terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
memprioritaskan.


__ADS_3

Seorang pria memperhatikan video rekaman seorang perempuan yang yang tengah melawan empat orang pria bergantian, pria itu terpana saat melihat wajah cantik perempuan itu.


"kamu kenal enggak sama perempuan ini?"


tanya Arjun pemilik hotel tersebut, tempat dimana acara pernikahan Alena berlangsung.


"dia itu istri nya CEO ali dari perusahaan Hyundai Z...."


"benarkah? Ali sudah menikah?"


tanya Arjun mengangguk saat melihat ali yang datang di ikuti oleh Wijaya.


"kasus nya sudah di tangani pak, pelaku utamanya Gisel... model yang banyak skandal nya itu...."


ujar Assisten Arjun menjelaskan.


"cantik.....aku berpikir untuk menjadikan dia model untuk produk terbaru kita, dia cantik dan smart...."


"ya pak, saya dengar dia seorang guru...."


Arjun kembali mengangguk, pria itu merupakan CEO dari perusahaan dalam bidang fashion, selain itu Arjun juga memiliki beberapa hotel bintang lima di kota.


"coba kamu hubungi Ali....!"


titah Arjun.


"baik pak, saya laksanakan..."


***


Ali memperhatikan sapi yang tengah hamil, pak Saman bilang beberapa waktu lagi kemungkinan sapi tersebut akan melahirkan.


netra nya beralih ke domba yang memiliki bobot tubuh yang cukup besar, domba itu hadiah dari Reza untuk mereka berdua.


"bang, ini kopi nya....."


Zira menyimpan kopi tersebut di dekat meja.


"sayang lihat sapi nya....."


ujar Ali terkekeh.


"apa maksudnya?"


tanya zira manyun membuat Ali terkekeh.


"Ih kok di samain sama sapi...!"


ujar Zira cemberut.


"enggak, siapa yang nyamain sama sapi?"


Jawab Ali menghampiri istri nya yang tengah merajuk.


"itu apa coba maksud nya....!"


"enggak sayang, maksud ku itu sapi lagi hamil sama seperti kamu....!"


ujar Ali terkekeh lalu memeluk zira dari belakang.


"kita jalan jalan yuk ke ladang...."


ajak Ali dan di anggukan oleh Zira, keduanya pergi menggunakan motor.


pekerja di peternakan bertambah setelah Ali membuka ternak ikan, zira senang karena dengan itu mengurangi pengangguran di kampung nya.


"ibu ........!"


ucap anak anak sekolah yang hendak berangkat ke sekolah.


"berhenti dulu bang?"

__ADS_1


titah zira melambai kan tangan nya ke arah anak anak yang langsung berlari menghampiri zira yang turun dari motor.


"ibu, kita kangen...ibu mau ngajar lagi?"


tanya salah seorang anak yang memeluk zira.


"ya mau nya seperti itu tapi ibu lagi hamil dan ibu juga akan kembali ke kota!"


jawab zira membuat anak anak langsung terdiam.


"sekolahan kita udah bagus, tapi enggak ada ibu!"


ucap salah seorang anak terlihat sedih.


"ya sayang, sekolahan sudah bagus dan kalian harus semangat belajar nya, nanti kapan kapan ya ibu main ke sekolah..."


zira tersenyum lalu memberikan satu lembar uang lima puluh ribuan.


"ini untuk kalian ya, bagi bagi.... ingat pesan ibu ya, kalau kalian harus semangat belajar..."


tentu hal itu Membuat netra anak anak itu berbinar senang.


"terima kasih Bu....!"


ucap anak anak lalu mencium tangan zira dan berlari menuju sekolah.


Ali memperhatikan hal itu dengan tersenyum, istri nya memang luar biasa, kehadiran nya selalu jadi dambaan anak anak di sekolah.


bahkan saat risen kemarin banyak anak anak yang sedih karena zira tak lagi mengajar.


zira membalikkan badannya dan melihat Ali yang tersenyum melipat tangannya di dada.


"ayo bang kita lanjut?!"


ujar zira mendekati Ali, di samping mereka ada sungai kecil mengalir air yang hijau dan jernih.


Zira senyum saat ali meraih tangan nya, lalu menciumnya dengan lembut.


zira mengangguk...


"itu pertama kali aku kagum sama kamu de, sosok yang ternyata telah lama menaungi hati Abang....!"


Zira terkekeh kecil, tak menyangka hubungan keduanya sudah sejauh ini.


"terima kasih ya bang, udah sayang dan cinta sama zira!"


"ya, Abang juga bersyukur sekali karena kita masih bersama!"


jawab Ali merengkuh tubuh zira yang langsung menghangat, sinar matahari pagi membias menyinari bumi... terlihat burung burung bertebaran di sawah yang hijau.


keduanya melanjutkan perjalanan menuju ladang Dimana ada Ahmad Yang tengah memanen daun bawang, panen kali ini cukup memuaskan.


"zira.....!"


panggil Ahmad senyum melihat Zira dan Ali menghentikan laju motor nya dekat mobil Ahmad Yang tengah memuat berbagai macam Sayuran.


"pak...!"


zira mencium tangan Ahmad di ikuti oleh Ali.


"sudah ke rumah belum?"


tanya Ahmad.


"belum, pulang dari sini zira ke rumah ibu...!"


jawab zira, Ali sendiri menilik hasil panen kali ini.


"para petani menanyakan tentang tanaman hidroponik Al....!"


ujar Ahmad.

__ADS_1


"ya, Ali belum sempat ngurusin itu pak karena Ali sibuk di perusahaan, Ali udah hubungi yang ahli dalam bidang itu. mungkin nanti kalau reza kembali.... tapi itu belum pasti karena Ali ingin fokus pada zira dulu."


Ahmad mengangguk dan cukup bangga pada menantu nya itu yang memprioritaskan kepentingan istri nya terlebih dahulu..


"ya sudah bapak ke pasar dulu ya..."


Ali dan zira mengangguk.


keduanya naik ke atas ladang dimana lahan perkebunan ali berada.


"ayo duduk.....!"


ajak Ali saat sampai di saung bambu.


"kayaknya bagus kalau kita bikin rumah disini de....!"


ucap Ali menilik lahan nya yang cukup luas.


"siapa yang mau tinggal, zira enggak mau ah rumah di atas.... takut..."


jawab zira membuat Ali terkekeh.


"takut kenapa? jadi kalau kita buat rumah disini, tiap hari tuh kita bisa lihat pemandangan indah seperti ini.... sawah dan ladang, bukit dan gunung yang hijau.."


tutur Ali.


"ya, tapi kita kan tinggal di Jakarta, nanti rumah nya kosong bang...di peternakan juga ada!"


jawab zira lalu beranjak dari duduknya melangkah mendekati para petani yang tengah bekerja di ladang.


siapa sangka, zira yang dulu di Pandang sebelah mata menjadi nyonya pemilik peternakan.


"kita ke rumah ibu yuk bang!"


ajak zira menoleh ke arah Ali yang tengah menatapnya.


"ayo....!"


keduanya beranjak dari saung bambu itu, melangkah perlahan turun dari ladang.


Ali tak pernah melepaskan tangan istrinya untuk terus menuntun nya hingga turun ke bawah..


Zira tersenyum saat melihat Rizky dan Yuna melewati mereka dengan membawa bayi mereka, syukurlah keduanya sudah akur.


perpisahan menyadarkan seseorang tentang betapa berharganya orang yang dulu bersama kita... setiap kejadian yang terjadi menjadi muhasabah untuk kita memperbaiki diri dan kualitas hidup.


*


Toni menghampiri seseorang yang katanya mencari Ali, Nindy menyuruh tamu tersebut menunggu di depan ruangan Ali.


"hai... Arjun!?"


panggil Toni melihat pria yang menjadi teman saat masa kuliah dulu.


"Hai ton, gimana kabar Lo? mana Ali?"


tanya Arjun.


"dia lagi pulang kampung...ada perlu apa Lo?"


"gue mau ketemu istri nya....!"


jawab Arjun membuat Toni terperanga


"ngapain Lo?"


tanya Toni tak paham, apa mungkin Arjun menyukai zira tapi setahu Toni, Arjun sudah menikah dan punya dua anak.


bersambung....


hai para reader, terima kasih yang sudah mampir dan setia dengan novel ini.

__ADS_1


dukungan para reader sangat berarti untuk author, jangan lupa like dan komentar ya.....😍😍😍


__ADS_2