terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
iri dan benci.


__ADS_3

Ali memarkirkan mobilnya di halaman gedung sekolah terlihat zira sudah menunggu, duduk di dekat taman bersama anak anak, bercanda dan tertawa bersama.


padahal zira baru satu hari mengajar tapi mereka terlihat sudah akrab, zira tersenyum memperhatikan seorang pria tampan dengan jas hitam berjalan menghampiri nya, tampan dan berkharisma.


"assalamualaikum...."


sapa ali lirih semakin dekat.


"walaikum salam....!"


zira beranjak dari duduknya lalu mencium tangan ali bolak balik berulang kali, ali terenyuh dengan perlakuan Istri nya, zira tersenyum saat ali mengusap kepala nya sayang.


"pulang.....?"


tanya Ali, ingin sekali rasanya memeluk istrinya itu namun ali urungkan karena melihat anak anak yang berada di hadapan mereka.


"anak anak ibu pulang dulu ya...!"


ujar zira pada anak anak yang juga tengah menunggu jemputan.


"yah .... kita masih mau ngobrol sama ibu..."


ucap salah seorang anak sedikit manja,


zira tersenyum lebar melihat tingkah anak itu.


"ya besok kita ketemu lagi...ibu pulang dulu ya!"


"Bu boleh enggak nanti kita main ke rumah ibu?"


tanya salah seorang lagi.


"boleh, nanti main ke rumah ibu tapi harus izin dulu sama orang tuanya...!"


ucap zira lalu pergi melangkah bersama ali.


indah memperhatikan hal itu, ali dan zira pasangan yang luar biasa.keduanya sama sama baik dan mereka begitu serasi.


Ali sama seperti Wijaya yang begitu lembut,


banyak alasan kenapa dulu indah menerima wijaya yang jelas-jelas sudah beristri namun indah tidak pernah menyesali hal itu meski ia di cap sebagai pelakor namun semua terjadi juga karena kesalahan Sri yang angkuh dan semena mena terhadap wijaya.


sementara dengan indah, wijaya mendapatkan sesuatu yang tidak ia dapatkan dari Sri.


*


"kita makan siang dulu ya....!"


ajak ali melajukan mobilnya menuju restoran.


"kamu kok langsung akrab aja sama anak anak...?"


tanya Ali sambil menyetir.


"emang kenapa?"


tanya zira balik.


"enggak, kamu kan baru sehari ngajar tapi seperti yang udah lama...!"


"aku emang cepat akrab sama anak murid ku...senang aja dengar celotehan mereka yang lucu...aku juga udah enggak sabar menunggu kehadiran buah hati kita!"


ujar zira, keduanya repleks mengusap perut buncit zira, ali terkekeh kecil lalu mengusap kepala zira.

__ADS_1


"apa kita sekalian beli perlengkapan bayi aja de?"


ucap ali menoleh sekilas.


"boleh...... nanti kita lihat ke toko perlengkapan bayi ya bang....!"


jawab zira dengan antusias.


tak lama kedua nya sampai di restoran cepat saji, ali menuntun tangan zira masuk ke dalam restoran tersebut.


seorang perempuan cantik memperhatikan ali dan zira duduk langsung memesan makanan.


"oh jadi Lo seorang guru....."


ucap Gisel memperhatikan seragam yang zira pakai.


***


beberapa hari yang lalu......


Gisel melangkah kan kakinya ke kantor polisi, ia hendak menjenguk Niko di sel tahanan.


hanya rindu tak ada keinginan yang lain setelah apa yang terjadi, kini Niko mendekam dalam bilik jeruji.


"HM, mau apa kamu ke sini?"


tanya Niko yang kecewa pada Gisel yang menggugurkan kandungan nya karena Niko di penjara.


"kamu masih marah sama aku?"


"menurut mu aku harus bagaimana bersikap pada seorang wanita yang sudah membunuh anak Ku....."


Niko menatap tajam ke arah Gisel.


Gisel tersenyum getir menatap sikap Niko dengan amarahnya, ia memang salah karena memilih menggugurkan kandungan nya dibanding mempertahankan nya.


Niko yang mengetahui hal itu dari anak buahnya merasa kecewa pada Gisel yang juga berselingkuh di belakang nya dengan arka, segala upaya ia lakukan untuk Gisel namun sia sia karena Gisel bukan perempuan yang pantas di perjuangkan.


"maafkan aku Niko, aku terpaksa melakukan semua itu karena aku tidak mau anak itu lahir dengan status ayah nya sebagai narapidana."


Jawab Gisel langsung menghujam jantungnya.


"ya aku seperti ini juga karena kamu!"


"jangan salahkan aku, karena sebenarnya kamu tidak perlu melakukan hal itu pada Ali karena aku juga mencintaimu...dan kamu tidak perlu sekhawatir itu... tapi itu dulu!


sebelum semuanya terjadi, maafkan aku Niko!"


Gisel menunduk menyesali perbuatannya.


"sekarang apa yang bisa aku harap kan dari kamu, kakak mu juga udah enggak mau peduli kan... sementara Ali sekarang bahagia bersama perempuan kampung itu.."


ujar Gisel merasa kesal karena Ali begitu acuh pada nya, padahal dulu Ali begitu baik pada nya.


"aku juga tidak peduli lagi pada mu, jangan temui aku lagi"


Niko beranjak meninggalkan Gisel yang terpaku sendiri, hati kedua nya sama hancur karena keadaan itu.


Niko memang sudah tidak memiliki orang tua namun ia masih memiliki seorang kakak laki-laki dan kini sudah angkat tangan dengan perilaku adiknya yang kriminal itu.


tinggal lah kini Niko mendekam di penjara untuk beberapa tahun yang akan datang.


**

__ADS_1


Gisel menatap tajam ke arah pasangan yang terlihat Mesra tentu timbul rasa iri juga benci karena dengan mudahnya Ali mengabaikan nya.


"kamu juga harus merasakan seperti yang aku rasakan"


senyum Gisel penuh ancaman...


sementara Ali dan zira tidak menyadari keberadaan Gisel yang tengah mengamati dengan penuh benci.


seperti biasa Zira makan dengan lahap tanpa memperhatikan keadaan sekitar, beberapa kali juga Ali menyuapi nya.


"mau bungkus buat di rumah enggak ayam bakar nya?"


tanya Ali.


"boleh, pesan untuk ibu sama bapak juga!"


jawab zira, kemudian Ali memesan untuk dibawa pulang.


setelah selesai kedua beranjak dari tempat itu, sesuai rencana keduanya hendak pergi mencari gaun untuk resepsi pernikahan Alena.


"kita ke mall aja ya, di sana juga banyak butik muslimah yang bagus.


nanti sekalian kita beli perlengkapan bayi untuk Dede utun!"


Ali tersenyum sambil mengusap buah cinta nya, zira mengangguk setuju.


tak berapa lama mereka sampai di mall, Ali menuntun tangan zira masuk ke salah satu butik muslimah ternama di mall itu.


"silahkan Bu, pak... butuh apa? saya bantu!"


ujar karyawan butik tersebut.


"gaun muslimah untuk istri saya, kalau bisa senada dengan kemeja saya..."


jawab Ali, zira sendiri tertegun menatap gaun dan dress dress cantik yang menggantung.


"banyak yang couple juga pak, silahkan di pilih saja gaun atau dress nya Bu....!"


ucap wanita itu dengan ramah.


"pilih yang kamu suka....!"


desis Ali di Telinga zira yang langsung tersenyum.


zira memilih beberapa gaun cantik untuk nya, juga dress untuk Rumi juga kemeja untuk Ahmad.


zira Juga membeli kan satu untuk sahabat nya, Nadia.


"coba satu Abang mau lihat?!"


titah Ali meminta zira mencoba gaun yang berwarna gold.


"nanti di rumah saja bang!"


jawab zira menggeleng kan kepala nya.


"sebentar sayang.....!


Abang mau lihat.....!"


Zira menganggukkan lalu masuk ke dalam kamar ganti.


bersambung.....

__ADS_1


terima kasih sudah mampir...


terus dukung author ya, dukungan kalian sangat berarti, jangan lupa like and komentar juga ya...😍😍😍


__ADS_2