terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
berpulang.


__ADS_3

Ali langsung menghampiri zira saat melihat istrinya itu terperanjat lalu menangis menatap wajah cantik sang putri yang tampak pucat.


"jangan tinggalin bunda, kamu harus kuat ya nak....!"


Zira terisak menatap wajah Ali yang juga terlihat pilu.


"kamu sabar ya sayang...!"


ujar Ali sembari memeluk tubuh istrinya yang lemah.


tak lama terdengar seseorang mengetuk pintu, Ali menoleh lalu menghampiri pintu.


"assalamualaikum..."


Ahmad dan Rumi berada di balik pintu.


"walaikumsalam.....masuk pak, Bu..."


jawab Ali sembari membuka pintu lebar.


keduanya menyembul masuk, lalu menatap wajah zira yang tampak sembab.


Rumi menghampiri lalu memeluk zira yang langsung menangis tersedu.


"kamu harus sabar, kasihan Kahiyang kalau kamu lemah.... anak ibu ini kan kuat"


ujar Rumi menghapus air mata yang mengalir di pipi zira.


"kasihan Kahiyang Bu.... trombosit nya makin kurang!"


zira menoleh lalu mendekati Kahiyang di ikuti oleh Rumi.


"banyak berdoa nak, dokter pasti memberikan penanganan terbaik untuk pasien nya..."


zira tertegun menatap Kahiyang teringat mimpi itu, zira kembali menangis apa arti mimpi itu?


semoga Kahiyang tidak benar benar meninggalkan nya, dan itu Hanya sekedar bunga tidur.


Rumi dan Ahmad lalu mendoakan Kahiyang seraya mencium pipi nya yang cabi.


"kuat ya cucu kakek yang cantik?"


ujar Ahmad senyum mencium kening Kahiyang.


"ayo kembali tidur Ra, kamu juga harus istirahat!"


Zira mengangguk lalu naik ke atas ranjang memeluk Kahiyang yang terlelap.


"seharusnya bunda enggak kerja?"


zira kembali menitik kan air mata nya memeluk Kahiyang.


"maafkan bunda ya nak....!"


Beberapa kali zira menciumi wajah putri nya.


Ali tertegun melihat hal itu, hati nya hancur melihat kedua perempuan kesayangan dalam keadaan tidak baik baik saja.

__ADS_1


Ali menghampiri lalu mengusap kepala zira dan menghapus air matanya.


"jangan menangis lagi ya...Abang sedih lihat kamu seperti ini....!"


zira mengangguk kecil lalu menghapus air matanya, zira lupa bahwa ada Ali yang harus ia perhatikan juga.


Pagi...


Ke empat orang itu melaksanakan shalat subuh berjamaah di ruangan itu, air mata terus mengalir di pipi zira seraya melaksanakan shalat subuh dua rakaat.


keadaan Kahiyang belum ada peningkatan, justru Kahiyang kembali demam tinggi.


zira terus memikirkan mimpi itu, rasa takut tersemat dalam hati menghantui jiwanya yang pilu.


"ya Allah yang memiliki segalanya, aku gantung Kan hidup ku pada Mu..... sembuhkan putri ku, aku rela menggantinya sekalipun harus dengan nyawa ku, luaskan rasa Sabar ku dan tuntun lah aku untuk menjadi hamba Mu yang ikhlas....!"


Doa panjatkan seraya tangis nya kembali pecah.


Ali menoleh ke belakang lalu memeluk tubuh istri nya.


Ahmad dan Rumi pun memperhatikan zira yang menangis memeluk Ali.


"zira bermimpi Kahiyang berpamitan..!"


Ali langsung membeku mendengar apa yang zira lontarkan, jadi hal itu yang membuat zira terus menangis.


"itu hanya mimpi....kita berdoa minta yang terbaik untuk kita semua karena pada hakekatnya Dia lah yang memiliki segalanya..."


ujar Ali menghapus air mata zira, lalu kembali memeluk nya.


Rumi mengusap punggung putri nya memberikan ketenangan, Rumi paham bagaimana perasaan zira karena ia meninggalkan Kahiyang bekerja di usia nya yang baru dua bulan.


"sembuh ya nak...kuat ya sayang....!"


zira memeluk tubuh Kahiyang yang terasa begitu hangat, semalam juga dokter dan suster beberapa kali memeriksa keadaan Kahiyang.


"Abang beli sarapan dulu ke kantin ya sayang...."


Ali mengusap kepala zira, mengusap air matanya.


"ya bang!"


Jawab zira lalu Ali beranjak pergi keluar untuk membeli sarapan untuk mereka.


"Kahiyang bunda, harus sembuh karena bunda janji akan lebih banyak meluangkan waktu untuk kamu nak...."


Rumi menghela nafas, sebenarnya ia juga tidak setuju saat zira memutuskan untuk menjadi model untuk meraih hati Sri karena pada kenyataannya keadaan tidak lah berubah meski zira berusaha keras menjadi menantu terbaik, zira harus mengorbankan waktu yang seharusnya untuk Kahiyang.


tak berapa lama Ali kembali membawa bubur ayam untuk mereka berempat, zira tengah memberikan susu untuk Kahiyang yang menangis.


"sayang....!"


Zira menggendong Kahiyang yang menangis zira berusaha menenangkan, karena pekerjaan nya juga Kahiyang harus mendapatkan susu formula padahal asi nya zira banyak waktu itu.


"suuut... jangan nangis lagi ya!"


Namun Kahiyang tak bisa di tenangkan, bayi itu terus menangis di tambah suhu tubuh nya yang kembali meningkat.

__ADS_1


"Kahiyang....."


zira mengusap kepala putri nya dengan lembut agar tenang, namun Kahiyang semakin meronta membuat zira sedikit panik.


"tenang de Abang panggil dokter sekarang!"


Ali berlari keluar karena Kahiyang terus meronta ronta seperti menahan kesakitan.


"sayang kamu tenang nak, ya Allah Bu..."


Rumi berusaha untuk menenangkan namun Kahiyang terus menangis.


"cucu nenek, sabar ya sayang ...."


Rumi pun menitikkan air mata nya.


"Kahiyang...!"


Zira dan Rumi panik saat Kahiyang tiba tiba mengalami kejang.


"astaghfirullah....bang!"


teriak zira mencoba menguasai keadaan karena dalam keadaan panik ia tidak bisa berpikir.


Tak lama dokter dan suster masuk ke dalam dan tercengang saat melihat Kahiyang yang mengalami kejang, gegas dokter meminta kompres air dingin untuk menurunkan panas tersebut.


namun sebelum suster kembali, Kahiyang tergolek lemas di tangan nya, zira menitikkan air mata nya saat melihat Kahiyang tak sadarkan diri.


"Kahiyang......!"


ujar zira memeluk putrinya yang lemas tak berdaya.


gegas dokter meminta Zira meletakkan Kahiyang di ranjang, dokter tertegun saat merasa kan bayi cantik itu tak lagi bernafas.


"maaf Bu,pak .. anak nya sudah berpulang ke Rahmatullah...!"


"Kahiyang.....!"


Zira dan Ali menangis di hadapan putri nya yang sudah tidak bernyawa, putrinya ternyata tidak kuat melawan penyakit itu.


Wijaya dan indah yang baru datang terpaku melihat Ali dan zira yang menangis.


"dokter pasti salah, Kahiyang anak bunda masih ada... jangan tinggalkan bunda Kahiyang, maafkan bunda nak... bunda janji akan selalu ada untuk kamu, kamu bangun ya nak....kamu kuat Kan nak..."


Rumi menghampiri dan ikut menangis namun Tuhan berkehendak lain dan lebih menyayangi Kahiyang yang baru berusia tujuh bulan.


"kamu sabar ya nak, ikhlas.... kasihan Kahiyang, Allah lebih sayang!"


"enggak Bu, zira nyesel karena udah banyak ninggalin Kahiyang..!"


zira terus menangis, Ali terpaku mendengar ucapan zira.


ia juga salah seharusnya Ali tidak mengizinkan zira untuk bekerja dan menjadi model demi untuk mencari simpati Sri namun semua berujung lara karena pada kenyataannya Sri tetap bersikap Sama.


indah pun menangis memeluk tubuh zira yang tergugu, sementara Wijaya mengurusi semua urusan di rumah sakit karena Kahiyang harus segera di bawa pulang.


Alena yang mendengar berita itu langsung berlari menuju ruangan dimana Isak Tangis terdengar pilu keluar, Toni mengikuti langkah Alena yang tidak memikirkan kandungan nya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2