
Zira memperhatikan pria asing itu terbaring tak sadarkan diri, Reza membantu mengangkat pria itu ke ranjang.
"kenapa bisa kayak gini, zi..?"
tanya Reza.
"enggak tahu, mungkin dia mengingat sesuatu!?"
ujar zira lalu mengoleskan minyak angin pada kening dan hidung pria itu.
"bang........!"
panggil zira lirih di dekat telinga nya, Reza memperhatikan keadaan itu seperti nya zira begitu menyayangi pria asing itu.
"HM.......!"
zira tersenyum mendengar pria itu melenguh.
"kamu udah Sadar bang?"
tanya zira.
pria itu tertegun menatap wajah cantik kekasih nya itu.
"apa kamu ingat sesuatu bang?"
pria itu menggeleng kan kepalanya.
zira menoleh ke arah Jendela saat mendengar hujan turun dengan deras.
padahal pesta pernikahan risky tengah di gelar namun hujan turun dengan deras di sertakan petir menyambar, seketika lampu pun padam.
"ah ......!"
teriak zira seketika Reza keluar dari rumah menghampiri kandang mengecek sapi dan domba.
"zi.....!"
ucap pria itu menarik tangan zira, keadaan begitu gelap entah dimana Reza menyimpan lilin.
"takut bang?"
ujar zira dalam pelukan pria itu.
"kamu tenang ya, hujan nya begitu deras..."
ucap pria itu, terdengar suara petir menggelegar bersautan. membuat zira semakin mengeratkan pelukannya.
"paman.....!"
ucap zira memanggil Reza, ia khawatir dengan saudara nya itu, angin bertiup kencang hingga terdengar beberapa pohon tumbang.
"paman...."
zira hendak keluar namun di Tahan oleh pria itu.
"jangan zira, bahaya...kamu tunggu disini ya!
biar Abang yang cari Reza..."
ucap pria itu lalu keluar dari rumah itu dengan berjalan perlahan karena hujan bercampur Angin.
suasana begitu gelap hingga ia tidak bisa mencari keberadaan Reza.
"Reza........!"
panggil pria itu.
"ya, aku ada di kandang, pergilah temani zira ia takut dengan petir...!"
mendengar hal itu pria itu langsung kembali ke rumah dimana zira berada.
angin masih bertiup kencang hingga membuat udara begitu dingin.
"zira....kamu dimana?"
tanya pria itu mencari di kegelapan.
"aku disini bang.....!"
ucap Zira mencoba meraih tubuh pria itu.
pria itu langsung menarik zira ke dalam pelukannya, mencium pucuk kepala perempuan itu.
"ah......!"
teriak zira saat petir kembali menyambar, mendekap erat tubuh Pria itu.
"kamu tenang ya...ada aku?!"
ucap pria itu, terdengar jantung perempuan itu berdetak kencang.
__ADS_1
"kamu takut?"
tanya pria itu, zira mengangguk menatap netra indah milik pria itu.
zira tercenung saat pria itu mengecup bibir nya singkat.
"bang, kamu jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya....!"
ucap zira membuat pria itu terkekeh.
"Zira bagaimana kalau kita menikah besok!"
ucap pria itu di tanggapi Gelak tawa oleh zira.
"kau ini bang....!" ucap zira menjauh mendekati jendela. "ah....."
teriak zira terkejut saat petir kembali menyambar.
pria ini malah tertawa kecil melihat tingkah zira yang begitu menggemaskan.
"sini....!"
"enggak aku lebih takut sama kamu bang..." ucap zira membuat pria itu kembali terkekeh.
"dengar...aku bisa berbuat apa saja pada mu jika aku mau, rasa ingin sekali mengambil kesempatan ini tapi aku cukup waras aku begitu menyayangi dan menyanjung mu, menghormati kekasih ku. mana mungkin aku merusak mu...!"
ucap pria itu membuat zira tertegun.bahagia mendengar penuturan pria itu, laki laki memang paling pandai merayu.
"ayo duduk dengan tenang, aku akan mencari lilin....!"
ucap Pria itu meraba ke arah nakas.
tak lama pintu terbuka, Reza masuk dengan membawa lilin.
"di sini tidak ada lilin!?"
tanya pria itu.
"tidak ada, aku juga mengambil lilin dari rumah besar....!"
ucap Reza lalu menyalakan lilin ke arah belakang dapur.
"kamu enggak apa-apa zi?"
zira menggeleng kan kepalanya.
"Bagaimana bisa pulang kalau seperti ini, bapak pasti khawatir sama aku...!"
ucap Reza duduk di kursi.
sementara pria itu duduk di samping zira, merengkuh nya namun zira mencoba melepaskan diri dari rengkuhan pria itu.
"dingin de... kamu anget!"
ucap pria itu terkekeh kecil saat melihat tatapan tajam dari zira.
beberapa kali mencoba menghubungi Ahmad namun tak ada jawaban, Reza menggeleng kan kepala nya melihat zira dan pria itu tengah bercanda.
"kamu nginep aja zi... nanti aku bilang sama bapak mu...!"
"enggak, nanti apa kata orang.zira enggak mau ibu sedih karena mendengar gunjingan orang.."
ucap zira dan di anggukan oleh pria itu dan Reza.
"ya sudah tunggu hujan sampai Reda saja!"
"Alhamdulillah.... listrik nya udah nyala lagi.."
ucap zira tersenyum menatap wajah tampan pria itu.
"lapar....!"
ucap ketiganya serempak lalu terkekeh.
"ada mie instan tuh di dapur....!"
ucap Reza.
"enggak ah, mau goreng nasi saja...!"
ucap Zira beranjak meninggalkan kedua pria itu.
"aku juga mau Zi..."
ucap Reza.
"oke tunggu...."
tak lama Zira keluar dari dapur dengan dua gelas kopi hitam.
"Alhamdulillah......!"
__ADS_1
ucap Reza tersenyum menerima gelas kopi yang zira sodorkan.
"terimakasih.....!
kamu tahu aku mau yang hangat!"
ucap pria itu tersenyum mengedipkan sebelah matanya membuat zira tersenyum mendelik.
"kompor tuh di belakang lebih hangat!"
ucap zira terkekeh melihat pria itu tercengang sementara reza hanya tertawa kecil.
"tunggu ya!"
ucap zira kembali ke dapur, hujan masih turun namun tak lagi terdengar suara petir bersahutan seperti sebelumnya.
zira Merasa kasihan karena hujan turun dengan derasnya di saat malam pesta pernikahan risky.
"semoga hujan nya cepat reda..."
gumam zira dalam hati berdoa untuk keselamatan semua nya.
tak lama nasi goreng siap tersaji, zira membawa dua Pring berisi sedang dan banyak.
"Apa di sini hanya ada dua piring...?"
tanya zira.
"ya sebagian ada di rumah besar, aku suka malas cuci piring kalau banyak piring tersedia..."
"ya sudah paman makan berdua dengan si Abang?"
ucap zira membuat kedua nya saling menoleh.
"enggak ah, nanti kucing makan kucing, kamu kan pacar nya ya makan sepiring berdua saja..."
ucap Reza mengambil piring berisi sedang.
"sini....ayo makan!"
ucap pria itu menarik tangan zira.
"HM asin begini zira... pengen kawin.."
ucap Reza membuat zira tertawa kecil.
"aku coba dulu....."
ucap zira tertegun sejenak lalu terkekeh.
"ya asin......!"
ucap Zira terkekeh membuat reza menggeleng kan kepalanya, sementara pria itu menikmati nasi goreng itu dengan lahap.
"astaga mentang mentang cinta, asin juga tetap aja di lahap...!"
"gurih..... seperti.....!"
ucap pria itu berdesis di telinga zira yang langsung menepuk pundak pria itu pelan.
"sayang za, mubajir kalau enggak di makan..."
ucap pria itu tersenyum menyuapi zira.
"hah asin...... kalian berdua emang harus cepat cepat di kawinkan....!"
"memang ada apa?"
tanya Ahmad yang langsung membuka pintu.
"kak Ahmad....."
ucap Reza terkekeh lalu menceritakan tentang nasi goreng itu.
"bapak kira kenapa?"
"bapak mau? punya Paman enggak di makan!"
"enggak enggak... bapak masih kenyang!"
ucap Ahmad dengan cepat menolak, sebenernya ia juga lapar Tapi enggan mendengar kata asin, zira terkekeh melihat ekspresi wajah Ahmad dan Reza berbeda dengan pria itu yang melahap habis nasi goreng itu berdua dengan nya.
"cuma Abang Yang menghargai jerih payah zira membuat nasi goreng....!"
"HM, mudah mudahan kamu enggak darah tinggi bro..... kebanyakan asin!"
ucap Reza membuat mereka tertawa kecil termasuk Ahmad.
bersambung.....
terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍
__ADS_1