terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
lemas.


__ADS_3

Zira tertegun mendengar Reza berbicara di telepon, pria itu benar-benar mencari nya ke kampung.


"Paman enggak tega lihat si Abang mu itu Ra?"


Reza langsung menghubungi zira setelah Ali pergi bersama temannya.


"ya sudah, biarkan saja. zira juga bingung paman karena orang yang zira hadapi bukan orang biasa, mereka memiliki kekuasaan!"


Zira menatap langit yang masih gelap.


suhu tubuh nya seperti kembali meningkat, perut nya juga terasa sakit tapi pagi ini terakhir ia bekerja di perusahaan itu.


"ya sudah Ra, Paman ke kota pagi ini untuk jemput kamu!"


seperti permintaan zira, Reza akan datang untuk menjemput keponakan nya itu.


Reza juga sudah membahas masalah itu dengan Ahmad.


"ya sudah, aku dan Rumi akan kembali ke Indonesia weekend ini!"


ujar Ahmad di telpon saat Reza menceritakan tentang Ali, Reza tidak bisa membiarkan masalah ini karena zira tidak akan mampu menghadapi nya sendiri.


gegas Reza menyiapkan diri untuk keberangkatan nya ke Jakarta.


***


pagi...


"hai nad...."


sapa zira tersenyum lemas.


perutnya terasa tak enak, ia merasa mual dan beberapa kali muntah.


Nadia memperhatikan zira yang tampak begitu pucat." kamu sakit lagi?"


tanya Nadia.


"cuma sedikit enggak enak badan, tapi aku enggak apa-apa kok nad!"


jawab zira senyum kecil.


"tapi kami itu pucat banget Ra...!"


ujar Nadia menyentuh tangan zira terasa hangat.


"ya, aku udah minum obat Nad, ini hari terakhir ku bekerja!"


zira mengigit bibirnya kembali merasa mual.


"kamu yakin?"


tanya Nadia merasa khawatir.


zira mengangguk lalu naik ke atas motor milik Nadia.


"ya udah kalau kamu merasa pusing bilang ya!"


"oke...!"


jawab zira berpegang pada pinggang Nadia.


"nanti sore ada paman ku datang, nanti aku kenalin ya. dia lagi cari calon istri!"


ujar zira sambil terkekeh sementara Nadia hanya tersenyum mendengar hal itu.


tak berapa lama keduanya sampai di perusahaan tersebut, zira turun dari motor lalu menuggu Nadia memarkir kendaraan roda dua nya.


gegas Zira mengambil masker dan kacamata yang menutupi identitasnya dari Ali.


"rasanya lemas......"


keluh zira berjalan beriringan bersama Nadia.


Tak banyak instruksi zira dan yang lainnya langsung Melakukan pekerjaan yang biasa mereka lakukan.


***


pagi itu Ali sampai di Jakarta, cukup cepat Toni membawa mobil hingga tak membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai ke kota.


"kita langsung ke kantor aja Ton, nanti aku mandi di kantor aja...."


titah Ali pada Toni yang langsung mengangguk.

__ADS_1


"beli sarapan dulu deh ton, gue laper"


"oke....."


jawab Toni.


"gimana cewek Lo, Al?"


tanya Toni menoleh sekilas pada Ali.


"seperti nya dia marah sama gue, sekarang gue enggak tahu dia dimana. zira Minta pamannya untuk merahasiakan keberadaan nya..."


Toni mengerutkan keningnya mendengar nama yang Ali lontar kan.


"siapa namanya Al?"


tanya Toni.


"zira, nama nya zira...!"


jawab Ali.


"kok sama sih, cewek yang gue suka di kantor juga nama nya juga zira...!"


"ah jangan jangan itu zira gue....!"


"ah bukan, mungkin sama aja kali Al..."


jawab Toni sambil terkekeh.


"ya udah kita mampir ke kafe yang di depan aja..


gue laper...!"


ujar Ali masih memikirkan sosok yang namanya sama seperti kekasihnya itu.


keduanya Duduk berhadapan setelah memesan kopi dan yang lain nya.


"Lo ada Poto zira OB di kantor?"


tanya Ali penasaran.


"enggak ada, gue belum sempat curi poto nya, gue selalu sibuk...."


jawab Toni.


ujar Toni, ia juga penasaran. apa ini hanya sebuah kebetulan saja?


"gue enggak bawa, ada di rumah ton, dari pada penasaran nanti kita buktikan aja langsung di kantor, awas aja kalau itu memang zira gue, abis Lo!"


ancam Ali membuat Toni termangu.


"mudah mudahan bukan, masa ia kita suka sama perempuan yang sama!"


jawab Toni lalu mengambil kopi yang sudah tersedia.


"ya lihat aja nanti!"


sahut Ali yang tidak sabar ingin segera bertemu dengan perempuan itu.


"ayo lanjut....."


ajak ali beranjak dari duduknya meniggalkan Toni yang masih asik sarapan.


"yah dasar, emang suka semena mena Lo Al.."


teriak Toni pada Ali yang melenggang pergi meninggalkan nya.


***


seorang perempuan cantik berjalan memasuki perusahaan tersebut, semalam ia bertengkar dengan suaminya karena seseorang mengirim kan Poto Poto suaminya tengah berbincang bersama seorang perempuan, dan yang membuat perempuan itu marah adalah keterangan yang mengatakan bahwa suaminya menyukai gadis yang beberapa waktu ini menjadi OB baru di kantor.


zira merasa lemas, ia berjalan membawa alat pel bersama Nadia.


keduanya hendak mengepel lantai utama gedung tersebut, wilayah yang harus terlihat bersih dan wangi.


"Ra, kamu masih kuat?"


tanya Nadia melihat zira Tampak lunglai.


"kuat, setelah ini aku akan minta izin istirahat..."


jawab zira lalu mulai mengepel lantai tersebut.

__ADS_1


"Hai....mana OB yang namanya zira?"


tanya seorang perempuan pada Nadia yang langsung tertegun, Nadia kenal siapa wanita yang berada di hadapan nya adalah istri pak Zaki.


"memang ada apa Bu?"


tanya Nadia balik menoleh ke arah zira sekilas.


"kamu saya tanya malah balik bertanya? enggak sopan ya kamu?"


ujar wanita itu.


seseorang tersenyum di balik tembok melihat istri Zaki langsung datang ke kantor.


"mana zira?"


tanya wanita itu lagi, zira yang mendengar seseorang menyebut namanya langsung menoleh lalu memperhatikan Nadia bersama seorang wanita cantik dan seksi.


"ada apa Bu?"


tanya zira lirih, tubuh nya benar benar lemas, wajah nya juga terasa panas.


"kamu yang namanya zira?"


tanya wanita itu. sementara Zaki belum datang dan tak mengetahui bahwa istrinya datang ke kantor untuk menegur zira.


"ya, saya memang nya kenapa?"


tanya zira tak paham dengan sikap perempuan itu.


"kamu suka godain suami saya?"


tanya wanita itu membuat zira tercengang.


"enggak, saya...!"


jawab zira tidak tahu siapa suaminya.


"kamu pikir saya tidak tahu kamu suka


godain suami saya, Zaki. saya lihat kok nih!"


ujar wanita itu melempar beberapa Poto saat zira dan Zaki tengah berbicara berdua.


"tapi saya enggak godain pak Zaki, kami tidak ada hubungan apa-apa. demi tuhan!"


"ya itu benar Bu!"


sahut Nadia yang tidak tinggal diam.


"bohong... terus itu apa?"


kata wanita itu dengan nada tinggi, beberapa karyawan yang baru datang melihat kejadian itu.


"enggak Bu, demi tuhan saya enggak ada hubungan apa-apa dengan pak Zaki!"


zira terperangah saat wanita itu menarik masker nya dengan kasar bahkan kaca mata zira ikut tertarik.


"dasar wanita gampangan....!"


caci wanita itu membuat netra zira memanas, tubuh nya semakin lemas dan perutnya terasa begitu sakit mendadak sesak nyeri ulu hati.


Ali yang baru saja tiba gegas menghampiri kerumunan orang orang.


Ali langsung melebarkan matanya melihat seseorang yang keberadaannya ia cari tengah di caci maki.


"Zira.....!"


panggil Ali membuat semua menoleh, termasuk zira dan wanita itu, namun pandangan zira kabur hingga ia langsung tak sadarkan diri.


gegas Ali menangkap tubuh zira yang hendak tumbang.


"zira....astaga zira!"


Ali menyentuh tubuh zira yang terasa hangat, wajah pucat pasi.


"zira sayang.....!"


Ali menepuk pipi zira agar sadar, semua orang tak percaya dengan yang mereka dengar, Ali CEO perusahaan itu memanggil OB baru itu sayang.


bersambung....


terima kasih sudah mampir 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2