terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
ke kota.


__ADS_3

zira memandangi bulan sabit yang berada tepat di atas bukit, pikiran nya tak menentu karena kejadian tadi sore, sudah pasti kini ia jadi perbincangan para warga.


"bang, kalau saja kamu masih ada. mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini...kamu dimana? kenapa kamu tidak pernah kembali?


apa kamu sudah melupakan aku!?"


gumam zira tersenyum getir.


"ya Tuhan hadirkan dia dalam mimpi ku, sungguh hanya itu yang mampu mengobati rasa rindu ini..."


***


cinta dengarkan hati


nurani meneladani...


baru ku sadari aku


kini kehilangan mu..


malam rembulan berlalu


hati masih bertalu


bahagia dengan mu


kini senyap


jiwa tak bertuan.


tanpa berpamitan kamu


menghilang bagai di telan samudera


ku ingat ingat apa kah aku salah


dan menyinggung perasaan mu.


meski sejuta senja


ku menangis merindukan bayangan mu


namun hidupku harus terus berjalan


dengan hati rela.


(rela- shanan Shanon)


***


Zira berpikir mungkin lebih baik merantau ke kota, mungkin saja nanti ia bisa bertemu dengan pria itu. di kampung juga banyak masalah, membuat keadaan bertambah pilu.


"Bu, pak....."


ucap zira duduk di hadapan mereka.


"ada apa nak...!?"


tanya Rumi memandangi wajah zira tampak sendu.


"zira mau kerja ke kota Bu, pak!"


ucap zira membuat Rumi terperangah.


"kerja dimana, ibu enggak kasih. kamu tahu kan di kota itu banyak orang jahat.


ibu khawatir sama kamu!"


"ya Ra, Kamu enggak usah dengar kan mereka yang membicarakan tentang kejadian tadi...!"


ucap Ahmad.


"ya, enggak pak. zira mau kerja ke kota karena di sini ingat terus sama si Abang..hidup harus terus berjalan, zira enggak mau terus terpaku...!"


ucap Zira meski jujur ia berharap Bisa bertemu dengan pria itu nanti di kota.

__ADS_1


"bukan nya kamu ke kota mau cari pria itu?"


tanya Ahmad membuat zira langsung mendongak.


"ya tapi si Abang juga belum tentu ada di kota, Zira mau suasana baru aja pak.


zira mohon, zira akan jaga diri!"


ucap zira meminta pada Ahmad.


"ya sudah kalau begitu, nanti bapak antar kamu ke kota....!"


ucap Ahmad membuat senyum zira terbit.


**


Ahmad menceritakan keinginan zira pada Reza, awalnya Reza khawatir seperti Ahmad namun memang benar di kampung ia akan terus mengingat pria itu, mungkin dengan ke kota zira bisa sedikit melupakan pria itu. enam bulan berlalu pria itu menghilang tanpa kabar membuat zira bingung. bertunangan tapi kekasih nya hilang.


beberapa hari kemudian....


pagi itu zira memutuskan untuk pergi ke kota bersama Ahmad setelah memberikan keterangan pada sekolah.


bahwa ia tidak bisa lagi membantu mengajar di sekolah tersebut.


beberapa guru menyesal kan hal itu karena zira merupakan guru yang rajin.


"kamu hati hati ya di sana Ra, harus jaga diri. jangan makan makanan yang pedas terus"


ucap Rumi memeluk putri nya itu.


"ya, Bu sedikit.." zira terkekeh memeluk Rumi."Zira pasti akan merindukan ibu"


ucap zira menciumi wajah Rumi.


"paman tolong jaga ibu sampai bapak kembali ya.."


ucap zira pada Reza yang terus menatap nya iba.


"ya, ra. kamu hati hati ya. harus bisa jaga diri, semoga cepat dapat kerjaan baru di sana.."


"Paman apa ini?"tanya zira menolak.


"untuk bekal mu di sana, tidak banyak!"


ucap Reza mengepalkan uang tersebut.


"terima kasih, paman memang terbaik.."


"ya tenang aku jaga domba mu disini!"


ucap Reza membuat zira terpaku mengingat domba yang diberikan oleh Reza untuk pernikahan nya dengan pria amnesia itu.


"ya, jaga ya paman. semoga calon nya tidak berganti"


ucap Zira, ia masih berharap pria itu kembali pada nya.


"ya apapun yang terjadi, siapkan hati mu Ra!"


Zira mengangguk lalu pergi bersama Ahmad.


mendengar hal itu gegas risky menyusul zira ke terminal.....tak berapa lama mereka sampai di terminal, Ahmad langsung memesan karcis mobil tujuan kota.


"pak Ahmad...zira..!"


panggil Risky menghentikan langkah kedua nya.


"bang risky...!"


kata zira.


"ada apa nak risky...!"


"saya belum sempat minta maaf soal kejadian beberapa hari yang lalu... maaf kan Abang ya Ra!"


ujar risky menunduk.

__ADS_1


jujur ia tidak enak hati karena Yuna yang membuat kekacauan.


"oh, ya tidak apa-apa zira sudah memaafkan


zira juga sudah melupakan kejadian itu.."


ucap zira, Ahmad mengangguk.


"ya, terimakasih zira!


hati hati dijalan...!"


"terimakasih bang!"


ucap zira lalu naik ke bus bersama Ahmad.


risky tertegun menatap punggung bus yang menjauh membawa pergi seseorang yang masih tersemat di hati.


"Zira andai saja aku bisa memutar waktu, aku pasti menuggu mu!"


ucap risky lalu melangkah pergi meninggalkan terminal tersebut.


***


Wisnu masih berada di samping Ali, dokter bilang kondisi nya semakin membaik. membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses penyembuhan, tinggal menunggu Ali tersadar saja dari tidur panjangnya.


Wisnu juga menerima kabar bahwa Niko sudah berhasil di ringkus oleh polisi, Niko bersembunyi di Kalimantan daerah terpencil.


team Intel yang Wisnu kerahkan berhasil menangkap pria itu.


"hukum seberat beratnya, aku ingin dia mempertangungjawabkan apa yang sudah ia lakukan pada cucu ku"


ucap Wisnu pada pengacara nya.


"baik pak, kami akan melakukan yang terbaik untuk Anda"


ucap pengacara tersebut lalu mematikan ponsel nya.


di Jakarta..


bunga langsung menghubungi Gisel yang berada di California Amerika, saat mendengar kabar bahwa Niko sudah berhasil di tangkap.


"sel, ayo Lo balik...Niko udah di tangkap"


ucap bunga.


"enggak nga, aku udah betah di sini dengan pekerjaan ku yang baru, soal Niko atau Ali aku udah enggak peduli, hidup ku sudah cukup tenang jauh dari nenek sihir itu!"


ucap Gisel menyebut Sri sebagai nenek sihir karena terus menerus menekan nya.


Gisel memang masih mencintai Ali, namun ia tinggal kan cinta itu demi hidup yang tenang ketimbang harus menghadapi Sri yang menakutkan.


"oh gitu sel, ya sudah kalau gitu. gue cuma kasih tahu aja! semoga Lo bahagia disana"


"ya tentu saja gue bahagia di sini bersama arka!"


ucap Gisel lalu menutup telponnya.


tersenyum melirik pria yang tengah terlelap dengan nya dalam satu selimut.


"Ali memang kaya tapi tidak menyenangkan, Niko juga kaya tapi kriminal. psikopat... menyeramkan"


ucap Gisel lalu kembali tertidur..


****


Dalam lelap nya, terbayang gadis itu tengah tersenyum, manja nya gadis itu, ceria nya gadis itu hingga membuat Ali sesak hingga mendesaknya untuk bangun...


mungkin waktu perencanaan pernikahan mereka sudah terlewati, seiring berjalannya waktu ia tak berdaya meski sekedar membuka mata, berjuang untuk tetap bertahan dari rasa sakit yang merajam tubuh nya, hanya satu yang membuat pria itu optimis yaitu gadis polos yang menjadi pujaan nya...


"zira....... "


kata itu keluar dari bibir Ali, sementara mata nya masih terpejam.


bersambung....

__ADS_1


terima kasih ya yang udah mampir 😍😍


__ADS_2