
seperti rencana weekend ini mereka pulang ke Indonesia, terlihat Sri terus memangku Kahiyang, se akan tak ingin jauh dari cucu pertama nya itu.
Zira sendiri tidak keberatan karena dengan itu Zira tahu kalau Sri menyayangi putri nya meski sikap Sri tak pernah berubah pada nya namun zira berusaha untuk sabar menghadapi ibu mertua nya itu.
malam itu mereka sampai di Jakarta, seperti biasa Nadia dan Reza ikut dengan mereka, rumah mereka cukup besar dengan beberapa kamar, Ali sengaja meminta reza untuk menemani Zira jika ada pemotretan karena beberapa waktu ini Ali Akan sibuk di kantor hingga tak ada waktu untuk menemani isteri nya itu, dan Ali mempercayakan hal itu pada Reza dan Nadia.
"ayo sayang sama bunda, Oma nya mau istirahat....!"
Sri memberikan Kahiyang yang masih terjaga pada zira.
"Pembantu Udah siapkan kamar untuk mommy, nanti besok Alena akan kirim suster untuk menjaga mommy?"
"loh kenapa harus pakai suster segala, Kan ada istri kamu.... Kahiyang ada Nadia yang urus!"
jawab Sri membuat zira tertegun.
"ya tapi setiap hari nya zira pergi pemotretan, zira sudah terikat kontrak dan enggak bisa berhenti begitu saja... cuma tiga jam kok, setelah itu zira juga pulang.....!"
ucap Ali membuat kedua terdiam, seperti itulah Sri selalu saja berusaha mencari cari kesempatan untuk memojokkan zira.
"sudah mommy istirahat ya.....!"
ajak Ali lalu mendorong kursi roda berisi ibunya itu.
Zira menghela nafas lalu menoleh ke arah Nadia."sabar ya Ra..... anggap aja itu sebagai ujian untuk kalian....!"
zira hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamar membawa Kahiyang.
"kita mandi air hangat ya sama bunda....!"
ajak Zira pada Kahiyang yang menanggapi nya dengan senyuman.
"pinter ya anak bunda.....!"
Keduanya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum merebahkan diri nya di ranjang.
tak lama keduanya keluar dari kamar mandi berbarengan dengan Ali yang menyembul masuk ke dalam kamar.
Ali tersenyum melihat kedua nya menggunakan piyama handuk yang sama.
"Udah seger ya.... wangi!"
ujar Ali mencium pipi Kahiyang lalu beralih ke pipi istrinya.
"ini lebih wangi dan menggiurkan....!"
Ali terkekeh kecil memeluk keduanya, Ali selalu bisa merubah suasana hati nya yang masam atas sikap Sri.
"maafkan mommy ya...!"
zira mengangguk sambil tersenyum, zira sendiri tidak mau memusingkan sikap Sri karena yang terpenting baginya adalah sikap suami nya yang mau memahami posisi nya.
"Ayo pakai baju dulu....!"
ajak zira pada Kahiyang yang langsung senyum.
"bunda nya enggak usah pakai baju ya...."
__ADS_1
ucap Ali senyum sambil membawa handuk masuk ke dalam kamar mandi.
keduanya sepakat untuk tidak menggunakan KB, biarkan saja Allah yang mengatur kapan dan waktu terbaik untuk kedua nya kembali mendapatkan buah cinta.
Ali tersenyum melihat zira yang tengah menyusui Kahiyang terlihat putri nya itu langsung terlelap dalam dekapan hangat sang ibu.
seperti permintaan Ali, Zira masih mengunakan piyama handuk nya.
"udah tidur, kecapean ya seperti nya dia...."
Ali senyum mengelus pipi istri nya.
gegas zira memindahkan Kahiyang ke kamarnya yang berada di samping kamar mereka, lewat pintu yang langsung mengarah ke kamar tersebut.
"Bobo ya cantik nya bunda sama ayah...."
sebelum pergi zira mencium kening Kahiyang terlebih dulu.
Zira melangkah ke kamar dan melihat ali yang duduk di tepi ranjang dengan bertelanjang dada.
"sini......"
Ali tersenyum meraih tangan zira lalu membawa istrinya itu ke dalam pangkuan nya.
Ali menatap wajah istrinya penuh hasrat, keadaan yang paling ali gemari adalah melihat istrinya tampil seksi dengan kimono handuk tersebut.
"Abang rindu......!"
Ali langsung menciumi wajah zira, rasa lelah seharian perjalanan seketika lenyap saat kedua Tubuh itu sama sama mendambakan sentuhan kasih.
Ali merebahkan tubuh istrinya, memperdalam ciuman nya saat zira menyambut sentuhan itu dengan melingkarkan tangannya di leher Ali.
pagi.
Zira sudah mempersiapkan kebutuhan Ali yang hendak pergi ke kantor, Ali sudah memberikan jadwal pemotretan zira pada Reza yang langsung mengerti, sebenarnya tugasnya hanya menjaga zira saja karena semua sudah di Atur dan di persiapkan oleh manajemen dari Arjun.
Ali hanya tidak mengizinkan zira untuk pergi sendiri.
"Terimakasih untuk semuanya sayang..."
ujar Ali mendekap erat tubuh istrinya itu, teringat percintaan semalam hingga membuat keduanya tertidur dengan nyenyak.
Zira tersenyum lalu melingkarkan tangannya di leher suaminya.
"hati hati ya kerjanya.... kamu jangan mikirin zira terus karena istri mu tidak akan macam-macam..!"
Zira paham apa yang di pikirkan suaminya itu, ali seperti enggan membiarkan nya pergi bersama Reza.
Ali menghela nafas lalu mengecup bibir istri nya singkat, menatap wajah cantiknya itu lekat lekat.
"ya Abang tahu, setelah kontrak ini selesai sebaiknya tidak usah di perpanjang karena Abang ingin kamu di rumah saja.....!"
ucap Ali lalu memeluk tubuh zira yang sedikit kurus.
"ya kalau itu mau nya Abang nanti zira bicara dengan bang Arjun dan Anita...!"
Ali mengangguk lalu mengajak zira keluar dari kamar, Kahiyang sendiri sudah berada dalam pangkuan Sri karena pagi pagi sekali Kahiyang sudah bangun, dan Sri meminta Nadia untuk mengambil Kahiyang dari kamar nya.
__ADS_1
"halo cantik ayah....!"
Kahiyang tersenyum simpul karena mulutnya penuh dengan makanan, Nadia Tengah menyuapi Kahiyang sarapan, untuk pertama kalinya Kahiyang MPASI setelah berusia enam bulan.
"pinter ya makan nya...!"
zira menghampiri Kahiyang yang berada dalam pangkuan Sri yang berwajah datar saat melihat nya, namun zira tak menghiraukan hak itu ia hadapi dengan senyuman.
"jam berapa kamu berangkat pemotretan?"
tanya Sri membuat Zira menoleh ke arah nya.
"sebentar lagi setelah bang Ali pergi...."
jawab Zira lalu meraih Kahiyang dari tangan mertua nya itu karena Kahiyang merentangkan tangannya minta di gendong.
"kangen sama bunda?"
tanya Zira senyum lalu menciumi pipi Kahiyang yang cuabi, kemudian zira duduk di samping Ali yang tengah sarapan nasi goreng kesukaan nya.
"nanti kapan-kapan ajak Kahiyang ke pemotretan de....!"
"mommy juga mau ikut kalau Kahiyang pergi..."
sahut Sri membuat zira langsung menoleh.
"ya boleh....ya kan sayang?"
Zira mengangguk sambil senyum.
"ya dong mommy juga bosen kalau Kahiyang enggak ada....?"
"ya, sekalian pergi jalan jalan nanti sama zira, kalau perlu nanti zira ajak mommy nonton!"
tambah Ali, Sri memang memiliki hobi nonton namun semua itu saat bersama Wijaya.
"enggak, mommy sekarang enggak suka nonton....."
jawab Sri yang tidak ingin mengingat masa saat bersama seseorang yang sudah mengecewakan nya.
"ya sudah kalau gitu Ali berangkat!"
Ali beranjak dari duduknya di ikuti oleh Zira yang menggendong kahiyang.
"kamu sabar ya hadapi mommy....!"
pesan Ali saat zira mencium tangan nya.
"ya bang, Zira akan lebih banyak mengalah selama hal itu masih dalam batas kesabaran...."
jawab zira membuat Ali tertegun sejenak lalu mencium kening Zira sebelum pamit ke kantor.
bersambung.....
terima kasih yang sudah mampir....
boleh mampir ke novel author yang baru ya, dukungan para reader begitu berarti...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya, biar author semangat berkarya....😍😍😍