
beberapa hari berlalu...
Sri dan Wijaya mendarat di Indonesia, beberapa kali setelah Wisnu menelpon nya untuk pulang karena dua bulan berlalu Ali belum juga diketahui keberadaannya.
Padahal Wisnu sudah mengerahkan orang untuk mencari cucu kesayangan itu, namun Ali belum juga di temukan.
"ayah tahu kamu sibuk Tapi pikirkan juga Ali, ia hilang dan belum di ketemukan...."
ucap Wisnu saat Sri sampai di rumah.
"kemana sih kek, bang Ali kok bisa hilang gitu?" tanya Alena adik perempuan Ali.
"Kakek engkau tahu bahkan Ali enggak berpamitan ketika hendak pergi....!" ucap Wisnu.
"dia punya masalah enggak sih sama orang?"
tanya Sri sementara Wijaya hanya diam sambil berpikir.
"ya sudah lanjut kan pencarian....aku akan hubungi beberapa teman ku mungkin Bisa membantu kita mencari Ali...!" ucap Wijaya lalu menelpon teman nya yang merupakan seorang Intel.
Sri dan Wijaya memiliki dua orang anak, Ali dan Alena...Sri sendiri anak kandung Wisnu satu satunya, dan bagi Wisnu Ali lah nanti yang akan mewarisi harta kekayaan nya namun kini seakan di rundung kebingungan dan kebimbangan karena cucu kesayangan nya hilang.
"maaf tuan ada telpon dari peternakan tentang persediaan sandang dan pangan yang sudah hampir habis..."
ucap salah satu pekerja Wisnu.
"kek kita ke main yuk ke peternakan, Udah lama juga ya nggak ke sana?"
ucap Alena, ia seorang dokter dan berencana akan Pindah tugas di Indonesia.
"tugas kamu gimana?" tanya Sri yang hendak masuk ke dalam kamar.
"itu bisa di atur, Alena ingin berlibur dulu sebelum memulai tugas!"
ucap Alena lalu masuk ke dalam kamar melewati Sri yang menatap nya.
Sri menghela nafas panjang lalu beralih masuk ke dalam kamar Ali, ia melihat ponsel nya tergeletak di nakas, potret Ali terpampang di atas ranjang, beberapa Poto bersama Gisel berjajar di meja panjang.
Sri tertegun kenapa putranya bisa berpacaran dengan wanita seperti itu, bukan bangga tapi Sri tahu image seorang Gisel yang memiliki scandal dengan orang yang mengorbit kan nya.
"Sri enggak suka Ali sama Gisel, dia itu model enggak jelas.... image nya juga buruk!"
ucap Sri pada Wisnu dan Wijaya yang tengah berbincang.
"lalu apa yang akan kamu lakukan?"
" Sri akan mencarikan jodoh untuk Ali nanti...."
ucap Sri dan di tanggapi diam oleh kedua pria itu, yang terpenting saat ini adalah keberadaan Ali dulu tentang Gisel, Wisnu tak mau ambil pusing.
**
Gisel menatap dirinya di cermin, beberapa tanda merah berjejer di leher jenjangnya.
saat ini ia tengah menutupi tanda merah itu karena akan berlangsung pemotretan.
"gila itu pampir enggak kira kira ngisep nya.... berapa ronde semalam sel..."
tanya bunga teman pemotretan Gisel, bunga mengetahui kedekatan nya dengan Niko.
"ya emang bikin kewalahan, asli capek main sama dia itu sampai pagi...
gue sih suka sama permainan nya dia tapi gue capek karena Niko tuh beneran hiper ***, semalam gue Main berkali kali, sampe perih asli....."
ucap Gisel menarik nafas.
"terus kalau sama Ali gimana?"
tanya bunga.
"gue sama Ali enggak pernah ngapa ngapain, dia itu sibuk sama pekerjaan nya, paling transfer duit aja kalo aku minta ketemu dan sekarang malah ngilang enggak tahu kemana?"
ucap Gisel, tersenyum melambai kan tangan nya ke arah Potograper baru yang lumayan cakep.
"terus Lo enggak bantu cari sel...?"
"enggak, gue sibuk....ada Kakek nya dan orang suruhan orang tua Ali, jadi gue nunggu kabar aja....!"
__ADS_1
"Lo mau balik sama Ali kalau dia udah pulang?"
tanya bunga memperhatikan Gisel tersenyum pada Potograper baru itu.
"Enggak tahu, bingung Niko ngancem gue...."
ucap Gisel beranjak mendekati Potograper yang justru menatap paha nya yang putih dan mulus.
"hai cantik....ayo kita mulai...!"
ucap pria itu mulai memotret terbesit menawarkan Gisel pekerjaan baru.
setelah selesai pria itu mendekati Gisel yang tengah duduk di kursi sambil memainkan ponselnya, tentu membalas pesan Niko yang minta di layani.
"sel....aku ada kerjaan bagus loh, upah nya juga lumayan...!"
ucap pria itu duduk di samping Gisel memperhatikan belahan dada yang membuat nya hampir ngiler.
"kerjaan apa?"
tanya Gisel.
Arka, pria itu berbisik di telinga Gisel, membuat Gisel langsung berbinar mendengar penuturan pria itu.
"gimana? mau enggak?"
tanya Arka.
"boleh, aku mau tapi enggak sekarang ya! aku udah ada janji.....!"
ucap Gisel beranjak saat Niko menelepon nya.
"besok deh ya, aku janji....!"
ucap Gisel lalu berlalu pergi.
***
kediaman Ahmad.
"berapa sih penghasilan buruh panggul, ibu enggak ngerti kamu malah suka sama pria itu?"
"udah Bu, jangan bicara seperti itu. hal itu juga melukai Zira...."
ucap zira keluar dari rumah, terlihat Pria itu membeku di samping rumah.
"bang.......!!"
ucap zira menghampiri.
"Abang enggak apa-apa....ayo kita pergi ke ladang lihat bapak...!"
ajak pria asing itu meraih sepeda.
karena hari ini libur zira tidak ke sekolah, ia memberanikan diri memeluk pinggang pria asing itu.
"aw.....!"
pria itu mengaduh kesakitan.
"kenapa bang?"
tanya zira meminta berhenti namun pria asing itu tetap mengayuh sepeda nya.
"nanti saja di ladang de,"
ujar nya membuat zira membeku.
tak lama mereka sampai di ladang, keduanya naik ke atas meninggalkan sepeda nya dibawah.
zira tersenyum memperhatikan tangan yang menggenggam tangan nya.
"pak.....!"
"loh kalian ke sini....."
ucap Ahmad.
__ADS_1
"ya, zira mau bicara sama bapak..."
ucap zira duduk di saung kecil itu, pria itu sendiri tak tahu apa yang akan zira bicarakan.
"ada apa nak....?"
tanya Ahmad.
"pak, apa bapak merestui hubungan zira sama Abang?"
tanya zira menoleh ke arah pria asing itu.
"ya, bapak tidak melarang hubungan kalian... lanjut kan niat kalian berdua ya!"
ucap Ahmad tersenyum.
"terimakasih pak....!"
ucap pria itu mencium tangan Ahmad.
kemudian terlihat Reza menghampiri mereka yang tengah berbincang.
"hai bro.....kak, zira...."
ucap Reza duduk di kursi kayu.
"ada apa tumben?"
"Aku kerumah ibu cari kamu..."
ucap Reza pada pria asing itu.
"ada apa za...?"
"bantu peras susu....!"
ucap Reza tersenyum simpul.
"Jangan bercanda, selalu ngomongin susu..."
ucap zira.
"bantu aku beres beres di peternakan, besok mau ada orang kota!"
ucap reza.
"tenang ada upah nya, lumayan untuk nambah uang tabungan kalian untuk nikah...!"
ucap Reza yang mengetahui hubungan keduanya dari Ahmad.
"ya sudah ayo....!"
ucap pria asing itu dengan semangat.
"aku ikut bang....!"
ucap zira ikut beranjak, lalu pamit pada Ahmad.
"sekarang udah berani ya peluk peluk...!"
ucap pria itu tersenyum.
"enggak boleh...?" tanya zira saat hendak duduk di sepeda.
"boleh tapi lagi lagi kamu bikin aku frustasi.... gemes!"
ucap pria itu menyentil hidung milik zira.
Zira terkekeh lalu naik ke sepeda.
"aw.....!"
pria itu kembali mengaduh, Karena penasaran Zira membuat kaos yang menutupi punggung pria itu.
"astaghfirullah....!"
ucap zira Melihat punggung pria itu penuh lebam luka biru mungkin akibat pikulan berat yang menjadi pekerjaan nya itu.
__ADS_1
bersambung....
terima kasih yang sudah mampir, ayo like and komentar 😍🤭