
sore...
Ali pria tampan itu mengantar zira pulang ke rumah di ikuti oleh Reza yang menggunakan sepeda.
"assalamualaikum Bu, pak..!"
Tutur zira mencium tangan Ahmad lalu beralih pada Rumi di ikuti oleh pria asing itu dan Reza.
"walaikumsalam.....!"
jawab Ahmad, Rumi masih saja bersikap tak ramah pada Ali namun Ali tetap sabar karena jika sudah waktunya Rumi pasti menerima nya.
"pak Ahmad, Bu Rumi. saya bermaksud untuk meminang zira..."
ucap Ali menoleh ke arah zira yang tersenyum.
"punya apa sih kamu meminang Putri saya!"
ujar Rumi memalingkan wajahnya.
"Bu, jangan bicara seperti itu?"
ucap Ahmad.
"tidak apa-apa pak, ibu tidak salah!
saya hanya punya cinta dan keinginan membahagiakan zira serta melindungi nya.
saya memang tak punya Banyak harta tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik, berusaha keras memenuhi kebutuhan zira....!"
ucap Ali dengan kesungguhan menoleh kearah arah Ahmad Yang mengangguk.
Reza tersenyum memberikan dua jempol nya.
"saya janji akan menunaikan kewajiban saya sebagai seorang suami yang baik, memberikan nafkah, memenuhi sandang pangan dan papan...!"
ucap Ali penuh keyakinan, tentu saja ia yakin Ali bahkan memiliki segalanya, Hanya tak ada yang tahu kalau Ali seorang tuan muda dari keluarga kaya raya.
"kamu seyakin itu, bagaimana kalau sebenarnya kamu itu sudah menikah?"
tanya Rumi tak ingin kalah.
"saya yakin Bu kalau saya belum menikah.."
ucap Ali menoleh ke arah zira.
"kamu percaya sama Abang Kan de...!"
tanya Ali dengan pengharapan.
"ya bang, zira percaya...."
ucap zira membuat Rumi menggeleng kan kepala nya.
"ya sudah, bapak merestui kalian... laksanakan niat kalian, semoga Allah merestui hubungan kalian!"
ucap Ahmad membuat mereka tersenyum senang, sementara Rumi pergi meninggalkan mereka tanpa bicara.
"biarkan saja, kamu tahu kan bagaimana ibu mu, zi!"
ucap Ahmad, zira mengangguk.
Rumi memang keras dan butuh tenaga untuk meluluhkan nya.hebat pak Ahmad Yang selalu sabar dan sadar akan setiap keadaan yang menimpa.
setelah itu Reza dan Ali pamit untuk kembali ke peternakan dengan hati gembira, karena Ahmad menerima nya meski tidak dengan Rumi namun Ali yakin kelak Rumi pasti bisa menerima nya menjadi menantu.
Zira tersenyum menatap dress batik yang ia beli tadi bersama Ali, cantik dan anggun. harga nya juga lumayan mahal. tadi nya zira menolak dan memilih dress biasa namun Ali menyukai dress tersebut hingga memilih nya untuk zira.
zira menoleh pada ponsel jadul nya yang berdering, terlihat Reza menelpon.
"halo paman...!"
"bukan, ini aku!
__ADS_1
kekasih mu...!"
ucap Ali di seberang telepon.
"Abang....!"
"ya, ini Abang. pinjam punya Reza."
"ada apa? Abang sudah sampai di peternakan?"
"sudah, rindu kamu de!"
ucap Ali di seberang.
"HM, baru juga berpisah. maafkan ibu bang....
zira harap Abang tidak sakit hati...!"
"tidak, Abang akan sakit hati kalau kehilangan kamu de...!"
"HM, mulai lagi. sudah malam ayo tidur bang!"
"sama kamu!"
"ya, tapi berbeda tempat...!"
ucap zira terkekeh.
"enggak sabar ingin segala nya bersama..."
ucap pria itu membuat zira terkekeh kecil.
"dasar tukang gombal... tidur ya, istirahat ya!"
"HM, mimpikan Abang ya!"
"enggak ah...!"
Zira tak menjawab, ia malah tertawa.
"ya, zira berharap bermimpi tentang kamu!
kamu udah makan belum bang? tadi nya zira mau tawarin kamu makan tapi ibu cemberut terus!"
"ya enggak apa-apa Abang paham, lambat laun juga ibu pasti bisa menerima Abang de.. kita sabar aja!"
"ya bang, ya sudah met malam ya bang!"
"see you again...!"
"bisa?"
"sedikit....!" ucap Ali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lagi lagi ia lupa.
setelah itu keduanya memutuskan panggilan telepon.
Ali termenung di depan perapian, ia dan Reza tengah membakar jagung, teringat sang mommy yang memiliki sifat seperti Rumi. mungkin Sri juga akan menentang hubungan nya dengan zira.
"kamu kok rajin banget main ke peternakan, jangan aneh-aneh ya di sana. perempuan di kampung tidak akan pernah pantas menjadi bagian dari keluarga kita, mommy enggak mau kamu bersikap seperti om mu yang rela meninggalkan keluarga demi seorang perempuan...."
ucapan itu masih terngiang namun hatinya sejak lama telah terpaut gadis penjual susu yaitu zira.
seperti tak memperdulikan omongan Sri, rasa itu ali biarkan singgah hingga keadaan kini membuat nya semakin cinta.
dengan tekad yang kuat, Ali akan tetap mempertahankan cinta nya pada zira.
**
kediaman Niko...
"maaf bos ternyata ali Masih hidup..."
ucap pembunuh bayaran itu.
__ADS_1
"habis kan, cari waktu yang tepat agar tidak meninggal kan jejak..."
"baik bos...."
ucap pria itu lalu pergi menuju kampung tersebut.
Beberapa kali Niko menghubungi Gisel namun tidak bisa entah apa yang tengah kekasihnya itu lakukan, Niko kesal mendengar kabar scandal Gisel dan sutradara itu.
"sel hari ini ada pemotretan ya..."
ucap arka mengingat kan tentang kerja sampingan Gisel.
"oke aku nyusul yah..."
ucap Gisel bergegas pergi karena Niko terus menelpon nya.
kemarin Gisel bertemu dengan Sri, mommy nya Ali, keduanya sedikit berbincang.
"aku tidak suka kamu memiliki hubungan dengan Ali, keluarga kami keluarga terhormat sebaik nya kamu menjauh dari kami karena kami tak ingin terseret masalah skandal mu itu...Ali akan saya jodoh kan dengan keluarga yang setara dan sederajat dengan keluarga kami, yang pasti bersih dari masalah.."
ucap sri memberikan uang sebesar lima puluh juta pada Gisel agar tak mengharapkan Ali.
Gisel tak menjawab, Sri langsung pergi meninggalkan nya sendiri.
"bagaimana mau mendekati, sampai saat ini juga Ali belum di temukan. mungkin saja ali sudah tiada. dasar orang kaya memang paling bisa merendahkan orang lain..."
ucap Gisel sendiri setelah Sri jauh.
"dasar nenek sihir, serem juga punya mertua seperti itu. bisa mati muda..."
ucap Gisel terkekeh sendiri.
*
"kamu dari mana sih? aku enggak suka ya lihat berita kamu sama pria tua itu..."
ucap Niko saat Gisel menghampiri.
"itu cuma gosip, aku enggak ada hubungan apa-apa dengan pak Andre. aku lelah dan ingin berenang..."
ucap Gisel lalu masuk ke dalam mobil Niko.
"hotel atau rumah ku?"tanya Niko.
"terserah yang pasti aku nyaman karena malam ini aku masih ada pekerjaan..."
ucap Gisel mengingat arka.
"baiklah kita ke hotel saja...!"
ucap Niko melajukan mobilnya menuju hotel milik keluarga nya,di sana ia bisa bersenang-senang dengan kekasih nya itu.
keduanya selalu bercinta sampai puas, Gisel tak memikirkan lagi keberadaan Ali mengingat sikap arogan Sri. masih banyak pria di dunia ini, mengapa harus terpaku pada pria tak asik seperti Ali.
**
sementara Wisnu masih mencari keberadaan cucu kesayangan nya..
Wisnu termenung mengingat cucunya, entah dimana ali berada Wisnu benar benar khawatir dengan keadaan Ali.
"bagaimana apa sudah ada kabar..."
"sedikit lagi tuan, kami pasti menemukan tuan muda!"
ucap orang kepercayaan itu.
"lakukan dengan cepat, aku ingin Ali segera pulang!"
"baik tuan besar!"
bersambung...mm
terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍
__ADS_1