
weekend ini mereka berencana untuk kembali ke kampung, termasuk Ali dan zira yang akan mempersiapkan resepsi pernikahan nya di peternakan.
"hati hati ya Al, nanti kalau waktu nya sudah dekat Daddy akan datang bersama Mama indah!"
ujar Wijaya di telpon.
"ya, Daddy tolong bantu Toni ya di kantor, ada Kakek sih Tapi tolong pantau, Ali nanti kirim email nya dari peternakan!"
"baik Al, kamu tidak perlu khawatir Daddy akan bantu urus!"
jawab Wijaya lalu mereka mengakhiri percakapan nya.
Rumi dan Ahmad sudah bersiap pulang menggunakan mobil nya sendiri, Ali dan zira juga sudah bersiap menyusul Dengan mobilnya sendiri.
"kita jemput paman sama bibi dulu ya!"
ujar zira pada supir pribadi mereka.
Ali merengkuh tubuh zira untuk bersandar padanya lalu mengusap perut zira yang masih rata.
"pulang kampung lagi...!"
ujar zira senyum lalu mendekap Ali.
***
beberapa jam mereka sampai di kampung, bersama Reza dan Nadia, sore hari mereka sampai dan langsung di sambut Bu Darmi.
"assalamualaikum...!"
ucap zira masuk ke dalam rumah.
"walaikumsalam.....zira, ibu rindu sekali sama kamu"
ujar Darmi memeluk zira yang juga memeluknya.
"ya, zira baru sempat pulang..."
ujar zira senyum simpul, berusaha untuk tidak sedih mengingat Kahiyang. Darmi bahkan belum sempat melihat putri cantik nya itu, padahal darmi lah yang pertama kali mengetahui nya hamil.
"zira sekarang hamil lagi Bu"
__ADS_1
"Alhamdulillah zira ibu senang dengar nya, ibu turut berdukacita ya atas kepergian ibu Sri"
ali mengangguk sambil tersenyum lalu kedua nya masuk ke dalam untuk beristirahat.
Ali menghempaskan tubuhnya ke ranjang, rindu dengan suasana rumah itu, Darmi selalu menjaga kebersihan rumah itu hingga tak sedikit pun ali melihat debu di ruangan itu.
"bersihkan diri dulu bang, setelah itu kita makan"
ujar zira lalu terhempas ke ranjang saat Ali menarik tubuh nya.
"Abang...."
zira menatap wajah tampan suaminya itu.
"besok kita peras susu sapi sama sama ya"
ujar Ali membuat zira terkekeh kecil lalu memeluk tubuh Ali.
suasana kampung yang asri selalu membuat candu, kedatangan mereka selalu di sambut dengan hujan gerimis semalam.
keduanya mengistirahatkan tubuh setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan, zira terlelap dalam dekapan hangat Ali.
**
Reza dan Nadia terkekeh melihat ekspresi wajah Ali yang tampak geli.
"gini nih kalau meras susu... ekspresi nya harus senang biar susu nya banyak, jangan tegang begitu"
ujar Reza di tanggapi gelak tawa oleh Nadia, namun terhenti saat ia tiba-tiba merasa mual.
"kenapa yang?"
tanya Reza mendekati Nadia yang langsung pucat.
"enggak tahu, aku ngerasa mual aja!"
jawab Nadia, zira mendekati lalu memindai wajah nadia.
"jangan jangan kamu hamil..m!"
ujar zira senyum, Nadia tertegun Beberapa hari ini ia memang telat datang bulan.
__ADS_1
"kamu hamil yang?"
tanya Reza mendekati Nadia, kalau benar hal itu akan menjadi sesuatu yang membahagiakan karena kedua nya memang menuggu momen itu.
"aku enggak tahu karena belum cek..!"
jawab Nadia sedikit bingung.
"ya udah nanti dia cek ya, semoga kamu hamil nad, aku senang banget kalo beneran kamu hamil..kita sama sama hamil deh...!"
ucap zira lalu merangkul pundak Nadia untuk meninggalkan kandang.
Rumi dan Ahmad tengah mempersiapkan resepsi pernikahan zira dan Ali yang akan digunakan gelar dua Minggu yang akan datang, berita itu juga cepat menyebar hingga beberapa orang datang untuk menawarkan jasa.
tentu saja Rumi selektif untuk memilih wo yang akan di pakai untuk resepsi pernikahan Ali dan zira yang akan digelar di peternakan.
acara tersebut akan di gelar besar dan mewah tentu nya dengan beberapa hiburan, Ali sendiri tidak mempermasalahkan keinginan Rumi itu karena Ali juga ingin mewujudkan impian Rumi menggelar resepsi pernikahan dengan besar dan mewah.
"itu akan sangat melelahkan, zira juga kan sedang hamil Bu!"
ujar zira melihat rangkaian acara yang akan berlangsung dua hari dua malam itu!
"ya kamu jangan capek capek, istirahat saja!"
jawab Rumi yang juga mengadakan santunan untuk kaum duafa dan anak anak yatim.
"Ya sayang, biarkan saja ibu yang ngisi acara nya nanti sama bapak!"
Jawab ali terkekeh lalu merengkuh tubuh zira.
"ibu juga udah kasih tahu kakak mu, Yuda!
dia bilang akan menyempatkan waktu untuk datang ke acara resepsi pernikahan kamu!"
sambung Rumi dan di anggukan oleh zira.
"kamu mau di sediakan menu spesial enggak?"
tanya Rumi pada zira.
"enggak usah, yang lumrah di sini aja jangan aneh-aneh Bu nanti takut nya malah mubajir enggak ke makan..."
__ADS_1
jawab zira senyum menatap Ali yang juga tengah menatap nya, susunan acara telah terangkai, makanan serta surat undangan sudah Ahmad pesan.
bersambung....