terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
making love.


__ADS_3

Zira tersenyum menatap beberapa lingerie seksi yang menggantung di lemari pakaian nya, semua itu hadiah dari Alena.


Zira terkekeh kecil mengingat pertama kali membuka isi paper bag yang diberikan oleh Alena.


**


"apa ya isinya bang?"


Zira membuka lalu merogoh isi dalam paper bag tersebut berisi lingerie cantik berwarna hitam.


Zira tertegun saat tangan nya menggantung pakaian seksi itu.


Ali sendiri hanya senyum melihat zira yang langsung tertegun menatap pakaian yang seperti nya kurang bahan.


"Alena itu punya selera yang bagus... dia pintar ya kasih kamu pakaian seperti itu.


itu artinya dia mau kamu menyenangkan Abang nya... tapi....!"


Ali menghentikan ucapannya mengingat istri nya pasca operasi.


"tapi apa bang?"


tanya zira menatap wajah Ali yang tampak berpikir.


"hm...nanti saja de jangan di pakai sekarang, Abang khawatir...."


zira tidak berpakaian seksi saja Ali sulit menahan hasrat nya, apa lagi kalau istri nya memakai pakaian seperti itu.


"khawatir apa?"


tanya zira berlaga polos padahal ia tahu maksud suami nya itu.


"Abang tuh normal... takut enggak bisa menahan Diri... kamu seperti ini saja rasanya ingin sekali menerjang, apa lagi seperti itu?"


Zira terkekeh mendengar Ali mendesah.


"sabar ya... kalau zira udah benar benar sembuh, Zira kasih yang spesial..."


Ali tersenyum lalu memeluk zira dari belakang mencium pipi zira berulang kali.


***


tadi sebelum makan malam Alena memeriksa keadaan luka pasca operasi nya,, Ali juga ikut menyaksikan hal itu.


"coba buka Ra baju nya....!"


perintah Alena, di ruangan itu hanya ada mereka bertiga.


karena zira hanya diam akhirnya Ali yang menyingkap baju nya hingga membuat zira terperanga.


"Abang ih.....!"


Alena tersenyum melihat betapa manja nya zira pada Ali.


"ya dari tadi diam aja... Alena bilang buka baju nya sayang...."


"ya Zira tahu tapi kan Alena Nya masih di sana!"


ucap Zira langsung cemberut membuat ali gemas dan ingin melahap bibir zira yang manyun.


"tau nih bang Ali enggak sabar banget!"


ujar Alena langsung membuat Ali menoleh.


"wajar lah istri sendiri....!"


ucap Ali terkekeh sambil mencubit pipi zira yang merona.

__ADS_1


Alena menggeser Ali yang berada di hadapan zira, lalu memeriksa keadaan zira.


Alena tersenyum menyentuh kulit zira yang putih juga halus, ternyata zira juga pandai merawat diri.


"beruntung nya Abang gue...!"


Tutur Alena terkekeh menoleh ke arah Ali yang duduk di belakang nya.


"apa hm?"


tanya Ali membuat keduanya terkekeh.


"udah sembuh Alhamdulillah kakak ipar, udah aman kalau mau holiday....!"


Alena kembali terkekeh, Alena tahu seperti nya keduanya menunda making love nya karena khawatir dengan kondisi zira pasca operasi.


"udah sembuh beneran Len?"


tanya Ali duduk di dekat zira.


"udah bagus kok enggak ada masalah...!"


jawab Alena lalu membereskan peralatan nya, kemana pun Alena selalu membawa peralatan nya menjaga kondisi darurat ia selalu siap siaga sebagai seorang dokter.


"ya udah sembuh, ya udah Lena tinggal... tapi jangan lupa kita mau makan malam dulu ya bang... bang Toni sama reza udah bakar ayam nya!"


"ya bawel.....!"


jawab Ali senyum lalu Alena melenggang pergi.


Zira tersenyum saat Ali menatap nya mesra, mencondongkan tubuhnya lalu menautkan bibir nya pada Zira, awalnya hanya kecupan mesra penuh cinta namun jika seperti ini Ali tak pernah berhenti di titik itu, Ali merebahkan tubuh Zira dan menindih nya.


"bang ingat ya kita mau makan dulu!"


Ali mengangguk lalu membungkam bibir zira dengan memperdalam ciuman nya hingga nafas keduanya tersengal.


Ali mengusap wajah zira yang berkeringat, karena cuaca di peternakan selalu dingin maka di rumah itu tak ada AC seperti di Jakarta.


"ayo kita makan dulu!


biar nanti ada tenaga!!"


ujar Ali terkekeh lalu merengkuh tubuh zira.


***


setelah makan malam zira masuk kedalam kamar terlebih dulu karena Ali Masih mengobrol dengan Toni dan Reza, Alena sendiri sudah masuk ke dalam kamar setelah makan malam.


Zira mengambil dress kemeja putih seksi berbahan Chiffon, entah kenapa zira lebih menyukai piyama tidur itu, memang tak menampakkan bahu nya yang putih namun betis dan paha nya terekspos dengan jelas membuat nya terlihat seksi dengan makeup natural memoles wajah nya cantik nya.


zira biarkan rambut nya yang panjang bergelombang terurai.


krek.....


suara pintu di dorong dari luar, ali menyembul masuk dan langsung terpaku menatap betapa cantik dan menggoda nya zira dengan pakaian seperti itu.


zira tersenyum saat Ali perlahan menghampiri nya dengan tatapan yang tak berkedip sedikit pun.


"subhanallah.... keindahan yang menakjubkan dan menyejukkan mata..."


Zira tersenyum saat Ali meraih pinggang dan merapatkan tubuh kedua nya.


"udah siap....? kita making love?"


tanya Ali di telinga membuat Zira meremang.


Zira mengangguk pelan, binar bahagia nampak jelas pada raut wajah Ali.

__ADS_1


"sebentar Abang ke kamar mandi dulu ya!"


Zira kembali mengangguk saat Ali melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi.


zira menoleh ke arah jendela, terdengar hujan deras kembali turun seperti malam malam sebelumnya, kedua nya menikmati cuaca dingin di bawah selimut yang sama.


Zira tercenung saat Ali tiba-tiba memeluk nya dari Belakang, zira berdiri di dekat jendela.


"dari tempat kita berdiri Aku pernah memperhatikan seorang perempuan yang hujan hujanan sendiri."


zira menoleh ke arah Ali yang langsung mengecup bibir nya.


Ali senang melihat zira yang memakai gelang pemberian nya dulu.


"kamu sering perhatikan aku ya bang?"


Ali mengangguk.


"kamu membuat jantung ku berdetak kencang, Aku sudah besar dan normal rasanya jika aku tergoda melihat mu dalam keadaan basah tapi aku juga waras dan berusaha menahan gejolak itu.


aku tidak merasakan nya pada wanita lain, bahkan saat mereka mengekspose tubuh mereka sekali pun aku hanya menginginkan kamu...."


Ali membalikkan Tubuh Zira lalu mengecup bibir nya.


"Aku juga melakukan ini saat memakai kan gelang cantik ini...?"


Zira terperanga mendengar penuturan Ali, jantung nya semakin berdebar.


"semua seperti sebuah kebetulan, pertemuan kita selanjutnya adalah kamu yang mencium ku!"


"bukan, aku memberikan nafas buatan!"


elak zira sambil manyun membuat Ali terkekeh.


"ya tapi aku suka...!"


Ali langsung mengangkat tubuh zira dan merebahkannya di ranjang besar itu.


Ali menyentuh apa yang ia suka, membuat zira mengigit bibirnya menahan lenguhan yang ingin keluar namun ia bertahan karena ia malu jika Ali mendengar nya padahal Ali memang ingin Zira menikmati making love mereka.


"bang, kita berdoa dulu!"


zira mengingat Ali untuk satu hal yang tidak boleh terlewat sebelum aktivitas bercinta mereka.


"oh ya Abang lupa, mungkin terlalu semangat!"


ucap Ali senyum lalu berdoa sebelum kembali mencumbu istri nya itu.


Zira meyakinkan diri nya untuk membuka diri membiarkan Ali melakukan penyatuan meski ia dengar hal itu akan menyakitkan tapi hal itu menjadi hak Ali dan kewajiban nya memberikan semua itu.


Ali mengucap bismillah dalam hati serasa mendorong tubuh nya hingga zira menarik nafas merasa sesuatu seperti teriris namun zira hanya diam tak ingin meracau.


hanya air mata yang keluar dari sudut matanya dengan nafas memburu Menahan rasa sakit itu, darah keperawanan nya mengalir pada seprei berwarna merah muda tersebut.


"sakit? maaf ya sayang?"


Ali benar benar lembut memperlakukan Zira yang mengangguk lalu tersenyum saat Ali menyatukan kedua tangan dan kening nya untuk memulai malam indah itu.


suara gemericik hujan dan suasana dingin menambah keintiman keduanya, malam indah yang menjadi dambaan setiap pasutri dan akan menjadi hal yang candu untuk Ali karena rasa indah yang tak bisa ia Jabarkan oleh kata kata.


bersambung...


hai hai...


terima kasih yang sudah mampir...


komentar dong supaya author semangat 🤭🤭🤭😍🤭

__ADS_1


__ADS_2