terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
meratapi nasibnya.


__ADS_3

sebelum kembali ke kota Ali menyempatkan waktu untuk meninjau perkebunan setelah tadi ia menyuruh orang untuk membersihkan tambak ikan nya, hasil nya cukup banyak.


sebagian di jual dan sebagainya lagi di bagikan pada para pekerja yang berada di peternakan.


Zira sendiri hanya berdiam diri memperhatikan Ali mengatur semua nya, banyak yang mengatakan bahwa kini ia sudah menjadi nyonya besar pemilik perusahaan.


dan tentu orang terkaya di kampung, bukan hanya hasil peternakan, tapi ladang pertanian yang subur.


Rumi mendekati zira yang duduk di saung bambu, Ali tengah berbicara dengan salah satu petani yang bekerja di ladang nya.


selain gaji Ali juga memberikan mereka jaminan kesehatan, maka dari itu banyak sekali yang ingin bekerja di ladang milik Ali.


"yang kerja betah karena Ali menjamin kesehatan para pekerja..."ujar Rumi duduk di samping zira.


"ya bang Ali enggak tega katanya kalau dengar pekerja nya sakit, sementara mereka enggan berobat karena masalah biaya...!"


jawab zira terus memperhatikan suaminya yang begitu tampan dengan kerendahan hati nya, ia bersikap baik pada siapapun di ladang.


Zira teringat bagaimana Dulu Ali menjadi kuli panggul di ladang, Ali bilang mereka seperti keluarga saling bahu membahu tanpa memandang siapa padahal dulu Ali merupakan orang asing di kampung itu tapi Ia di terima baik oleh warga kampung tersebut.


"ya Ali benar, mereka pasti memikirkan tentang biaya dan ibu begitu bangga menjadi mertua ali, dia begitu baik dan juga dermawan.


hampir semua anak yaitu piatu kemarin datang tanpa terlewatkan satu pun!"


ujar Rumi senyum saat Ali menghampiri mereka berdua, Ahmad sendiri sudah di bawah hendak membawa hasil panen ke pasar.


"kita pulang atau mau disini dulu!"


tanya Ali pada zira.


"sudah sore, ayo pulang saja!"


ucap Rumi yang menjawab pertanyaan Ali.


"ya sudah ayo kita pulang!"


ajak Ali menuntun tangan Zira turun ke bawah.


"ibu mau ikut Ali atau bapak?" tanya Ali saat mereka turun ke bawah.

__ADS_1


"ibu ikut bapak saja, kalian kan mau kembali ke peternakan, ibu langsung pulang saja!"


jawab Rumi lalu menghampiri Ahmad.


sangat di sayangkan Yuda tidak Bisa pulang kampung, padahal Rumi sangat berharap Yuda bisa pulang namun karena kesibukan nya ia tidak bisa pulang meski sehari saja, setiap bulan Yuda mengirim uang untuk mereka, dan Rumi tabung uang pemberian dari Yuda untuk berangkat haji kelak.


padahal jika Rumi berbicara hal itu dengan Ali, menantu nya itu pasti langsung memberangkatkan kedua nya seperti umrah kemarin namun rumi dan Ahmad ingin pergi dengan uang hasil jerih payahnya sendiri.


"para pekerja senang bu karena Ali memberikan mereka uang Bonus karena hasil panen cukup banyak....!"


ujar Ahmad sambil menyetir mobil.


"ya pak, Alhamdulillah punya menantu baik nya luar biasa, ibu merasa Malu karena dulu pernah menolak Ali!"


ujar Rumi mengingat Ali saat hilang ingatan bahkan Rumi enggan menerima Ali di rumah nya.


"ya itu kan dulu kita bahkan enggak tahu kalau dia cucu pemilik peternakan...!"


jawab Ahmad.


"bapak bersyukur Ali tetap mencintai anak kita setelah ia mengingat semua nya, siapa sih zira. anak kita hanya seorang guru honor tapi Ali tetap pada cinta nya"


**


di tempat lain....


anak buah Niko memperlihatkan semua foto foto Ali yang mengadakan resepsi pernikahan, tentu hal itu membuat nya iri dan menyesali perbuatannya dulu karena kenyataannya Gisel yang tidak pernah setia padanya bahkan baru baru ini ia mengetahui bahwa Gisel juga menjadi model majalah dewasa, tentu hal itu semakin membuat Niko geram betapa murahan nya Gisel, selama ini ia telah di buta kan oleh cinta yang salah.


beberapa hari yang lalu mereka juga bertemu, bahkan dengan uang nya Niko dan Gisel bisa menghabiskan malam bersama, akan tetapi bukan hanya dengan nya juga Gisel bercinta.


beberapa penghuni tahanan juga pernah menikmati nya.


"dia itu murahan bos, *****... kasus nya bukan hanya di dalam negeri tapi di luar juga, Gisel juga pernah terlibat obat obatan terlarang, saya sarankan untuk menjauhi Gisel.


khawatir dia terkena virus!"


ujar anak buah Niko mengingat kan bos nya itu.


"tentu saja, aku tidak akan berbuat bodoh lagi...!"

__ADS_1


jawab Niko, sementara waktu nya masih lama dalam penjara, saat ini ia hanya Bisa meratapi nasibnya yang ternyata tertipu oleh rayuan Gisel.


***


Beberapa waktu berlalu, zira sudah kembali ke kota, kedua nya kembali menepati rumah mereka.


pagi ini ali berencana untuk kembali ke kantor karena pekerjaannya cukup banyak.


"sayang, jam berapa kontrol? Abang ke kantor dulu ya!"


ujar Ali mencium kepala zira.


"siang jam sepuluh, masih banyak waktu!"


jawab zira sedikit meringis merasakan pinggang nya yang terasa sakit.


"ayo kemari....!"


seru Ali mendudukkan zira ke dalam pangkuan nya, mengusap usap pinggang zira yang terasa sakit.


untuk kehamilan kali ini banyak sekali keluhan tak seperti mengandung Kahiyang, zira bahkan mampu menyelesaikan semua perintah Sri.


"zira manja ya bang...?"


tanya zira menatap Ali yang tersenyum.


"enggak apa-apa, Abang suka kamu yang manja dan membutuhkan Abang, ketimbang kamu yang apa apa bisa sendiri, kamu bebas manja Sama Abang karena Abang kan suami kamu!"


jawab Ali kemudian mengecup pipi zira.


"ya sudah, Abang berangkat dulu ya!


sebelum Jam sepuluh Abang kembali!


kita tengok adiknya Kahiyang!"


zira senyum lalu mendekap tubuh Ali sejenak sebelum melepaskan suami itu pergi bekerja.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2