terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
di anggap gila.


__ADS_3

tiga bulan berlalu....


zira sudah kembali pada aktivitas mengajar nya di sekolah, tak memperdulikan omongan orang tentang dirinya yang seperti nya akan gagal menikah karena pria amnesia itu tak pernah kembali bahkan tak ada kabar apapun seperti hilang di telan bumi.


seperti saran Reza, Zira belajar ilmu bela diri silat dari Ahmad Yang dengan senang hati mengajar kan nya, sudah sejak lama Ahmad menawarkan hal itu namun zira selalu menolak dengan alasan sibuk namun kini waktu senggang nya ia gunakan sesibuk mungkin agar tak mengingat pria itu.


zira jarang pergi kemana mana selain sekolah, ia jarang ke ladang apa lagi peternakan. sebisa mungkin zira menghindari tempat saat bersama pria asing itu.


sore itu zira menghentikan laju sepeda nya saat santai sepedanya lepas, zira berhenti tepat di mana ia dan Ali berhenti di jalan itu.


zira tertegun...ia begitu merindukan pria itu, kenapa semua terjadi saat cinta ini begitu dalam, kenapa pria itu menghilang saat rasa sayang nya begitu besar hingga kini hanya rasa hampa dan sesak yang merajai.


"bang, kamu dimana aku rindu!"


teriak zira dengan kencang hingga menggema, burung burung di sawah itu langsung berterbangan. zira terpaku melihat burung yang terbang seakan menandakan bahwa pria itu sudah pergi menjauh entah terbang kemana.


"bang.... kenapa kamu tidak kembali?"


teriak zira lagi, air mata hadir tanpa bisa di cegah, orang orang yang melihat dan mendengar hal itu menganggap bahwa zira sudah gila karena kehilangan pria amnesia itu.


"makanya jangan cuma lihat gantengnya aja, asal usul juga harus jelas, jangan mudah terpikat pria tampan amnesia....!"


ucap salah seorang ibu yang membawa bakul melewati zira yang mematung sendiri, mencerna ucapan ibu ibu itu.


dengan langkah gontai zira berjalan menuntun sepeda nya, rasanya malas mengayuhnya.


jalan menuju rumah seakan begitu jauh, kaki nya berat melangkah, benarkah demikian ia yang salah karena dengan mudah nya terpikat pria tampan amnesia yang tak jelas asal usulnya.


"zira, ayo sadar..... semua tak seindah Yang kau harapkan, tiga bulan berlalu terombang ambing dalam asa yang tak jelas....


bangun zira........kau terlalu lama bermimpi, jangan lagi berkhayal tentang kedatangan nya karena mungkin saja ia amnesia tentang mu!"


gumam Zira dalam hatinya sendiri.


tak lama ia sampai di rumah, Rumi menghampiri zira dengan tatapan kosong nya.


"malang nian nasib mu nak...!"


ucap Rumi dalam hati merangkul pundak zira.


"kenapa Bu?"


tanya zira menoleh.


"zira baik baik saja, hanya lapar dan ingin makan yang banyak?!"

__ADS_1


ucap zira lalu beranjak ke dapur meninggalkan Rumi yang tak bergeming.


tak lama zira keluar dari dapur membawa sepiring nasi, lauk dan sambel yang menjadi favorit nya.


"ayo makan Bu, zira lapar!"


ujar zira lalu menyantap makanan nya dengan lahap, Rumi termangu menatap air mata yang keluar dari sudut mata zira yang tengah mengunyah makanan nya, berbagai cara Zira lakukan untuk menutupi kesedihannya.


"bang, kapan kita makan sepiring berdua lagi?"


Tutur Zira dalam hati nya, wajah nya memerah karena menahan pedas.


"sudah ra, jangan makan lagi sambel nya. nanti kamu sakit perut!"


ucap Rumi mengambil sambal tersebut.


"Bu, zira mau makan lagi sambel nya..."


Tutur zira mengambil sambal tersebut.


"Bu, omongan ibu tentang zira pedas kayak sambal ini tapi zira lahap meski rasanya hampir membakar, ada yang bilang zira gila!"


ucap zira duduk di bawah lalu menangis tersedu.


Rumi tertegun sejenak lalu mengangkat tubuh zira lalu memeluk nya.


ucap zira tersedu.


"harusnya zira nurut sama ibu!


harus nya zira tidak terpikat pria amnesia itu!"


ucap zira terbata, Rumi melepaskan pelukannya.


menatap wajah zira yang begitu sendu, air mata mengalir di pipinya. tiga bulan berlalu begitu menyesakkan. tiap waktu menunggu kedatangan pria itu, entah bagaimana kini keadaan nya, zira bahkan tak pernah lagi bermimpi setelah mimpi dimana ia melihat Ali terluka karena tembakkan.


setelah nya tak pernah ada lagi mimpi tentang pria itu, seberapa besar apapun rasa rindu itu. Tuhan tak pernah menghadirkan pria itu dalam mimpinya.


"sudah jangan menangis lagi nak, serahkan kepada Allah yang maha kuasa, ia yang memiliki segalanya. semua sudah Allah tentukan nak...kamu harus sabar dan lapang menerima semua ini, kita tidak pernah tahu rencananya, mungkin ini ujian untuk kamu!


Kamu harus sabar dan kuat ya anak ibu, jangan lemah. anak ibu itu kuat dan tentunya masih waras!"


ucap Rumi dan di anggukan oleh zira yang langsung memeluk Rumi.


Ahmad dan Reza yang berada di balik pintu ikut terhanyut dalam kesedihan zira, keduanya juga bingung harus mencari pria itu kemana, nama nya saja mereka tidak tahu!

__ADS_1


"kasihan zira kak..."


ucap Reza duduk di kursi kayu, senja itu tampak mendung.


"ya mau bagaimana lagi,za. cari anak itu kemana?"


ucap Ahmad terduduk lesu.


......................


Jerman.


Ali masih belum sadar dari koma nya pasca operasi akibat pendarahan di otak, Sri sendiri sudah kembali ke Amrik karena tuntunan pekerjaan, Sri serahkan pada perawat khusus yang memantau kondisi Ali.


beberapa hari ini Wisnu datang untuk memantau perkembangan kondisi Ali, Wisnu berpikir untuk menunggu cucu kesayangan nya itu, masalah perusahaan sudah ia percaya kan kepada Toni asisten pribadi Ali.


dan tentang Niko polisi masih belum menemukan persembunyian pria itu, berbarengan dengan Gisel yang pergi entah kemana, model cantik itu menghindari desakan dari pengacara Sri, sementara Gisel memang tidak tahu dimana Niko berada. Niko benar benar menghilang entah kemana.


namun Wisnu tetap meminta polisi untuk terus mecalak keberadaan Niko dan mengusut tuntas kasus itu, Niko sudah menyebabkan Ali cedera parah.


"bangun Al, Kakek sangat merindukan mu..."


ucap Wisnu mengusap wajah Ali yang tampak pucat.


Wisnu menatap cincin yang melingkar di jari manis Ali, entah cincin pernikahan atau apa Wisnu juga tidak tahu namun Wisnu tidak melepaskan cincin itu dari jarinya, Khawatir kelak saat Ali bangun menanyakan cincin itu jika Wisnu memaksa melepaskan nya.


sebenarnya Wisnu ingin Sri menunggu Ali sampai sadar namun Sri lebih memilih pekerjaan yang sebenarnya bisa Wijaya urus sendiri.


namun itulah Sri yang keras kepala dan tak mau mendengar nasihat Wisnu.


dari dulu juga Sri selalu mengutamakan pekerjaan di banding kedua anaknya, hingga menyebabkan Ali atau pun Alena lebih dekat dengan Wisnu.


"halo pah, bagaimana keadaan Ali?"


tanya sri di sebrang telpon.


"belum sadar, kapan kamu datang lagi!


kasihan Ali!"


"Sri masih sibuk, tapi Sri sudah menemukan calon istri yang pas untuk Ali nanti!"


ucap Sri membuat Wisnu tertegun.


bersambung....

__ADS_1


terima kasih sudah mampir 😍😍


jangan lupa like and komentar ya😍


__ADS_2