terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
pelakor.


__ADS_3

Bukan menemani Ali di rumah sakit, Sri malah sibuk mencari calon istri Ali. sementara Ali belum sadar dari koma nya.


Wisnu menggeleng kan kepala nya, entah kenapa Sri seperti itu, padahal Sri anak satu satunya Wisnu, mungkin salah karena selama ini istri nya selalu memanjakan Sri.


Wisnu tertegun mengingat almarhum istrinya yang sudah lama pergi, seseorang yang keberadaannya tidak akan pernah tergantikan.


"jangan terlalu keras dengan Sri, kita hanya punya dia. harta paling berharga dalam hidup ku.."


ucap istri nya dulu.


Wisnu tersenyum saat melihat tangan Ali sedikit bergerak, dokter bilang kondisi nya sudah lebih baik dan mulai stabil.


"cepat bangun ya jagoan Kakek...!"


ucap Wisnu mengusap jemari cucunya itu.


dokter mengatakan Ali cukup kuat bertahan dengan beberapa luka dan tembakan yang melukai tubuh nya, sebagian orang mungkin sudah tidak akan bisa bertahan namun Ali cukup hebat karena mampu melewati masa masa kritis nya.


"banyak berdoa ya pak, semoga cucu nya bisa cepat sadar"


ucap dokter yang menangani Ali, dokter itu seperti nya seumuran dengan Sri.


"ya dokter terimakasih..."


ucap Wisnu menatap wajah tampan cucunya itu.


*


*


*


Pagi itu seperti biasa zira berangkat ke sekolah menggunakan sepeda nya, nampak nya gadis itu mulai terbiasa dengan kesendirian nya.


zira terdiam saat melihat risky melewati depan rumah nya seorang diri, pertengkaran yang sering terjadi dalam rumah nya baru baru ini jadi perbincangan hangat para warga yang kurang kerjaan.


namun zira tak menghiraukan hal itu, memikirkan hidupnya saja membuat pening apa lagi mengurusi urusan orang.


waktu berjalan begitu cepat, seharusnya ia sudah mengurus pernikahan nya dengan pria itu karena sebelumnya mereka berencana menikah enam bulan setelah acara pertunangan, lima bulan berlalu pria itu hilang tanpa kabar sedangkan cincin masih melingkar tanpa kejelasan terombang ambing dalam kebimbangan.


zira mengayuh sepedanya dengan santai, pagi itu tampak cerah dan setiap waktu zira selalu menyemangati diri nya sendiri.


saat itu juga sepedanya berpapasan dengan motor risky yang tiba-tiba saja menghalau jalan nya.


"ada apa bang?"


tanya Zira tanpa turun dari sepeda nya.


"gimana kabar kamu zi, apa kamu sudah menemukan pria itu?"


Zira menggelengkan kepalanya pelan menatap risky dengan perasaan tak menentu, jujur saja zira takut orang berpikir macam-macam tentang pertemuan mereka berdua.


"Jujur zi, kalau saja Abang tahu keadaan nya seperti ini. Abang tidak akan menikah lebih dulu dengan itu Abang masih bisa menjaga kamu atau mengganti posisi pria itu."


ucap Rizky membuat zira tertegun sejenak.


"jangan bicara seperti itu, cobalah untuk menerima keadaan ini bang. kalau pun tidak ada si Abang zira tidak bisa bersama bang Rizky karena kita berbeda kasta, zira cukup tahu diri...!"


"ya tapi Abang cinta sama kamu, sampai saat ini pun Abang tidak bisa melupakan kamu de.


semakin Abang mencoba, cinta itu malah bertambah"


"astaghfirullah...!"


ujar zira lirih.


"istighfar bang, lupakan zira.

__ADS_1


kasihan istri Abang!"


"Abang akan bercerai dengan nya kalau kamu mau sama Abang de.."


ucap risky membuat zira terperangah.


"jangan seperti itu bang, Allah membenci perceraian. jika ada yang salah dengan istri Abang maka perbaiki dengan kasih sayang bukan mencari ganti.. karena zira juga belum tentu lebih baik dari istri Abang!"


ucap Zira lalu meninggalkan risky yang tertegun sendiri.


bagaimana risky bisa melupakan sosok guru cantik itu, zira dan istri nya yang malas itu berbeda jauh.


zira sabar, selalu rapih tampil cantik, ia juga baik dan tidak macam-macam.


risky melajukan motornya menuju rumah.


terlihat sang istri tengah memainkan ponselnya, rumah masih berantakan. kerjaan rumah juga terabaikan. bagaimana cara nya ia betah di rumah kalau seperti itu.


"pantesan lama di jalan nya, habis mojok ternyata kamu sama guru gila itu!"


ucap Yuna menghentikan langkah risky.


"hati hati kalau bicara, siapa yang kamu bilang gila!"


ucap risky menatap Yuna dengan nafas memburu.


"nih, jangan berpikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakang ku mas!"


ucap Yuna menatap tajam, seseorang mengirim Poto saat risky dan zira tengah bicara berdua.


"aku hanya ngobrol!"


ucap Risky melengos pergi namun di tahan oleh Yuna yang mencegal tangannya.


"ngobrol, kamu bohong. janjian apa kamu Sama dia, aku enggak terima"


"oh jadi karena guru gila itu kamu mau pisah sama aku gitu!? dasar pelakor, aku tidak akan membiarkan hal itu dan aku tidak mau berpisah sama kamu karena aku sedang hamil, aku pasti akan memberikan pelajaran untuk pelakor itu nanti!"


ucap Yuna lalu pergi meninggalkan risky yang mematung mencerna ucapan Yuna bahwa ia tengah mengandung.


sore....


Zira sampai di rumah lalu menemui ibunya yang berada di dapur.


"Bu zira lapar...ada makanan apa bu?"


tanya Zira duduk di kursi meja makan.


"ada bakso tuh, paman mu yang belikan.."


ucap Rumi menunjuk sebuah bungkusan.


"ada paman Bu?"


"ada tuh di belakang rumah bersama bapak mu!"


ucap Zira lalu beranjak.


Zira..........


panggil seseorang dengan keras dari depan rumah menghentikan langkahnya yang hendak menghampiri Reza.


"siapa Ra?"


tanya Rumi.


"enggak tahu.....!"

__ADS_1


ucap zira menghampiri pintu.


zira menautkan kedua alisnya saat melihat Yuna berada di depan pintu dengan tatapan tajam.


"ada apa ya?" tanya zira, Rumi mengikuti dari belakang.


"dasar guru enggak bermoral, pelakor. bisa bisa nya ya kamu ganggu suami ku!"


ucap Yuna dengan keras hingga tetangga berhamburan datang termasuk Reza dan Ahmad Yang berada di belakang rumah.


"jaga mulut kamu, siapa yang ganggu suami kamu...!"


jawab zira dengan kerung.


tetapi Yuna tak menjawab ia malah langsung menyerang zira, namun dengan cepat Reza menghadang Yuna.


"hei...jangan main kasar!"


ucap Reza, Zira tertegun melihat Reza di depan nya.


"bicarakan masalah secara baik-baik jangan main kasar, kamu harus nya Malu karena kamu itu kan menantunya pak lurah"


ucap Reza, beberapa orang mengiyakan.


"zira apa benar kamu mengganggu risky?"


tanya Reza.


"tidak demi Allah!"


"bohong, aku punya Poto kalian sedang berduaan di pinggir sawah...!"


"oh soal itu, kami hanya bicara sebentar. demi tuhan zira tidak melakukan apa apa dengan bang risky!"


"ya tapi gara gara kamu dia ingin menceraikan saya, padahal saya sedang hamil.... kamu pasti menggoda nya kan karena pacar kamu yang amnesia itu tidak kembali.... jadi kamu ganggu suami ku..."


ucap Yuna dengan tersedu, sorak orang orang mengolok-olok zira...


huuuuuuuu.....


"demi tuhan saya tidak mengganggu suami kamu, seharusnya kamu berkaca kenapa suami kamu seperti itu, jangan sangkut paut kan orang lain!"


ucap Zira tak mau kalah.


"ya benar....!"


ucap risky datang. "Yuna pulang jangan membuat masalah yang membuat ku malu, kenapa kamu masih saja menyalahkan orang lain, aku dan zira tidak ada hubungan apa-apa!"


"maaf kan istri saya pak Ahmad, zira.."


ucap risky lalu menarik tangan Yuna pergi.


"ayo bubar.....!"


ucap reza menyuruh para warga untuk pergi.


"hu..... pelakor....!"


ucap beberapa orang membuat zira tertunduk malu.


"sudah jangan di dengarkan Ra!"


ucap Reza mengajak zira untuk masuk ke dalam rumah.


bersambung....


terima kasih ya yang sudah mampir 💞💞💓😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2