
Ali tidak percaya dengan apa yang terjadi menghantar kan nya langsung pada pujaan hati nya itu, Ali ingat saat zira memberikan nya Nafas buatan...
awal pertemuan keduanya justru membuat bibir keduanya terpaut seperti dulu saat Ali hendak pergi ke Amrik untuk kuliah, ia sempat mengecup bibir gadis itu singkat.
pujaan hati kini berada dalam genggaman nya, tanpa harus bersusah payah ia mendekati gadis itu, kejadian memilukan itu membawa nya langsung pada zira, ia datang ke peternakan memang berniat untuk mencari tahu keberadaan zira, jalan yang tuhan tunjukkan begitu indah namun apakah zira akan menerima nya saat tahu siapa dirinya mengingat status nya sebagai tuan muda, namun Ali sendiri tak pernah mempersoalkan itu.
"mungkin sebaiknya aku tidak memberi tahu zira soal ini, nanti saja kalau aku dan zira sudah menikah, aku akan membawa nya ke kota.....!"
gumam Ali sendiri memejamkan matanya karena merasa pusing setelah mengingat semua nya.
tak berapa lama Reza masuk ke dalam rumah tersebut.
"bro kamu kenapa?"
tanya Reza menghampiri Ali pria asing itu tengah berbaring.
"sedikit pusing, tolong telpon zira katakan aku akan datang siangan, aku mau istirahat dulu!"
"memang kalian mau kemana?"
tanya Reza lebih dekat.
"ke pasar beli cincin...."
"wah hebat, kalian mau tunangan?"
tanya Reza sumringah.
"ya, za. kalau bisa aku pinjam uang untuk acara nya, Aku janji ganti nanti!"
"oke itu soal gampang, aku pasti bantu Kalian..."
ucap Reza lalu menelpon Zira untuk memberikan informasi tentang pria itu.
**
"bang, kamu sakit...paman bilang kamu jatuh di kandang."
ucap zira menggandeng tangan Ali, pria asing itu berjalan di koridor pasar.
"ya, tapi enggak apa-apa...!"
ucap Ali berhenti di sebuah toko emas.
"ayo pilih yang kamu suka de...!"
titah ali tersenyum, jantung nya berdetak tak karuan melihat senyum manis gadis itu.
"beli yang murah aja bang, biar dapat nya dua ya! Aku satu kamu satu bang!"
ucap zira mulai memilih.
"maaf ya de, lain kali Abang belikan satu toko emas ini untuk kamu tapi enggak sekarang karena Abang takut kamu berpikir ulang jika Tahu siapa Abang!"
ucap Ali karena tahu bagaimana sifat zira yang menolak risky karena selain zira terpikat pria asing itu, ia juga menilik keadaan mereka yang tidak setara.
Ali menoleh kearah televisi yang menyiarkan langsung tentang skandal Gisel dengan produser nya.
"aku semakin yakin untuk tidak memilih mu, perempuan nakal...!"
gumam Ali dalam hati melihat tayangan tentang pacar nya itu.
"bang bagaimana kalau yang ini... kamu suka enggak?"
tanya zira memperlihatkan dua cincin bermata satu untuk nya dan pria asing itu.
"bagus, cantik Seperti Kamu!"
ucap Ali berdesis di telinga zira yang tertutup pasmina.
"gombal...!"
ucap zira terkekeh sambil menarik tangan Ali untuk membayar cincin yang sudah zira pilih.
"beli dress cantik juga ya untuk acara nya!"
ucap Ali meraih tangan zira, tangan yang dulu begitu ingin ia genggam.
__ADS_1
"memang masih ada uang nya!"
"ada tenang saja!"
ucap Ali lalu membayar cincin tersebut.
setelah selesai keduanya masuk ke dalam pasar untuk membeli baju.
"lain kali Abang ajak kamu ke butik paling mahal de...!"
gumam Ali menuntun tangan zira.
"kita beli samaan ya, batik aja!"
ucap zira senyum.
"ya sudah beli untuk ibu dan bapak juga!"
ucap Ali.
"mahal bang, nanti uang kamu habis!"
"ada, tenang aja. besok masih kerja!"
ucap Ali meyakinkan zira untuk membelikan pakaian untuk Ahmad dan Rumi.
setelah selesai Ali mengajak zira mampir ke pedagang bakso untuk makan siang.
"mau makan di sini atau bungkus makan di rumah?"
tanya Ali pada kekasih nya itu.
"hmm, bungkus saja makan di peternakan. karena ibu bapak enggak ada di rumah, mau pergi kondangan. beli untuk paman saja!"
"ya sudah....!"
ucap Ali memesan tiga bakso untuk di bawa pulang.
**
Ali tersenyum menatap tangan yang menggenggam nya berjalan masuk ke dalam rumah kecil itu, terlihat Reza tengah duduk nonton TV.
ucap zira masuk menunjukkan bakso yang ia bawa.
"walaikumsalam... Alhamdulillah tahu aja kalo aku lagi lapor!"
"laper...."
ucap zira terkekeh.
"ya itu maksudnya.... mau ingatkan kalau mangkuk sama piring ada dua"
ucap Reza sambil nyengir.
"hmmmm, dasar ya bukan nya minta sama Bu darmi!"
ucap zira hendak beranjak namun ali tahan.
"jangan de, semangkuk berdua aja. biar Abang yang ambil"
ucap pria itu beranjak pergi ke dapur.
"mau nya semangka berdua!"
ucap Reza.
"semangkuk...."
ucap zira, Ali hanya tersenyum, rumah ini menjadi kenangan indah dulu bersama zira, gadis itu tak pernah tahu kalau pria itu pengagum rahasia nya.
"ayo makan bang?"
ajak zira meniup bakso tersebut sebelum memberikan nya pada Ali yang terus menatap nya, tak percaya ia bisa sedekat ini dengan zira bahkan sebentar lagi mereka akan menikah.
"kenapa bang? lihat zira seperti itu?"
tanya zira namun Ali hanya menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"awas zira hati hati, si bro abis kebentur tembok dikhawatirkan dia jadi gila."
"ya aku emang gila, tergila gila sama kamu...."
ucap Ali tersenyum menatap zira yang langsung memerah.
"kamu bisa aja bang, mau aku jatuh... terus aja terbangin...." ucap zira manyun.
"kasihan deh merajuk ternyata dia....!"
ucap Reza terkekeh kecil.
"sudah ayo makan...?!"
ucap Ali menyuapi zira makan.
Setelah selesai Ali mengajak Zira ke danau buatan dekat Padang rumput, tempat para domba minum.
"ada ikan nya loh bang...!"
ucap zira duduk di tepi danau.
"kamu tahu?"
tanya Ali menoleh pada zira yang melempar kan batu ke arah danau.
"bang kamu enggak bisa berenang?"
tanya zira menyentuh air yang tenang.
Ali menggelengkan kepalanya.
"kenapa, Laki-laki biasanya jago berenang...?!"
tanya zira menoleh ke arah Ali yang juga tengah menatap nya.
"aku pernah tenggelam di kolam renang yang dalam, aku kira dangkal ternyata kolam nya dalam...!"
"kamu ingat bang?"
tanya zira sedikit heran karena pria itu kan tengah amnesia.
"aku.....aku juga tidak tahu kenapa bisa memberikan jawaban seperti itu.."
ucap Ali dengan terbata khawatir zira curiga kenapa ia bisa menjawab seperti itu.
"apa ingatan Abang mulai pulih...!"
tanya zira mendekat.
"Abang juga enggak tahu....!"
ucap Ali berbohong tak ingin zira tahu dulu karena keadaan akan runyam bahkan rencana pertunangan nya bisa saja tertunda.
"kita pulang yuk, udah sore nanti ibu marah sama kamu....!"
Zira mengangguk.
"ayo Abang gendong...!"
tawar Ali menyodorkan punggung kokohnya.
"emang kuat, aku berat loh bang....!"
"kamu lupa kalau aku pernah jadi kuli panggul, berat kamu enggak sampai Lima puluh kilo....!"
ucap Ali mencubit pipi zira gemas, rasa cinta itu semakin dalam hingga menembus relung hati, rindu yang dulu menggebu kini berlabuh pada pemilik nya.
"ayo....!"
ucap Ali dan di anggukan oleh zira yang naik ke punggung pria tampan itu, mendebarkan namun ia tidak bisa menghindari keadaan itu.
"terima kasih ya bang!"
ucap Zira di telinga Ali, pria amnesia itu.
Reza tersenyum melihat kemesraan mereka berdua, dia lah nanti yang akan menemani pria asing itu melamar zira di acara pertunangan mereka weekend yang akan datang.
__ADS_1
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir.😍😍