terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
ingin pulang


__ADS_3

Ali dan zira segera beranjak dari tempatnya di ikuti oleh Reza dan nadia, keduanya bersyukur karena masalah tak berlarut dan dengan mudah Tuhan memberikan titik terang dari permasalahan tersebut.


gembok tidak pernah di buat tanpa kunci, demikian Allah tidak memberi kan ujian tanpa solusi, yakin lah setiap masalah ada jalan keluar nya.


Ali menggenggam tangan zira masuk ke dalam rumah besar itu, Wisnu sendiri berada di dalam kamar menunggu Sri yang sudah tak berdaya.


"assalamualaikum... kek...!"


sapa ali masuk ke dalam kamar dan langkah nya tertahan saat melihat keadaan Sri yang semakin drop.


"walaikumsalam...al..!"


jawab Wisnu lirih Meminta Ali untuk lebih dekat.


"mi....!"


Ali berjongkok di hadapan Sri yang terlelap.


Alena masuk ke dalam kamar tersebut, menyapa zira, perut nya semakin membesar.


"kamu baik baik saja Ra? bang Toni bilang kamu pingsan?"


Tanya Alena memperhatikan Ali yang mengelus tangan Sri yang semakin kurus.


"aku cuma kurang sehat....!"


jawab zira senyum sambil mengelus perut Alena, kandungan nya semakin mendekati hpl.


"Ali.....!"


Sri membuka mata lalu menitikkan Air mata nya.


"mommy maaf kan Ali ya, sekarang kita ke rumah sakit ya!"


ajak Ali tak ingin mendengar kan penolakan lagi, Ali langsung mengangkat tubuh Sri dan membawa nya keluar, gegas zira membantu membereskan keperluan yang hendak dibawa.


Ali menitikkan air mata nya Melihat kondisi Sri, ia tidak ingin terlambat memberikan penanganan.


gegas Reza dan Nadia membantu Ali membawa Sri ke rumah sakit.


"aku ikut bang....!"


ucap Alena berpapasan dengan Toni yang sampai di rumah.


"ya sudah ayo kita ke rumah sakit"


Wisnu juga mengikuti mereka menggunakan mobil nya bersama assist.


zira mengelap keringat yang keluar dari pelipis Sri, mertua nya itu menoleh sekilas ke arah zira yang langsung terpaku.


Zira lebih memilih diam meski ia sedikit merasa pusing dan kembali mual.


tak berapa lama mereka sampai, gegas Ali mengangkat tubuh Sri dan meletakkan nya di brankar yang sudah siap di depan pintu IGD.


zira dan Nadia mengikuti langkah Ali dan Reza yang mendorong Sri ke memasuki ruangan pemeriksaan.


"kita tunggu di sini saja Ra...!"


ajak Nadia duduk di kursi tunggu depan ruangan pemeriksaan.


Ali dan Wisnu menemani di dalam, tak lama Alena tiba lalu menghampiri zira yang duduk di kursi.


Alena tertegun saat tiba tiba kembali merasakan mules beberapa waktu Sempat merasakan hal itu namun kembali hilang dan sekarang ia kembali merasa mules.

__ADS_1


"kamu kenapa na?"


tanya zira melihat Alena berkeringat dingin.


"aku mules lagi Ra....!"


gegas Toni mendekati Alena yang sedikit meringis.


"sayang kamu mau melahirkan?" tanya Toni menyentuh perut istri nya.


"enggak tahu takut nya cuma kontraksi palsu!"


jawab Alena dengan tenang karena ia seorang dokter dan pasti mengetahui hal itu dengan jelas.


"ya udah biar jelas diperiksa aja ke dokter kandungan na....!"


ujar zira dan di angguk kan oleh Alena, gegas keduanya beranjak pergi menuju dokter kandungan.


"pas banget ya kalau Alena lahiran sekarang, kita ada di rumah sakit!"


zira mengangguk lalu pintu terbuka Ali mendorong brankar membawa sri ke ruang perawatan.


kanker nya sudah mencapai stadium akhir, dokter mengatakan kecil harapan nya untuk sembuh.


zira mengikuti langkah Ali dan masuk ke ruang perawatan VVIP, terlihat Sri terlelap dalam tidur nya.


"gimana keadaan mommy bang?"


tanya zira memperhatikan wajah Ali tampak sendu.


"kita doakan yang terbaik saja de karena dokter bilang kemungkinan untuk sembuh itu sangat kecil, dan mommy bilang dia enggak mau di rawat...mau pulang aja tapi Abang enggak mungkin tega membiarkan mommy di Rumah..."


tutur Ali menjelaskan keadaan Sri.


"oh ya... terus gimana sekarang?"


tanya Ali sedikit cemas.


"aku juga belum tahu, tadi paman pamit untuk pulang..."


jawab zira.


"ya sudah kita lihat kondisi Alena...."


ajak Ali dan meminta Wisnu untuk menunggu Sri.


dengan langkah cepat Ali menuntun tangan zira berjalan menuju tempat dimana Alena berada.


"gimana ton....?"


tanya ali saat bertemu dengan Toni yang berjalan sendiri.


"Alena mau melahirkan, dan sekarang baru pembukaan...!"


ujar Toni menjelaskan tentang keadaan Alena di ruang perawatan.


"oh seperti itu ya sudah....!"


jawab Ali lalu masuk ke dalam, keadaan seperti itu bukan hal yang aneh untuk Ali, melihat seorang perempuan meringis menanti pembukaan karena sebelumnya zira juga pernah merasakan. Alena juga terlihat tenang.


"semangat ya na...!"


sahut zira senyum menyentuh tangan Alena.

__ADS_1


"gue titip Alena sebentar ya, mau ambil keperluan sekaligus jemput mama karena papah sedang keluar kota...!"


ucap Toni dan di anggukan oleh Ali.


tak berselang lama setelah Toni pergi, Wisnu menelpon Ali dan meminta nya kembali ke ruangan Sri.


"kamu tunggu Alena ya, mommy manggil aku!"


"gimana keadaan mommy bang?"


tanya Alena, ia berharap Sri bisa bertahan sampai bayi nya lahir ke dunia.


"seperti itulah len, banyak berdoa saja karena kita juga sudah berusaha setelah itu bagaimana Allah menentukan... kamu yang tenang ya!"


pesan Ali pada Alena yang langsung menitik kan air mata nya tanda kesedihan melingkupi ruang kalbu nya.


"kamu harus sabar, kita harus ikhlas apa pun yang terjadi...!"


sambung Ali lalu pergi meninggalkan kedua nya.


"kamu sabar ya!"


Alena mengangguk lalu memeluk zira yang merengkuh nya.


Ali kembali ke ruangan Sri, Wisnu terlihat duduk di dekat ranjang.


"ada apa kek?"


tanya Ali mendekati.


"mommy mu ingin pulang!"


jawaban Wisnu tampak sedih.


Ali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan, kalau saja mommy dan Dady nya tidak bercerai mungkin ia bisa meminta pendapat sang ayah tapi kalau sudah seperti ini, ia di tuntut memutuskan sendiri sementara Wisnu menyerahkan semua pada Ali.


"mi, maafkan Ali ya... Alena mau melahirkan, mommy harus sabar dan mau berobat...mi kita mau mommy sembuh!"


ucap Ali pada Sri yang terpaku sendiri merasakan sakit itu semakin menggerogoti.


"mommy tidak mau meninggal di rumah sakit Al... mommy tidak mau seperti nenek mu!"


Wisnu tertegun mendengar penuturan Sri, istri nya memang meninggal di rumah sakit.


"mi jangan bicara seperti itu?"


Ali menggelengkan kepalanya lalu memeluk Sri.


"pokoknya mommy mau pulang Al... kamu ngerti enggak sih keinginan mommy!"


ujar Sri lirih namun terdengar jelas.


Wisnu mengangguk meminta Ali untuk menuruti keinginan Sri.


"oke kita pulang, tapi tunggu sampai Alena melahirkan kita pulang sama sama ya!


Ali mohon mi...."


Sri mengangguk lalu kembali memejamkan mata nya, Ali terpaku sejenak lalu menghubungi Wijaya untuk memberi tahu tentang Alena juga keadaan mommy nya.


bersambung......


terima kasih ya para reader yang masih setia dengan Novel author ini, semoga kalian semuanya sehat selalu.....

__ADS_1


terima kasih....


__ADS_2