terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
masa lalu.


__ADS_3

Ali menuntun tangan zira masuk ke dalam gedung tinggi milik perusahaan nya, tak ada yang mengenal zira karena Ali meminta istrinya memakai cadar.


beberapa orang memperhatikan mereka berdua, hanya Toni yang tahu tentang gadis bercadar itu.


Nindy tertegun melihat Ali menuntun seorang wanita yang tak terlihat wajah nya karena memakai cadar.


namun ia tahu kalau itu zira seorang yang pernah menjadi Ob di Perusahaan itu kini menjadi istri CEO.


Nindy memalingkan wajahnya saat mereka masuk terlebih melihat Toni yang melenggang tanpa menyapa nya sama sekali.


Toni tahu sebenarnya Nindy lah yang mengadukan zira pada istri nya Zaki hingga terjadi lah insiden tersebut. namun Toni memberikan kesempatan untuk Nindy memperbaiki kesalahannya.


"dengar kan aku Nindy, jadi lah wanita terhormat yang bersaing secara sehat....."


ucapan Toni saat memberi Nindy sp.


karena walau bagaimanapun ia lah yang dalang dari kekacauan yang terjadi.


"semua memperhatikan kalian...."


ucap Toni tersenyum simpul duduk di kursi, sementara Ali dan zira duduk di sofa.


"biarkan saja aku tidak ingin ada yang melihat kecantikan istri Ku ini......"


ucap Ali tersenyum menatap zira menanggapi dengan senyum.


"ya Zira memang cantik dan manis meski dari desa...."


gumam Toni yang sempat mengagumi sosok indah itu namun kehadiran Alena mampu merubah isi hati nya, kemudian Toni melihat buku catatan untuk agenda hari ini.


"hari ini agenda nya apa?"


tanya Ali sambil mengusap kepala istri nya.


"hari ini jadwal nya meeting room jam sepuluh, enggak ada jadwal kunjungan ke pabrik!"


"oh gitu ya udah, gue sama zira mau cari rumah!"


sahut Ali.


"oh gitu, mau gue bantu.....?"


tanya Toni.


"enggak usah gue udah hubungi kantor pemasaran perum anggrek di kawasan x..."


jawab Ali yang sebenarnya sudah jauh jauh hari merencanakan semuanya.


"ya udah kalo gitu gue stand by di kantor aja!"


ucap Toni lalu meninggalkan mereka berdua.


"kita harus dapat rumah hari ini ya....."


"m.... berati aku nanti enggak jadi ngajar kalau gitu....!"


tanya Zira mengingat percakapan mereka tadi malam, kalau zira tidak boleh mengajar jika mereka sudah pindah ke rumah baru.


"boleh....aku enggak melarang kamu tetap bisa ngajar, tapi sampai kandungan kamu tujuh bulan ya de, untuk seterusnya kamu harus banyak istirahat...."


Zira mengangguk senang lalu mendekap Ali.

__ADS_1


"kamu tunggu ya Abang kerja dulu!"


Zira mengangguk lalu memainkan ponselnya berkirim pesan dengan indah.


zira senang karena Ali mengizinkan nya untuk mengajar meski nanti mereka pindah ke rumah baru.


"sayang kamu tunggu di sini ya, Abang meeting dulu sebentar....."


ujar Ali mencium Kening zira lalu melangkah pergi ke luar ruangan untuk meeting sesuai jadwal yang sudah Nindy jadwal kan.


zira tersenyum lalu kembali memainkan ponselnya menuggu Ali selesai meeting.


seorang perempuan cantik melangkah memasuki gedung perusahaan, ia penasaran dengan sosok pria yang dulu menjadi kekasih nya, Gisel mendengar kabar bahwa Ali sudah kembali bekerja dan benarkah pria itu kini sudah menikah?


"saya ingin bertemu dengan pak Ali, katakan saya Gisel ingin bertemu...!"


ucap Gisel pada perempuan yang berjaga di lobi.


"maaf pak Ali sedang meeting...!"


"apa saya boleh menuggu di ruangan nya?"


tanya Gisel.


"tidak bisa, Anda tunggu saja di ruang tunggu!"


Gisel melangkah sambil berdesis kesal karena ia di larang masuk ke ruangan yang dulu dengan bebasnya ia masuk dan keluar.


tak berapa lama Ali keluar dari ruang meeting bersama Toni dan Nindy namun langkah nya terhenti saat Gisel beranjak dari duduknya lalu melangkah mendekati nya, hampir satu tahun mereka tidak bertemu.


"Hai Al....!"


ujar Gisel tersenyum membuka kaca mata hitam nya, perempuan itu semakin cantik dan gaya berpakaian nya semakin berani.


"ya ampun kamu jutek banget sih sama aku...kita belum putus loh Al..."


ucap Gisel berjalan mengikuti langkah Ali yang tidak memperdulikan nya.


"Al.....?"


Gisel menarik tangan Ali agar mendengar nya berbicara.


"apa kamu tidak malu mengatakan hal itu setelah kamu menjajakan diri kamu pada pria lain, dan apa yang terjadi dengan ku juga karena kamu!"


ucap Ali menunjuk Gisel. Ali tahu apa yang Gisel lakukan selama ia koma.


Toni dan Nindy tertegun mendengar hal itu.


"jangan ganggu aku, lupakan semua karena aku juga sudah menikah....!"


Ali kembali berjalan, dan Gisel terus mengikuti.


"tapi semua bukan salah ku, aku tidak tahu kalau Niko sejahat itu Sama kamu?"


ucap Gisel kembali menghentikan langkah Ali.


"aku tahu aku salah tapi aku masih cinta sama kamu....!"


Ali terkekeh mendengar hal itu, namun ia tidak menggubris perkataan Gisel lalu melangkah masuk ke dalam ruangan.


"Al......!"

__ADS_1


Zira menoleh kearah Ali yang di ikuti seorang perempuan seksi, terekspos paha serta belahan dadanya.


"ini istri ku...."


ucap Ali pada Gisel, Toni sendiri hanya tersenyum melihat Gisel yang langsung masam.


"lihat dia jauh berbeda dengan mu, aku sangat mencintainya bahkan aku tidak rela kecantikan nya di lihat oleh pria lain....!"


Gisel menatap zira yang menggunakan hijab serta cadar.


"oh jadi seperti ini tipe kamu, lantas bagaimana dengan yang sudah kita lakukan dulu!"


tanya Gisel membuat zira langsung menoleh ke arah Ali.


"apa yang sudah kita lakukan?"


tanya Ali santai menggenggam tangan zira.


"jangan mencoba untuk mempengaruhi istri ku, karena Niko lah yang menikmati mu..."


ujar Ali lagi membuat Gisel tertegun.


"dengar Gisel, istri ku ini perempuan cerdas...dia tidak akan mudah untuk kamu propokasi.... silahkan pergi...!"


Ali menunjuk pintu, Toni beranjak dari duduknya membuka pintu.


"satu lagi Gisel......!"


Ali menghampiri perempuan seksi itu.


"sebaiknya kamu kembali ke Amerika, jangan berani muncul di hadapan ku lagi atau aku akan melibatkan mu dalam kasus nya Niko...aku bisa menjadikan mu tersangka... atau orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan....!"


ucap Ali membuat Gisel menelan ludah nya.


ia memang datang sesuai permintaan dari Sri yang meminta nya kembali untuk membantu nya mendekati Ali namun hanya untuk Membuat keduanya berpisah saja karena Sri sendiri tetap memilih Siva, sebenarnya Gisel tidak mau karena ia sudah bahagia Dengan hidupnya di Amerika bersama Arka, tapi tiba-tiba saja Sri menelepon nya meminta kerjasama, sempat menolak namun Sri mengancam karir nya.


"dasar nenek sihir..... pantes aja punya menantu alim begitu mana mau, ah tapi seperti gue aja di singkirkan ....!"


gumam Gisel lalu pergi meninggalkan perusahaan itu dan berniat menemui seorang yang ia rindukan.


**


"kamu enggak apa-apa....?"


tanya Ali pada zira yang mematung setelah Gisel pergi, kini tinggal mereka berdua di ruangan itu karena Toni pergi makan siang di rumah bersama Alena.


"dia mantan kamu?"


tanya zira kembali duduk di sofa.


"dia hanya masa lalu yang enggak berarti apa apa untuk ku..... karena ada kamu disini yang menjadi masa depan ku...!"


Ali tersenyum lalu merengkuh tubuh zira dan mengelus buah cinta mereka.


"ya udah kita berangkat makan siang dulu setelah itu kita pergi untuk mencari rumah ya..."


ajak Ali menuntun tangan zira keluar dari ruangan itu.


entah apa yang membawa wanita itu kembali? sementara Ali tahu kalau hidup nya sudah bahagia di sana.


Ali memang mencari tahu keberadaan Gisel dan menyelidiki nya sesuai arahan dari pengacara nya yang bisa menjadi kan Gisel sebagai tersangka juga karena semua terjadi juga karena nya, namun Ali berpikir untuk tidak mengusik hidup Gisel yang sudah jauh dari nya, yang terpenting sekarang Niko sudah mendapatkan hukuman atas perbuatannya.

__ADS_1


**


bersambung.......


__ADS_2