terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
berhati hati.


__ADS_3

Zira menunduk saat melihat Ali juga menghampiri nya, bukan memperhatikan Toni yang berada di depan nya namun langkah Ali yang semakin dekat.


netra zira menatap cincin pertunangan yang masih berada pada jari manis Ali.


'apa semua itu masih berarti untuk kita bang?'


*


"kata nya kamu sakit kemarin?"


tanya Toni, zira menyembunyikan tangannya kebelakang.


tak ingin Ali melihat cincin yang juga masih melingkar pada jari manis nya.


Ali mengerutkan kening nya melihat perempuan yang tinggi nya hampir sama dengan kekasih nya itu.


zira mengangguk pelan tak berani mendongak, rasanya ingin sekali berlari.


Toni tertegun melihat sikap zira tampak dingin.


"maaf saya harus kerja!"


ucap zira lirih gegas meninggalkan kedua pria tampan itu.


kenapa rasanya seperti berjalan di tempat padahal langkah nya semakin jauh dari Ali, atau hati nya yang masih menetap.


"kenapa Ra?"


tanya Nadia membuat zira tercenung.


"bikin kaget.....!"


sahut zira langsung duduk dan mengambil air minum.Nadia malah terkekeh melihat ekspresi wajah zira.


"lagian banyak melamun...."


ujar nadia lalu merangkul pundak zira.


*


Toni melangkah menuju mobil bersama Ali.


"hebat ya enggak tergoda sama Lo...!"


ujar Ali saat melihat OB tersebut terang terangan menjaga jarak.


"ya gitu deh maka nya gue enggak semangat!"


Ali langsung tertawa kecil mendengar perkataan Toni yang langsung lesu.


"lagian suka sama calon istri orang, cari yang lain. Nindy tuh nungguin Lo!"


Ali terkekeh masuk ke dalam mobil, syukur lah Siva tak lagi datang meresahkan nya.


**


Sore kemarin Ali mengajak Siva berbicara berdua, awalnya Siva merasa senang karena Ali mengajak nya jalan berdua.


"Siva, aku tidak mau basa basi..... tolong untuk kedepannya kamu jangan datang lagi untuk menemani ku di kantor, Kembalilah dengan aktivitas sehari-hari kamu."


Siva tertegun mendengar penuturan Ali yang terkesan menolak nya tapi secara halus.


"aku menghargai semua usaha mu, tapi Aku tidak mau memberikan harapan palsu karena dari awal aku sudah bilang kalau aku sudah punya calon istri...."


Ali menunjukkan cincin pertunangan nya dengan zira, ia harus bersikap tegas pada Siva apapun nanti tanggapan Sri.


"aku hanya mencintai perempuan ku, aku tidak bisa memberikan hati untuk kamu.... jadi untuk kedepannya kamu kembali dengan aktivitas kamu seperti biasa, karena aku tahu kamu punya pekerjaan"


Siva tak menjawab, hati nya sakit mendengar penolakan dari Ali.


pagi ini Siva tidak mendatangi Ali di kantor nya, seperti yang Ali katakan ia kembali pada rutinitas sebelum nya, dia cantik dan tak akan mengemis cinta dari pria itu.


biarkan saja nanti Sri yang bertindak untuk urusan kedepannya.

__ADS_1


**


tak berapa lama Ali sampai di kantor polisi, Niko belum menjalani sidang karena pengadilan menunggu kesaksian dari Ali sebagai korban penganiayaan yang dilakukan oleh Niko yang terancam penjara selama lima belas tahun.


Ali langsung mendatangi polisi bersama pengacara keluarga untuk memberikan keterangan.


***


sementara di kantor


zira tertegun saat abim memberikan nya bungkusan plastik berisi donat dari Toni.


Zira menghela nafas panjang, lalu melengos pergi.


"Ra, ini donat nya Ambil..."


Abim melangkah mengikuti zira yang tidak mau menerima makanan tersebut.


"kamu makan saja Sama yang lain nya, aku enggak suka donat....."


zira lalu pergi meninggalkan abim untuk menemui Nina perihal pengunduran diri nya.


"Bu saya mau bicara sebentar..."


ujar zira pada Nina yang tengah duduk memainkan ponselnya.


"ada apa?"


tanya Nina masih dengan nada jutek nya.


"saya mau berhenti bekerja setelah gajihan ini Bu....!"


zira langsung pada pokok bahasan tak ingin banyak basa basi.


"oh gitu, syukurlah kalau begitu, nanti aku bilang sama pak Zaki...!"


Nina beranjak lalu melenggang pergi meninggalkan zira yang berdiri mematung, Nina memang menunjukkan ketidak sukaan nya pada zira.


"kenapa Ra ? kamu udah bicara dengan bu Nina!"


tanya Nadia.


"Sudah...."


jawab zira singkat lalu mengambil kotak nasi berisi ayam geprek.


"jangan pakai sambelnya Ra, kamu kan baru sembuh..!"


kata Nadia mengingat Sakit lambung yang zira derita kemarin.


"enggak enak lah nad kalau enggak pakai sambel, aku udah sembuh kok!"


elak zira langsung menyantap makanan pedas tersebut.


"hm dasar bandel!"


umpat Nadia sambil menggeleng kan kepala nya membuat zira terkekeh.


sore......


Zaki menghampiri zira yang tengah bersiap pulang karena waktu pulang sudah tiba, semua pekerjaan juga sudah selesai di kerjakan.


"zira....."


panggil Zaki semakin dekat.


"ada apa?"


tanya zira sedikit menjauh karena jujur ia takut karena di ruangan itu ia hanya sendiri, Nadia tengah pergi ke toilet.


"kenapa kamu mau berhenti kerja? kamu enggak betah...!"


tanya Zaki, zira cantik dan langsung membuat nya kagum.

__ADS_1


"ya saya sudah mendapatkan pekerjaan baru, saya mau mengajar di sekolah SD negeri pak..."


"kamu guru!?"


tanya Zaki semakin kagum.


"ya saya guru honorer, saya minta maaf kalau selama kerja saya melakukan kesalahan!"


"tidak kamu Rajin saya tahu itu....ya sudah tidak apa apa, besok hari terakhir kamu ya!"


"ya pak....."


tak lama Nadia masuk...


"eh pak zaki....!"


ujar Nadia.


"Ya saya ingin menanyakan langsung pada zira tentang pengunduran diri nya..."


"oh......" jawab Nadia singkat.


"ya sudah saya permisi...!"


Zaki langsung pamit, tanpa tahu ada yang memotret interaksi mereka berdua.


"ayo pulang Ra, seperti nya bukan cuma kamu yang akan berhenti di perusahaan ini...."


siang tadi Nadia mendapatkan panggilan kerja di salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri tekstil.


"kamu juga mau berhenti!?"


tanya zira sambil berjalan beriringan.


"ya, aku dapat panggilan kerja. Alhamdulillah...!"


Nadia senyum senang.


"aku ke toilet sebentar ya!" tiba tiba saja zira merasa ingin buang air kecil.


"aku tunggu di depan ya!"


"oke......"


Zira berlari kecil masuk ke dalam perusahaan.


zira tak sadar kalau ada seseorang di depan nya hingga membuat keduanya bertabrakan.


"ah....!"


zira terhuyung hampir terjatuh namun cepat pria itu menarik tangan nya, zira melebar kan mata nya saat Ali lah yang berada di hadapan nya.


Untuk kesekian lama nya tubuh keduanya kembali beradu, membuat nafas zira tersengal namun berbeda dengan ali yang tampak biasa karena tak mengetahui bahwa wanita itu adalah kekasih nya.


"maaf pak....!"


cepat zira menjauh dari tubuh wangi itu, hal yang dulu menjadi candu untuk nya.


menundukkan wajahnya tak ingin Ali mengenali nya.


"tidak apa-apa, lain kali hati hati....kamu sakit? aku perhatikan kamu selalu memakai masker!?" tanya Ali namun zira tak menjawab.


"sebaiknya kamu istirahat di rumah kalau memang sakit, perusahaan memberikan izin pada karyawan nya yang sakit...."


ujar Ali lalu pergi meninggalkan zira yang mematung sendiri karena ia harus segera pergi ke peternakan, menemui perempuan yang sebenarnya ada di hadapannya.


"aku memang sakit dan akan berusaha untuk sembuh, kelak aku juga akan lebih berhati-hati untuk tidak terpikat pada sosok Pria asing yang mengalami amnesia...."


Zira langsung pergi menuju toilet sesuai tujuan awalnya.


bersambung....


ayo like and komentar ya😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2