terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
tengkulak sayuran.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Alena sudah meminta izin cuti untuk seminggu yang akan datang, ia hendak pergi ke peternak menyusul Ali dan zira.


suasana rumah semakin sepi, Wijaya juga jarang pulang entah kenapa keduanya kini sering kali bertengkar membuat alena jengah tak ada kebahagiaan di rumah itu.


Alena menghubungi Toni agar menemani nya ke peternakan esok pagi.


awalnya Toni berpikir untuk menunggu Alena di peternakan namun ia berubah pikiran untuk pulang ke kota dan kembali bersama Alena nanti.


Reza memperhatikan zira dan Ali yang tengah memberi makan domba pemberian nya, bercanda dan tertawa bersama.


"nanti kita buat acara resepsi pernikahan ya..."


Ucap Ali menoleh ke arah zira yang langsung mengangguk.


Ali mendekati Zira dan memeluk nya dari belakang, mencium pipi zira berulang kali.


"bang....!"


"hm.........!"


Ali tersenyum memiringkan kepalanya menatap wajah Zira yang merona.


"ini di luar bang, nanti ada yang lihat!"


zira senyum lalu melepaskan pelukan Ali.


"biarkan paling mereka iri sama Kita!"


Ali terkekeh lalu menggenggam tangan Zira untuk mengikuti langkah nya menuju Padang rumput.


"mentang-mentang yang punya peternakan... bebas!"


Ali kembali terkekeh mendengar perkataan istri nya.


Ali mengajak zira untuk duduk di rumput hijau di bawah pohon rindang.


"gimana de luka nya masih suka kerasa sakit enggak?"


tanya Ali memandangi wajah cantik istri nya.


kedua nya belum melakukan malam pertama karena Ali ingin luka zira benar benar sembuh, ia selalu khawatir zira kesakitan.


"Udah sih, emang kenapa bang?"


tanya zira senyum menatap wajah Ali.


"Abang cuma mau memastikan kamu sembuh aja....!"


Ali mengarah kan zira untuk duduk menyandar pada nya.


Zira menggigit bibir saat tangan Ali menelusup ke dalam kaos nya, meraba bekas operasi nya.


"nanti kita periksa kalau Alena kemari ya, kemungkinan sore Alena datang"


Ali tersenyum melihat zira yang mengangguk sambil kegelian.


"geli....?"


tanya Ali mengusap perut zira yang rata.


"udah tahu Masih nanya aja...!"


ali terkekeh saat zira mengeluarkan tangan Ali yang semakin tidak mau diam.

__ADS_1


"Abang sayang sekali sama kamu!"


kata kata cinta terus menghiasi kebersamaan mereka berdua, Ali seakan tak bisa jauh dari perempuan itu.


"Zira juga sayang sekali sama Abang!"


Zira mendekap erat tubuh Ali, pria itu tersenyum lalu mencium bibir zira yang langsung memejamkan matanya.


sesuai instruksi Reza pekerja yang lain nya di larang mendekati kawasan dimana Ali dan zira berada, Reza menjaga privasi kedua nya.


Rizky sendiri sudah mendengar kabar tentang Zira yang sudah menikah dengan pria asing itu, ia sendiri tinggal menunggu waktu untuk bercerai dari Yuna setelah Yuna melahirkan nanti.


ada perasaan lega juga pedih karena perempuan itu kini telah di miliki orang lain, sempat kembali berharap saat pria itu menghilang Namun kenyataannya jarak tak membuat keduanya berpisah malahan mereka kembali ke kampung dalam ikatan suami istri.


***


Ali dan zira menggunakan sepeda menyisir Jalan panjang membentang sawah yang hijau, hal itu menjadi pemandangan indah untuk kedua nya yang hendak mendatangi Ahmad di ladang, kini Ahmad menjadi tengkulak sayuran di kampung itu, Ahmad juga sudah bisa membawa mobil sendiri berkat Ali yang beberapa hari kemarin mengajari nya membawa mobil.


Rumi juga membuka toko kelontong di rumah, bukan hanya merenovasi rumah tapi Yuda juga membuat kan Rumi sebuah toko di samping rumah, memberikan nya modal untuk usaha toko Tersebut.


"semua memang dari Yuda, tapi Yuda juga tidak akan bisa seperti ini kalau bukan karena zira, ia yang memberikan modal dan support untuk Yuda....."


ucap Yuda di telpon membuat Rumi termenung mengingat semua kejadian di masa lalu, bagaimana sikap nya pada Yuda juga zira. padahal ia memiliki anak anak yang Sholeh dan Solehah.


Kini ia yang menikmati hasil kerja keras anak anak nya.


*


"biar Ali bantu......"


Ali ikut mengikat beberapa sayuran yang sudah naik ke mobil col bak tersebut.


Zira tersenyum memperhatikan, beberapa orang merasa bahwa zira begitu beruntung mempunyai suami seperti Ali, sudah baik orang kaya pula.


beberapa petani kini menjual sayuran pada Ahmad Yang membeli sayuran mereka dengan harga pantas, awalnya Ahmad enggan menjadi tengkulak sayur namun karena Robi bapak nya Beno sudah pindah ke kampung seberang, Ahmad pun mau membeli sayuran para petani.


tanya Ahmad.


"jalan jalan aja pak....!"


jawab Ali setelah membantu Ahmad.


"pengantin baru namanya juga ya, lagi senang senang nya....!"


ujar seorang bapak yang membantu Ahmad.


Zira dan Ali tersenyum menanggapi.


"Ya sudah Ali dan zira kembali ke peternakan ya pak!"


ucap Zira mengajak Ali karena ia merasa tak nyaman beberapa orang terus memperhatikan mereka berdua.


"ya udah, hati hati bapak juga mau kepasar!"


Ahmad tersenyum memperhatikan kedua nya.


terucap syukur tak henti mengalir dalam benaknya melihat kebahagiaan pangantin baru itu.


**


Lima belas menit kemudian mereka sampai di peternakan, Ali dan zira memperhatikan mobil yang terparkir di halaman rumah.


terlihat Toni dan Alena tengah berbincang di Depan kolam ikan.


"hm..."

__ADS_1


Ali berdehem membuat keduanya langsung menoleh.


"Abang....zira..."


Alena tersenyum menghampiri mereka berdua lalu memeluk zira.


"kapan datang...?"


tanya zira.


"barusan setengah jam kalau enggak salah?"


jawab Alena menoleh ke arah Toni yang berdiri di Samping Ali sambil merangkul pundak Ali.


"bener Lo mau sama adik gue?"


tanya Ali melirik sekilas.


"Alhamdulillah sih gue udah dapet sinyal...."


Toni terkekeh menatap Wajah Alena yang tampak memerah.


Ali sendiri hanya mengedikan bahu nya, lalu masuk ke dalam rumah bersama Zira dan yang lain nya.


"gimana kabar mommy?"


tanya ali Kini mereka duduk di sofa ruang tamu.


"baik, sibuk dan Dady......!"


Alena menghentikan ucapannya.


"kenapa Dady?" tanya ali menatap wajah Alena.


"Dady juga sibuk dan jarang pulang?


Apa kalian enggak akan ke kota lagi?"


tanya Alena mengurungkan diri untuk memberi tahu keadaan yang sebenarnya.


Alena berpikir untuk berbicara berdua saja nanti dengan Ali, alena tak ingin ada yang mengetahui tentang ayahnya yang memiliki selingkuhan.


beberapa kali Alena melihat Wijaya bersama seorang perempuan namun Alena tak berani menegur atau mengadu pada mommy nya, Alena pikir biarkan saja sampai mommy nya tahu sendiri.


"gimana luka Kamu Ra?"


tanya Alena mengingat luka bekas operasi zira waktu itu.


"udah kering sih tapi periksa ya na....?"


ucap zira menoleh ke arah Ali yang mengangguk.


"ya sudah nanti aku periksa, sekarang makan yuk...laper!"


Alena nyengir sambil mengusap perut nya.


sejenak melupakan permasalahan yang ada, Sri juga sempat melarang Alena untuk pergi ke peternakan namun keadaan rumah justru semakin membuat nya tak betah.


bersambung.


........


jangan lupa like and komentar ya 😍😍😍


..

__ADS_1


terima kasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2