya kita akan sebulan di peternakan, karena Reza juga kan di Bandung dulu untuk sementara waktu ini....jadi Abang urus peternakan...dan kakek bilang, beliau yang akan mengurus perusahaan!"


Zira mengangguk paham maksud suami nya itu.


setelah itu Ali dan zira bersiap untuk cek out dari hotel, sebelumnya Ali meminta pelayanan untuk membantu nya membawa barang bawaan mereka kedalam mobil.


"banyak banget barang bawaan nya....!"


ujar zira senyum.


"ya kebanyakan punya nyonya....!"


ucap Ali membuat zira terkekeh lalu masuk ke dalam mobil.


Zira tidak menyangka ia akan kembali ke kampung, Rumi dan Ahmad sudah lebih dulu kembali setelah acara pernikahan selesai.


Zira teringat percakapan nya dengan Rumi yang mengatakan bahwa Yuna dan Rizky sudah rujuk, zira bersyukur akan hal itu karena kasihan anak mereka jika kedua nya terus mengedepan kan ego.


tidak ada yang dapat kita temukan di dunia ini selain, seseorang yang masih dan perlu untuk di mengerti keterbatasan nya dan di genapi kurang nya.


malam itu mereka sampai di kampung, zira sudah menelepon Rumi dan mengatakan bahwa mereka akan langsung ke peternakan karena malam sudah larut, esok mereka akan mendatangi rumah Ahmad.


Darmi yang mengurusi rumah besar itu, menyambut kedatangan mereka.


Zira tersenyum dan langsung memeluk Darmi.


"ibu kira kalian tidak akan kembali sekarang?"


ujar Rumi menilik perut zira sudah membesar.


"ya bang Ali lupa mau kasih Tahu....!"


jawab zira senyum.


"ya ibu enggak Bisa ikut ke Bandung karena peternakan tidak ada yang menjaga..."


"ya zira paham....!"


"ya sudah kalian istirahat ya, Nanti besok pagi ibu buatkan kalian makanan enak...!"


"ya terimakasih bu Darmi...!"


ucap zira, lalu kedua nya masuk ke dalam kamar.


"HM... rindu suasana kamar ini, tanpa AC tapi dingin karena udara sekitar yang sejuk.... apa lagi kalau hujan.....!"


ucap Ali tersenyum memeluk zira dari belakang.


benar saja hujan turun seperti keinginan Ali, yang menambah kemesraan dalam sahdu cinta keduanya yang tak pernah berkurang.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2