terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
gagal.


__ADS_3

Zira memperhatikan mobil Ali yang melaju cepat menjauh dari gedung tinggi itu, pria itu berniat untuk pergi ke peternakan.


"apa yang kamu cari ada di sini, rasanya ingin sekali memeluk mu melepaskan rindu yang sedari lama menyiksa, boleh kah aku bersikap egois dengan meminta agar kita bersama seperti dulu...!"


Zira melangkah mendekati Nadia yang sudah menunggu nya.


"kenapa Ra?"


tanya Nadia memperhatikan wajah zira tampak sendu.


"enggak apa-apa, aku cuma sedih aja karena sebelumnya aku dan Ali begitu dekat, aku...."


zira menunduk menyeka air matanya.


'kenapa aku masih saja menangis...'


"kalau kalian memang saling mencintai tidak ada salahnya untuk berjuang Ra, jangan hiraukan mereka yang menentang cinta kalian.


kamu harus memperjuangkan kebahagiaan kamu, kasihan Ali dia mau cari kamu ke kampung!"


Nadia memberikan saran pada sahabat nya itu.


"jadi menurut mu aku harus memperjuangkan cinta ku?"


tanya zira dan di anggukan oleh Nadia.


"aku enggak tahu, bingung...aku orang miskin.


mana pantas dengan Ali...!"


zira naik ke motor dan bersandar pada punggung Nadia.


"sudah nad, ayo pulang. aku sudah mengatakan bahwa aku akan mengalah...!"


ujar zira mengingat percakapan nya dengan Wisnu Kakek Ali.


tak berapa lama zira sampai di kosan, ia langsung masuk ke kamar setelah berterima kasih pada nadia.


***


beberapa jam berlalu akhirnya Ali sampai di kampung, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam...gegas Ali mendatangi rumah Ahmad.


Ali menoleh ke kanan dan kiri, rumah itu tampak sepi gelap tak berpenghuni. "assalamualaikum... pak, Bu..."


Ali mengetuk pintu rumah tersebut.


Toni memperhatikan rumah sederhana Yang berada di hadapan nya.


"Ra.... Abang pulang!"


teriak Ali ke dalam rumah, seorang tetangga memperhatikan Ali yang terus mengetuk pintu.


"siapa ya?"


seseorang menghampiri.


"kamu pria amnesia itu?"


tanya seorang ibu.


"ya saya pria amnesia itu, kemana pak Ahmad dan ibu?"

__ADS_1


tanya Ali.


"pak Ahmad dan Bu Rumi pergi ke Malaysia sebulan yang lalu dengan Yuda anak nya, entah zira ikut atau tidak karena sebelumnya zira pergi ke Jakarta...!"


Ali tertegun mendengar hal itu, sementara Toni menuggu di mobil.


"kalau Reza di mana?"


"di peternakan mungkin....!"


jawab ibu itu lalu pergi meninggalkan Ali yang tertegun sendiri.


"gimana Al?"


tanya Toni dari dalam mobil.


"kita langsung ke peternakan saja, rumah kosong. pak Ahmad pergi ke Malaysia!"


ajak Ali lalu masuk ke dalam mobil.


sepuluh menit kemudian Ali dan Toni sampai di peternakan, Ali langsung keluar dari mobil berjalan ke arah peternakan yang jauh dari rumah utama.


"za......!"


teriak Ali berlari langsung memeluk Reza yang berdiri mematung, pria asing itu benar-benar datang lagi.


"za Alhamdulillah kamu baik-baik saja.....!"


ucap Ali menilik keadaan Reza karena malam itu juga hampir menewaskan Reza.


"Alhamdulillah...aku baik baik saja Ali... maaf maksud ku pak Ali...aku tidak menyangka kalau ternyata kamu tuan ku, pemilik peternakan ini.....!"


ujar Reza membuat Ali tertegun.


tanya Ali termangu.


"ya aku tahu dari Poto besar yang berada di rumah utama, andai aku lebih awal mengetahui hal itu... maaf aku banyak menyuruh mu...!"


kini kedua nya duduk di ruangan kecil dimana dulu ia tinggal.


Reza menghela nafas panjang, dihadapan kedua nya terdapat dua cangkir kopi hitam.


"aku datang untuk menjemput zira..... tapi rumah kosong!"


Ali membiarkan Toni berada di rumah utama.


"untuk menjemput? aku rasa zira akan menolak jika tahu kamu seorang tuan muda!"


Ali kembali tertegun, Reza mengambil sebatang rokok lalu menyulut nya.


"dimana zira berada, apa dia ikut dengan bapak ke Malaysia?"


tanya Ali.


"tidak, zira ada di Jakarta....?"


jawab Reza tanpa menoleh.


"sejak kapan zira di Jakarta, dan Jakarta mana zira tinggal?"


tanya Ali lagi, seakan tak sabar ingin bertemu dengan kekasih nya itu.

__ADS_1


"banyak yang terjadi setelah kamu pergi!"


ujar Reza lalu menceritakan tentang kejadian zira yang di anggap gila karena kehilangan nya, lalu tentang Yuna yang datang membuat keributan di rumah zira, Ali termangu mendengar semua cerita Reza.


"sebenarnya kemana saja kamu pak Ali...?"


"jangan panggil aku pak Ali, kita kan teman za. aku tidak suka mendengar nya!"


Ali menceritakan malam kelam itu pada Reza, ternyata begitu sadis orang orang yang menculik Ali tapi beruntung Ali bisa selamat dari kejadian itu.


"aku mengalami koma beberapa bulan karena luka yang aku alami cukup parah za, dan saat sadar yang aku ingat pertama kali adalah zira. sebenarnya sebelum kejadian itu ingatan ku sudah kembali, dan aku sengaja merahasiakan hal itu dari zira?"


Ali mengingat masa saat bersama gadis cantik itu.


"kenapa kamu tidak memberi tahu kami?"


tanya Reza.


"aku khawatir zira menolak ku karena zira pernah bilang dia tidak mau menikah dengan orang kaya, contoh risky. dan aku berniat memberi tahu zira setelah kita menikah tapi....!"


Ali menghela nafas kembali mengingat malam mengerikan itu.


"ya seperti itulah kalau saja kamu jujur mungkin keadaan tidak akan seperti ini, aku minta maaf karena tidak bisa memberi tahu mu dimana zira berada?"


"kenapa za?"


tanya ali tak paham.


Reza sepertinya tak lagi mendukung nya dengan zira, apa karena ia pemilik Peternakan.


"aku cinta sama zira, za. apa pun yang terjadi aku akan tetap menikahi nya, apa perlu aku kembali seperti dulu agar kamu mendukung ku?" tanya Ali.


"aku minta maaf Al, aku tidak bisa membantu mu seperti dulu karena untuk kali ini zira yang memintanya?"


"tapi kenapa? apa karena aku pergi terlalu lama, lalu dia marah?"


tanya Ali mengusap wajah nya.


"aku tidak tahu apa yang terjadi dengan zira, tapi dia meminta ku untuk merahasiakan keberadaan nya...!"


"jangan seperti itu za, itu sama saja hendak membunuh ku, aku bertahan hidup untuk zira, aku bernafas untuk nya za, tolong aku lagi seperti dulu!"


pinta Ali menunduk, kalau sudah diam jawaban nya Ali hanya bisa tertunduk lemas.


"baiklah aku akan mencari nya sendiri kalau kamu tidak mau membantu ku, aku akan menemukan nya besok!"


Ali beranjak dari duduknya, malam itu juga Ali mengajak Toni untuk kembali ke Jakarta.


"gila Al...gue ngantuk!"


sergah Toni sambil menguap.


"ini jam tiga, bukan nya Lo udah tidur pas kita sampai peternakan...!"


sahut Ali memejamkan matanya, ia gagal bertemu dengan kekasihnya itu,niat hati ingin melepas rindu namun kenyataan tak seindah harapan, kekasih nya malah menghilang dari kediaman.


Reza menghela nafas panjang saat melihat mobil ali keluar dari gerbang, sebenarnya ingin sekali memberi tahu Ali namun ia sudah berjanji pada keponakan nya itu.


"semoga besok kalian bisa bertemu, tak ada yang bisa aku lakukan selain mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua!"


ujar Reza lalu masuk ke dalam rumah kecil, sendiri dan sepi sudah menjadi teman setia nya.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2