terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
maaf.


__ADS_3

Zira duduk di tepi ranjang menunggu Ali keluar dari kamar mandi, Ali hanya sekilas menyapa indah setelah itu Ali langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Wijaya dan indah pamit pulang di ikuti Nadia yang juga pamit pulang.


Ali mengguyur tubuhnya di shower, merenungi apa yang sudah terjadi, bukan hanya tentang kehidupan rumah tangga nya.


tapi juga tentang wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini.


seperti yang dikatakan oleh Wisnu, ia harus bersabar dan berdoa agar Tuhan meluluhkan hati mommy nya.


gegas Ali menyudahi ritual mandi nya, ia belum menunaikan shalat isya.


Zira menoleh ke arah Ali yang menyembul keluar dari kamar mandi, terlihat dada nya yang bidang dan putih.


kedua netra nya bertemu, namun tak ada yang berbicara, zira sendiri hanya diam menatap Ali yang melangkah mendekati nya.


"kamu udah sholat de?"


tanya Ali membuat zira mendongak menatap wajah tampan suami nya.


"sudah, tadi zira sholat bareng Nadia ....."


jawab zira apa adanya.


"ya sudah, Abang sholat dulu!"


ujar Ali memakai pakaian yang sudah zira siapkan untuk nya.


"Abang marah ya karena ibu indah datang?"


tanya zira sedikit mendongak.


"Silahkan saja, Abang enggak masalah dia datang kemari.... yang terpenting bukan untuk mempengaruhi kamu untuk membenci mommy....."


jawab Ali lalu memakai kain sarung nya.


"Bu indah enggak seperti itu bang!"


Zira menghentikan percakapan nya karena ali langsung memulai sholat nya.


'mungkinkah Ali tidak suka dengan zira yang Akrab dengan indah?'


Zira menatap punggung yang tengah menghadap Robb nya, cukup lama ali berdoa, Zira terus memperhatikan Ali yang menengadah kan tangan nya di hadapan Robb Nya, tak terdengar apa yang ali tengah adukkan pada Tuhan nya karena Ali berucap dengan lirih, hanya air mata yang keluar dari sudut mata Pria itu, menandakan ada kepedihan yang tersembunyi.


Ali menoleh ke arah zira yang juga menatap nya, pria itu beranjak lalu menghampiri Zira yang duduk di tepi ranjang.


"maaf kan mommy Abang ya, kalau dia sudah menyakiti kamu....!


Abang Juga minta maaf karena enggak bisa jagain kamu!"


Tutur Ali menunduk kan kepalanya di hadapan zira yang juga terpaku.


"Abang tahu mungkin mommy Abang tak sebaik Indah tapi hati anak mana yang tak sakit melihat ibu nya tercampakan, meski Mommy seperti itu tapi dia yang telah melahirkan Abang, kamu istri Abang yang akan melahirkan anak Abang, dan dia perempuan yang sudah melahirkan Abang... jadi Abang minta maaf kalau sikap mommy menyakiti kamu de.....!"


ucap Ali menyeka air matanya.


Zira tertegun sejenak lalu memangku wajah Ali yang memerah.


Ali bukan hanya seorang pria yang baik tapi dia juga seorang anak yang begitu menyayangi keluarga nya.


"maaf kan zira ya bang karena keberadaan zira membuat Abang dan mommy merenggang....!"

__ADS_1


Ali menggelengkan kepalanya menatap wajah zira.


"enggak, kamu enggak salah karena Abang juga cinta dan sayang sama kamu, Abang minta kamu untuk bersabar menghadapi mommy, Abang tahu bagaimana rasanya di hina, di caci maki bahkan di permalukan di hadapan banyak orang, bukan hanya malu tapi juga terhina... makanya Abang minta maaf sama kamu de?"


Tutur ali lalu memeluk zira.


"maaf ya de.....!"


zira mengangguk lalu mendekap erat tubuh Ali.


'di balik sikapnya yang keras, ada sebuah luka yang selalu Sri sembunyikan, keangkuhan membuatnya tak ingin terlihat lemah.


maka ia tak sedikit pun menampakkan kesedihan nya di depan orang, ia juga memberanikan diri datang ke pengadilan dan menolak mediasi.


***


Pagi....


Ali mengajak zira jalan jalan mengelilingi kompleks perumahan tersebut, terlihat ramai pejalan kaki dan beberapa orang yang berlari pagi menuju taman kompleks itu.


"mau sarapan di rumah atau beli di sini!?"


tanya ali saat mereka sampai di taman perumahan, banyak yang berjualan makanan.


"Abang mau nya Dimana?"


tanya balik zira.


"loh kok Balik nanya sih?"


tanya Ali mencubit hidung istri nya itu.


ucap Ali mengajak zira memilih beberapa makanan cemilan.


"mau beli sosis panggang bang!"


zira menghampiri pedagang yang menjual sosis panggang beserta makanan yang lain nya.


"ya sudah pesan saja..."


"Abang mau enggak?"


"boleh.....!"


ucap ali lalu duduk di kursi dekat pedagang itu, memperhatikan zira yang tengah jajan.


"nih bang.... kita makan di sini aja ya!"


zira duduk di kursi dengan makanan di tengah mereka.


"de kapan kamu belajar silat?"


tanya ali lalu mulai menyuapkan makanan tersebut ke mulut nya.


"waktu mau ke Jakarta, setelah kamu hilang bang!


bapak enggak kasih izin kalau zira enggak belajar silat karena bapak tahu Jakarta rawan kejahatan, saat orang lain tidak bisa Melindungi, Kita sudah siap dengan apa yang kita bisa untuk menjaga diri...."


jawab Zira menoleh ke arah yang tengah menguyah sosis tersebut.


"maaf ya, Abang enggak bisa jagain kamu sepenuh nya.... bahkan ilmu silat yang Abang pelajari dari bapak tak sampai seperti kamu, mungkin Abang tidak akan bisa seperti kamu yang mampu mengalahkan mereka sendiri..."

__ADS_1


zira tertegun...


"jangan bicara seperti itu, bukan zira yang hebat tapi mereka yang memang cuma badan nya doang yang gede di tendang senjata nya juga langsung jatuh...."


ucap zira terkekeh kecil tersenyum ke arah Ali yang langsung merangkul pundak nya lalu mencium kepala istri nya.


"kita pulang yuk, kita renang ya di rumah!"


Zira mengangguk lalu keduanya beranjak dan melangkah pergi.


"de....?"


Ali menoleh ke arah zira yang berjalan di samping nya, tangan keduanya tetap terpaut satu sama lain.


"kamu bilang sama bapak tentang kejadian itu?"


tanya Ali, zira paham maksud Ali.


"enggak bang, zira juga baik baik saja kenapa mesti ngadu?"


Zira tersenyum semakin mengeratkan genggaman tangan nya.


"terima kasih ya de, kalau bapak tahu pasti marah dan bilang Abang enggak becus jaga kamu!"


"bapak enggak akan bicara seperti itu, dia bukan seorang pria yang hanya menilai dari satu sisi sudut pandang orang.."


zira memang tidak memberi tahu soal kejadian itu pada Ahmad, zira terbangun dari tidurnya pun karena Ahmad Yang menelpon menanyakan bagaimana acara itu berlangsung, sore hari Ahmad baru sampai di rumah.


**


tak berapa lama mereka sampai di rumah, Ali tertegun saat melihat sebuah mobil terparkir didepan halaman rumah.


"siapa bang?"


tanya zira yang juga memperhatikan mobil Tersebut.


"mobil kakek....ayo masuk!"


ajak Ali menuntun tangan zira masuk.


"assalamualaikum....!"


Ali tersenyum melihat Wisnu yang tengah duduk di ruang tamu bersama assisten nya.


"walaikumsalam.....kalian habis olahraga?"


tanya Wisnu tersenyum, Ali dan zira mencium tangan Wisnu bergantian.


"gimana keadaan kamu zira?"


tanya Wisnu, keduanya duduk di hadapan Wisnu.


"baik kek, zira baik baik saja!"


"syukurlah....!"


jawab Wisnu singkat lalu mereka sarapan bersama.


zira tersenyum, ada seberkas bahagia tercipta karena Wisnu peduli pada nya, zira hanya tinggal menunggu tuhan membalikkan hati Sri agar mau menerima nya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2