terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
acara pertunangan


__ADS_3

Zira dan Ali menghampiri Reza yang tengah mengelus domba yang bobot tubuhnya lumayan besar.


"HM ..elus aja terus sampai keluar jin nya..!"


ucap zira lalu terkekeh.


"di kira lampu ajaib...lihat nih Ra, udah gede!"


ucap Reza beranjak berdiri.


"kalian dari mana?"


tanya Reza.


"metik lalapan di ladang untuk acara pertunangan nanti malam...!"


ucap zira lalu duduk di kursi panjang memperhatikan Ali yang tengah memberi makan sapi.


"sebentar ya de..!"


Zira mengangguk.


"Ra, Paman kasih domba ini untuk kalian nanti menikah...!"


ucap Reza membuat zira terperangah.


"beneran Paman?"


tanya zira mendekati Reza.


"ya, aku kan punya tiga domba dan yang besar untuk kamu nanti menikah dengan si Abang!"


"terima kasih ya Paman, ibu pasti senang!"


ucap zira memegang tangan Reza sambil berjingkrak senang.


Ali tersenyum melihat tingkah gadis itu, ia pun berpikir bisa saja ia memberikan mas kawin sebuah sapi tapi ia harus pulang terlebih dahulu, ah zira akan curiga nanti.


"bang, ayo pulang. ibu takut marah karena kita terlalu lama!"


ucap Zira menghampiri pria tampan itu dengan hati gembira karena domba yang di berikan oleh Reza.


"kamu senang?"


tanya Ali menatap wajah ceria gadis itu.


"ya senang, Ayo gendong sampai motor"


ucap Zira yang langsung naik ke punggung Kokoh Ali. tentu dengan senang hati Ali menggendong kekasih nya itu sambil berlari kecil, Reza tersenyum melihat kedua nya tertawa bersama lalu memotret momen indah itu dengan ponselnya.


*


*


Ali langsung mengantar zira ke rumah, terlihat beberapa tetangga ikut membantu memasak untuk acara nanti malam...


rasanya sudah tak sabar menunggu waktu itu, zira menghampiri Rumi yang berada di ruang tengah.


"Bu tahu enggak, paman kasih zira domba yang besar, paman bilang untuk acara pernikahan Zira dengan si Abang... dombanya besar"


ucap zira dengan riang, Rumi tersenyum lebar mendengar hal itu.


"senang nya, Reza memang baik.."


ucap Rumi.


"nanti si Abang bawain mahar sapi ya"


ucap Rumi asal bicara membuat zira langsung tertegun, pernyataan itu juga di dengar oleh Ali yang tengah bicara dengan Ahmad.


"jangan di dengar, ibu cuma bercanda"


ucap Ahmad.

__ADS_1


"semoga ada rezeki nya ya pak..."


tutur pria itu di amin kan oleh Ahmad.


setelah itu Ali pamit pulang, tak lupa zira memberikan kemeja batik yang semotip dengan nya.


"nanti malam di pakai ya"


ucap zira dan di anggukan oleh Ali sambil tersenyum menatap wajah cantik zira yang semakin manis.


"ya sudah, Abang pulang dulu ke peternakan ya, sebagian yang kerja di peternakan akan ikut mengantar Abang kemari.."


"ya tidak apa-apa, ibu masak banyak kok"


ucap Zira lalu mengantar Ali keluar halaman.


"hati hati bang"


"ya sayang..."


ucapan sayang Ali membuat zira terperangah lalu tersenyum malu-malu.


"jangan seperti itu, Abang cium nanti"


ucap Ali terkekeh membuat zira langsung pergi meninggalkan pria itu.


***


Waktu Berjalan dengan cepat, semua makanan sudah terhidang.


Zira tersenyum melihat beberapa tetangga mau membantu acara tersebut, ia kira mereka tidak peduli meski ada beberapa yang terlihat acuh.


zira menatap pantulan nya di cermin, cantik dengan dress batik yang senada dengan pria amnesia itu.


"semoga acara nya lancar...."


gumam zira lalu keluar saat Rumi manggilnya.


zira tersenyum melihat Rumi dan Ahmad memakai pakaian yang Ali belikan, bermotif batik namun berbeda corak dengan nya.


"kamu lebih cantik..... terimakasih, katakan itu pada si Abang!"


zira mengangguk lalu memeluk Rumi.


tak lama rombongan pria tampan itu datang, Ahmad dan para sahabat menyambut nya.


pak lurah juga ikut hadir di acara pertunangan itu, tentu saja hal itu terdengar oleh risky yang merasa benar benar jauh tertinggal karena zira sebentar lagi akan menjadi calon istri orang, sementara dirinya. istri nya tak sebaik yang ibunya katakan.senang main dan enggan mengurus rumah juga dirinya dibiarkan begitu saja. mana bisa risky jatuh cinta pada wanita yang hanya mengharapkan uang dan pelayanan di ranjang. meski risky tak mengingkari hal itu namun ia juga mengharapkan pelayanan yang lain nya.


"assalamualaikum...."


ucap rombongan Tamu yang datang, Reza berada di barisan paling depan bersama Ali yang terus menatap zira tanpa berkedip.


"cantik nya calon istri ku...."


gumam Ali dalam hati, begitu juga dengan zira tersenyum menatap wajah tampan pria amnesia itu, rasanya semakin memikat apa lagi sekarang wajah nya terlihat lebih bersih tak seperti saat ia jadi kuli panggul di ladang. namun hal itu tak mengurangi ketampanan nya.


"calon suami ku...."


gumam zira menggigit bibir nya sendiri.


acara pembukaan di bawakan langsung oleh Ahmad selaku orang tua, dan Reza wali dari Ali yang akan melamar zira untuk pria itu


"mau kan jadi istri Abang?"


tanya Ali terkesan memaksa. hehehe.


zira hanya mengangguk, senyum tersungging di bibirnya yang mungil itu.


"Alhamdulillah....."


ucap Ali lalu menghampiri untuk memakai kan cincin sesuai perintah dari Ahmad.


"cantik banget sih....!"

__ADS_1


ucap Ali menghampiri, untuk pertama kalinya gadis itu memakai make up sedikit Tebal.


"Abang juga tampan...!"


ucap zira memberikan tangan nya pada Ali dengan jantung berdebar.


"bismillah....!"


ucap Ali tersenyum memakaikan cincin tersebut di jari manis zira lalu berganti Zira yang memakai cincin pada zari manis Ali lalu mencium tangan pria itu, sontak hal itu membuat Ali terenyuh oleh sikap manis gadis itu.


Setelah itu acara berlanjut dengan acara makan makan, semua tamu dengan antusias menerima jamuan dari tuan rumah.


Ali bersyukur karena kini mereka sudah bertunangan, tinggal selangkah lagi menuju pernikahan.


"bang, mau makan!"


tanya zira menghampiri Ali yang tengah berbincang dengan Ahmad dan Reza.


"Mau de....?"


"si Abang doang yang di tawarin?"


ucap Reza Cemberut membuat zira terkekeh.


"terima kasih paman sudah banyak membantu zira dan si Abang!"


ucap zira dengan tulus.


"ya, tentu saja kamu kan keponakan ku, aku juga ingin melihat mu bahagia!"


ucap Reza membuat Ahmad terharu lalu merangkul pundak Reza.


"terima kasih...!"


ucap Ahmad dan di anggukan oleh Reza, kemudian mereka makan bersama.


"enak...!"


ucap Ali menerima suapan dari zira, perempuan ini memang luar biasa, selalu saja membuat cinta nya bertambah.


Rumi memperhatikan kedekatan mereka berdua, mendoakan agar mereka bisa bahagia dan pria itu bisa cepat mengingat semua nya agar tak ada lagi omongan orang yang mengatakan bahwa pria itu tak jelas.


setelah para tamu pulang, Ali dan Reza membantu membereskan rumah sebelum kembali ke peternakan.


waktu menunjukkan pukul sebelas malam, reza dan pria itu hendak kembali ke peternakan.


"hati hati di jalan nya ya bang!"


ucap zira, sebelumnya Ali dan Reza sudah berpamitan dengan Ahmad dan Rumi.


"ya, Abang pulang ya!!"


ucap Ali lalu mencium tangan zira lama.


"apa enggak ke balik bang?"


tanya zira terkekeh.


"ya abis mau cium itu belum boleh!" ucap Ali membuat zira menggeleng kan kepala nya.


"ayo bro, gue di gigit nyamuk nih...!"


"oke... Abang pulang ya!"


Zira mengangguk lalu melepaskan tangan Ali.


menatap punggung nya menjauh...


Tanpa sadar sebuah mobil langsung mengikuti Reza dan Ali yang menggunakan motor.


bersambung.......


terima kasih sudah mampir 😍😍

__ADS_1


like and komentar ya biar otor semangat 🤭🤭😍😍


__ADS_2