
Alena melambaikan tangannya saat melihat Ali dan Toni masuk ke dalam restoran dimana mereka janji bertemu.
"udah pesan makanan?"
tanya ali duduk di hadapan Alena di susul Toni duduk di samping Alena.
"udah, sebentar lagi datang.... makan dulu ya!"
Ali mengangguk... kehamilan adik nya itu berbeda dengan zira, nafsu makan Alena bertambah menjadi dua kali lipat.
tak lama makanan datang, Alena memesan beberapa makanan untuk mereka bertiga, Alena tahu makanan kesukaan Abang nya itu.
"gimana si cantik.....anteng enggak kalau malam?"
tanya Alena sambil mengunyah makanan nya.
"anteng dari mana, setiap setengah jam mata nya melek minta susu..."
Jawab Ali.
"hebat ya si cantik udah Bisa minta susu!"
sahut Toni terkekeh.
"ya enggak bilang juga tahu karena pas di kasih susu langsung diem!"
jawab Ali pada Toni yang kembali terkekeh.
"bayi emang begitu kalau malam suka ngajak bergadang....!"
ujar Alena senyum.
"masih puasa dong Lo....!"
tanya Toni.
"ya ya lah, Lo pikir gue apa yang main terkam istri pas lagi nipas...."
Toni dan Alena terkekeh kecil bersama.
"udah de makan nya kita langsung ke pokok pembicaraan aja, gerah lama lama....!"
kata Ali mendelik ke arah keduanya.
"jadi setelah alena selidiki....m mommy itu sakit bang....Alena enggak tahu kenapa ya, mommy enggak pulang ke rumah setelah kembali dari Amrik dan malah tinggal di apartemen keluarga...."
Ali mengangguk memahami ucapan Alena, apa mungkin Sri marah pada Alena juga Wisnu yang mendukung nya dengan zira.
"mommy sakit apa de?" tanya Ali.
"m... mommy sakit kanker payudara bang!"
Ali mendongak dengan wajah kaget nya mendengar perihal penyakit yang di derita oleh mommy nya.
"kamu yakin de?"
tanya ali masih tak percaya.
"ya alena ngobrol langsung sama dokter yang menangani mommy bang?"
Ali tertegun kenapa Sri tidak membicarakan hal ini dengan mereka, bahkan Sri memilih dokter lain untuk menangani nya.
"kamu udah kasih tahu kakek soal ini?"
tanya Ali menatap wajah Alena.
"sudah, Kakek bilang akan segera menemui mommy... mungkin sudah!"
Ali mengangguk, ia juga harus segera bertemu dengan mommy nya itu.
teringat percakapan nya bersama zira pasca melahirkan.
"bang, melahirkan tuh rasanya sakit banget.... begitu besar pengorbanan seorang ibu yang tak jarang seorang anak mengerti atau memahami.....Zira merasa bersalah pada mommy Abang..."
__ADS_1
Ali menatap wajah zira yang masih pucat.
"Zira mau deh rukun sama mommy Abang tapi.....!"
zira menunduk.
Ali paham lalu memeluk istrinya itu.
"kita sabar ya semoga ada kesempatan untuk kita meraih Restu nya mommy....!"
Zira mengangguk lalu memeluk tubuh Ali.
**
Ali berpikir untuk segera menemui Sri, Ali tak bisa berhenti memikirkan mommy nya itu, bukan penyakit biasa yang di derita oleh sang ibu.
"ya sudah kapan mau ketemu mommy?"
tanya Ali pada Alena.
"enggak tahu Alena masih ada pasien, tapi mudah-mudahan kakek bisa bawa pulang mommy ke rumah!"
Ali mengangguk.
"ya sudah, udah mulai jam kantor...ayo balik ton!"
ajak Ali beranjak dari duduknya dengan perasaan tak menentu memikirkan keadaan sang ibu yang menderita penyakit serius.
***
Ali menghubungi Wisnu untuk menanyakan keberadaan Sri, Ali benar benar merasa risau dengan keadaan perempuan itu.
"ada di rumah Al, Kakek jemput mommy mu di apartemen nya... kebetulan hari ini mommy mu tidak ke kantor...."
jawab Wisnu, Ali pasti sudah tahu tentang keadaan Sri.
awalnya Sri tidak mengakui hal itu pada Wisnu tapi lama kelamaan Sri akhirnya mengakui bahwa ia tengah sakit.
Wisnu merasa sakit karena putrinya menderita jiwa dan juga raga, meski Sri mengatakan bahwa ia baik baik saja namun dampak perceraian itu selalu ia tutupi seakan semua baik baik saja.
Sri hanya diam tanpa menjawab penuturan Wisnu, hari ini ia tidak pergi ke kantor karena kondisinya semakin menurun.
lagi lagi Sri tak mampu menutupi semua kesedihan nya pada Wisnu, hingga ia memutuskan untuk mendekap erat cinta pertama nya itu.
"kita pergi ke Jerman untuk berobat ya...."
Sri mengangguk dengan mata Berlinang air mata.
***
sore....
zira menoleh ke arah ponselnya yang bergetar, terlihat Ali menghubungi nya.
gegas zira menggeser tombol hijau pada benda pipih tersebut.
"halo... assalamualaikum bang?"
"walaikumsalam...sayang....!"
Ali menggeser untuk melakukan panggilan video.
Ali tersenyum melambaikan tangan nya saat wajah Cantik terpampang jelas di layar ponsel nya.
"HM .... rindu, rasanya pengen cium kamu de!"
zira terkekeh kecil mendengar penuturan pria tampan yang juga ia rindukan.
"pulang bang....zira juga kangen...!"
Ali tersenyum memberikan ciuman dari jauh.
"ya Tapi Abang mau ke rumah kakek dulu ya, Abang ada perlu sebentar....!"
__ADS_1
Zira mengangguk senyum.
"ya udah Abang tutup ya telpon nya, mmuah...."
ali mengakhiri telpon nya.
Zira tertegun sejenak memikirkan suami nya itu, sebenarnya ada masalah apa hingga terlihat serius.
Zira menghela nafas lalu beranjak membawa Kahiyang untuk di mandikan.
"siapa yang telpon?"
tanya Rumi.
"bang Ali Bu, bilang mau pulang telat karena ada urusan dengan kakek nya..!"
jawab zira.
"oh, apa ada masalah serius?"
Zira menggeleng kan kepalanya tanda tidak tahu.
"ya sudah semoga semua baik baik saja!"
harap Rumi lalu mulai memandikan Kahiyang.
***
Ali masuk ke halaman rumah, terlihat Alena dan Toni sudah sampai lebih dulu.
saat sore jalanan selalu Ramai pengendara hingga tak jarang ia terjebak macet.
"assalamualaikum...kek.."
Ali masuk ke dalam rumah menghampiri Wisnu yang duduk di sofa.
"walaikumsalam.....gimana kabar kamu, Kahiyang?"
tanya Wisnu yang baru sekali melihat cicit nya itu, namun zira merasa senang saat Wisnu Mau datang Melihat si cantik Kahiyang.
"baik...."
jawab Ali duduk di hadapan Wisnu.
"maaf ya Kakek belum lihat lagi Kahiyang... nanti lah Kakek cari waktu luang Al...!"
"ya kek.....Ali ketemu mommy dulu!"
Ali beranjak dari duduknya.
"kamu harus lebih sabar ya sama mommy mu Al, mommy mu sakit!"
ucap Wisnu menghentikan Ali yang hendak melangkah.
"ya kek......!"
jawab Ali lalu melangkah menuju kamar Sri.
Ali mengetuk pintu kamar Sri yang tidak terkunci, Ali mendorong pintu sembari memanggil mommy nya.
"Mom......!"
Ali menyembul masuk ke dalam kamar tersebut, terlihat Sri tengah meringkuk di ranjang.
Sri terdiam saat mendengar Ali memanggil namanya, terdengar langkah Ali yang semakin dekat.
"mom.....!"
Ali naik ke ranjang lalu memeluk tubuh yang semakin kurus.
"mom, maafkan Ali ya!"
Sri beranjak dari duduknya lalu menatap wajah sulung yang begitu ia rindukan, namun Sri masih belum bisa menerima perempuan yang menjadi ibu dari cucunya itu.
__ADS_1
bersambung.....