
Ali menoleh kearah dimana tadi zira berada namun istrinya itu tak ada, begitu juga dengan Nadia.
gegas ia meminta izin pada Wisnu untuk mencari zira karena Ali juga tak menemukan keberadaan zira di ball room tersebut.
**
zira dan Nadia pasang badan waspada karena keduanya yakin bahwa mereka seperti nya memiliki niat jahat.
"mau apa kalian?"
tanya zira dengan tatapan menyelidik.
"mau bersenang senang dengan kalian...."
ucap salah satu orang pria kemudian tertawa.
"maksud kalian apa?
jangan ganggu kami....!"
ucap Nadia dengan tegas.
Zira pasang kuda-kuda saat salah seorang hendak menyerang.
"wah ternyata dia bisa silat ...."
ucap salah seorang.
zira melebarkan matanya saat seseorang dari mereka mulai menyerang, berkat ilmu bela diri yang ia kuasai zira dapat menangkis pukulan pria itu.
cepat zira menendang balik milik pria itu kuat hingga langsung terjengkang kesakitan.
"hebat juga kamu....!"
ucap salah seorang menyerang dengan membabi buta, karena Nadia tak bisa melawan. ia berlari ke dalam untuk meminta bantuan.
"tolong.....!"
teriak Nadia dengan keras.
Ali berlari kecil mencari zira, bertanya pada orang sekitar yang mungkin melihat istrinya keluar dari hotel.
"pak Ali tolong kami....!"
Nadia berlari dengan cepat menyingkap dress nya.
"tolong zira.....!"
ucap Nadia menunjuk ke arah Basman, gegas Ali berlari secepat mungkin karena cemas.
Ali melebar kan mata nya saat melihat zira tengah menghadapi beberapa pria yang tengah menyerang nya.
"hai .. siapa kalian?" Beberapa orang datang untuk ikut membantu.
zira menoleh ke arah Ali yang menghampiri nya,tanpa sadar seseorang menyerangnya kembali dengan menendang Zira hingga perempuan itu tersungkur.
"zira ......!"
teriak Ali berlari saat melihat zira meringis lalu tak sadarkan diri.
beberapa orang ikut menghadang mereka yang hendak kabur, beberapa satpam hotel berhasil menangkap dua orang tersebut, yang dua lagi berhasil kabur.
__ADS_1
Wijaya yang mendengar keributan pun bergegas menghampiri.
"astaghfirullah... Ali cepat bawa kerumah sakit .....!"
"ya pak....!"
sahut Nadia lalu terisak karena khawatir dengan kondisi zira yang langsung tak sadarkan diri.
**
wajah nya memerah mendorong brankar di Mana istri nya tak sadarkan diri, pikiran nya benar-benar kacau tak menentu, takut, cemas serta khawatir dengan keadaan zira juga buah hati mereka.
Ali sempat melihat zira merintih memegang perut nya, Nadia dan Wijaya mengikuti ali di belakang.
Wisnu yang mengetahui hal itu langsung mengurusi siapa dalang dari kekacauan itu, sementara Alena dan Toni tetap fokus pada acara mereka. meski sebenarnya keduanya juga tak tenang sebelum mengetahui keadaan zira.
"bukan kamu kan nak yang merangkai kekacauan itu?"
tanya Wisnu pada Sri.
"kenapa ayah menuduh ku? bukan hanya aku yang tidak menyukai perempuan itu, aku tidak akan rela mengotori tangan ku demi hal yang bisa ku urus tanpa kekerasan...!"
Sri melenggang pergi meninggalkan Wisnu yang menghela nafas nya.
**
Ali memangku wajahnya sendiri sambil terduduk lemas di lantai, dokter meminta nya untuk menunggu di luar.
"Nad sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kalian pergi dari ballroom?"
tanya Ali pada Nadia yang sejak tadi mondar-mandir karena Nadia Juga mengkhawatirkan keadaan zira.
"m....kami......."
"katakan nad, jangan takut. aku yakin zira punya alasan kenapa ia pergi...demi tuhan aku menyesal meninggalkan kalian berdua..."
ucap Ali yang pergi sebentar saat Wisnu memintanya untuk menyapa kolega bisnis yang datang ke acara tersebut.
"ya bicara saja tidak perlu takut..."
Wijaya ikut meyakinkan Nadia untuk berbicara apa yang sebenarnya terjadi.
"ya jadi sebelumnya itu Bu Sri datang menghampiri kita, beliau mencaci maki zira dan mengatakan bahwa jangan pernah bermimpi menjadi Cinderella, maaf pak sebelumya saya ragu untuk mengatakan ini karena tak ingin terjadi perselisihan antara pak Ali dan nyonya Sri.... maafkan saya"
Ali tertegun dengan nafas memburu, tak paham dengan ibunya itu.
apa orang itu juga suruhan ibunya, tapi Ali tak percaya Sri Setega itu.
Ali beranjak dari duduknya saat pintu terbuka, dokter menyembul masuk ke luar.
"dokter bagaimana keadaan istri saya?"
tanya Ali dengan raut cemas nya.
"Alhamdulillah tidak ada masalah, hentakan yang terjadi juga tidak menimbulkan masalah pada bayi anda, hanya sedikit cedera pada lutut saja.... istirahat saja!
bisa pulang sekarang?"
ucap dokter membuat Ali lega, gegas Ali masuk ke dalam, Wijaya berbicara dengan dokter untuk memastikan keadaan menantu nya itu.
"sayang..... gimana keadaan kamu, maafkan Abang ya!"
__ADS_1
zira mengangguk kecil, cukup keras hantaman pria itu namun saat terjatuh sebisa mungkin zira melindungi perut nya agar tak terbentur aspal.
"maafkan Abang ya de.....!"
zira hanya mengangguk, luka di lutut nya tak sebanding dengan luka hatinya.
ia masih ingat bagaimana Sri mencaci maki nya.
"apa ada yang sakit?"
tanya Ali. Zira hanya menggeleng kan kepalanya.
"ya sudah kita pulang ya...kata dokter kamu boleh pulang, atau kamu mau di rawat?"
tanya Ali.
"enggak kita pulang aja bang!"
Ali mengangguk lalu mengangkat tubuh zira dan mendudukkan nya di kursi Roda.
"Alhamdulillah kamu tidak apa apa...!"
ucap Nadia saat zira keluar dari kamar pemeriksaan.
"ya nad, ayo pulang!"
ajak Ali pada Nadia, nanti Ali akan minta nadia menemani zira karena ia hendak menemui orang orang yang tadi menyerang zira, sesuai instruksi dari Ali orang orang tersebut jangan langsung diserahkan ke polisi.
Ali dan Wijaya berbicara berdua mengenai hal itu, lalu masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah sakit.
zira terlihat bungkam, bukan karena lutut nya yang terasa nyeri tapi ucapan dari Sri yang begitu menohok hati nya.
dia bukan seorang Cinderella seperti yang di katakan oleh Sri, ia tidak punya ibu tiri atau pun saudara tiri yang biasa menyiksa Cinderella.
tak lama mereka sampai di rumah, Ali mengangkat tubuh zira keluar dari mobil, wanita itu berubah dingin dan lebih banyak diam.
"kamu masih marah sama Abang?"
tanya Ali.
Ali ragu untuk meninggalkan zira dalam keadaan seperti itu.
zira menatap netra milik pria yang selalu memikat hati nya, salah kah ia yang dengan mudahnya terpikat sosok Ali yang memang nyaris sempurna.
zira membuka gaun indah yang membungkus tubuhnya, membuat Ali tertegun.
"mereka bilang aku tidak pantas memakai baju itu, seperti apapun aku berdandan aku tidak akan pernah menyamai tinggi mereka..
kamu bilang kamu tidak akan meninggalkan ku sendiri tapi kamu bohong dan justru malah memberikan kesempatan untuk mereka menjatuhkan ku de depan khalayak..."
zira terisak membuat Ali tertegun.
untuk pertama kalinya zira bersikap seperti itu, sebelumnya ia selalu memendam perasaan nya.
"ya Abang tahu salah, demi tuhan Abang enggak bermaksud seperti itu sayang!"
Ali mendekat lalu merengkuh tubuh zira yang hanya berbalut pakaian dalam.
"Abang minta maaf......!"
zira semakin terisak dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
bersambung...