terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
mempertahankan.


__ADS_3

Ali masuk ke dalam kamar, terlihat zira sudah berada di ranjang meringkuk membelakangi pintu.


Nadia dan Reza sudah pulang sejak tadi, Ali melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum naik ke ranjang.


tak selang berapa lama Ali keluar gegas menggunakan celana lalu naik ke ranjang dengan bertelanjang dada.


"kai.... bunda rindu...."


ucap zira dalam lelap nya, membuat Ali tertegun.


"sayang...!"


Ali merengkuh tubuh zira yang tergugu, ia menangis dalam tidurnya.


"zira, sayang....!"


Ali membalikkan tubuh zira hingga berbaring, zira membuka mata nya yang basah, beranjak mendapati Ali yang berada di hadapan nya.


ingatannya memutar kembali pada pertama kali mereka bertemu, bagaimana mereka dekat.... seperti apa ali yang dengan mudahnya memikat hati nya.


"kamu masih marah sama aku? kamu enggak percaya sama aku...?"


tanya Ali menatap netra zira tampak basah.


"aku enggak tahu...


tapi aku.....aku enggak suka lihat foto foto itu, aku.....!"


sakit melihat perempuan lain menjamah suaminya, pria yang begitu ia sayangi sebelum dan sesudah pria itu mengingat siapa dirinya.


"aku tahu, tapi aku di jebak zira... aku enggak mungkin mengkhianati kamu!"


"ya oke... tapi bagaimana kalau perempuan itu benar benar hamil anak kamu, meski kamu di jebak tapi kalian melakukan hal itu....?"


Tutur zira dengan wajah sendu, ia benar-benar merasa sakit karena keadaan ini.


"sekarang antar kan aku ke rumah orang tua ku...!"


"Astaghfirullah zira, kamu mau pisah sama aku?"


tanya Ali tak percaya dengan apa yang aku katakan.


"selesai kan masalah itu terlebih dahulu, dan jika dia memang hamil anak kamu, kalian harus menikah...dan aku akan mundur karena aku enggak akan sanggup berbagi...!"


"aku enggak mau nikah sama dia, kamu harus sabar dan percaya sama aku... mungkin saja Siva bohong tentang kehamilan nya...aku mohon jangan berpikir sejauh itu, aku enggak mau jauh dari kamu!"


jawab ali menunduk di hadapan zira.


"aku janji akan selesaikan masalah ini, tapi aku mohon jangan pulang... tetaplah disini dengan ku, aku hampir mati tapi aku berjuang untuk hidup dan itu karena kamu zira, apa itu kurang membuktikan seberapa besar rasa cinta aku sama kamu....?"

__ADS_1


tanya Ali menatap zira yang terisak.


"aku tahu, aku enggak meragukan cinta kamu.


aku juga tahu kalau dia jebak kamu, yang jadi masalah nya gimana kalau anak yang di kandung siva itu anak kamu, aku enggak bisa terima hal itu.... bersusah payah Aku mengumpulkan puing puing hati ku yang berserak karena kehilangan Kahiyang, dan sekarang kembali berserakan saat aku melihat foto-foto itu, aku cemburu bang, aku enggak Bisa menerima keadaan itu..."


ujar zira sambil menangis.


Ali merengkuh tubuh zira, ia pun menangis karena keadaan itu.


"maafkan aku, demi tuhan aku tidak bermaksud menyakiti kamu..


aku janji akan buktikan sama kamu kalau aku enggak melakukan apa apa dengan Siva!"


ucap Ali lalu merebahkan tubuh zira lalu mendekap nya erat, membiarkan zira menangis hingga reda dan tertidur dalam pelukannya..


**


Nindy tertegun saat Toni datang bersama beberapa orang polisi, mereka berhenti di depan meja Nindy.


"katakan yang sejujurnya....kamu terlibat dalam masalah ini kan!?"


tanya Ali yakin bahwa Nindy lah yang membantu dan menjadi saksi kalau Siva menjebak nya.


"ya tapi saya tidak tahu apa yang terjadi dengan pak Ali dan Siva di dalam karena waktu itu Siva mengunci pintu dari luar, saya minta maaf pak...saya enggak tahu apa apa pak!"


"kamu yakin?"


tanya Ali.


"aku bisa loh bikin kamu seperti Gisel!"


sambung Ali mendesak Nindy.


"benar pak, untuk apa saya bohong kalau urusan di dalam saya enggak tahu apa apa .."


jawab Nindy menunduk.


"baiklah Nindy, kamu saya pecat Secara tidak terhormat...Toni yang akan urus sisa gajih kamu...!"


ucap Ali beranjak dengan perasaan kalut, ia bahkan tak mengingat apapun selain ia terbangun dalam keadaan pusing.


ali tidak menyangka kalau kedatangan Siva waktu itu hendak menciptakan masalah.


**


Ali membuka mata nya perlahan waktu menunjukkan pukul tiga pagi, Ali beranjak dari tidurnya untuk mengambil wudhu untuk melakukan sholat tahajud.


Ali memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun ia berharap bahwa ia tidak melakukan apa apa dengan Siva, Ali meminta petunjuk pada sang pencipta untuk menyelesaikan masalah itu.

__ADS_1


Zira menetes kan air mata nya menatap punggung yang tengah meminta pertolongan pada sang pencipta.


Zira tidak pernah meragukan cinta dan kasih sayang Ali namun yang ia takutkan Ali melakukan khilaf.


mungkin Sri akan senang jika mendengar kabar ini karena Sri mengharapkan Ali dengan Siva, rasa perih itu kembali menyayat hati nya.


Zira memejamkan mata nya saat Ali selesai berdoa dan kembali naik ke ranjang, menatap wajah istri nya.


"aku berharap ujian ini bukan untuk memisahkan kita tapi untuk menguatkan kita zira.....!"


ujar Ali mengusap kepala zira lalu mencium nya.


Zira membuka matanya perlahan saat Ali tengah mencium kepala nya, tangan nya bergerak mendekap erat tubuh Ali, ia tidak akan rela perempuan itu mengambil ali dari nya.


"kamu bangun.....?"


tanya Ali menilik wajah zira, istri nya itu tersenyum lalu memeluk nya.


"kamu percaya kan sama Abang de, kamu mau kan berjuang bersama Abang untuk mempertahankan kita, jangan pernah berbicara tentang perpisahan karena hal itu sungguh menyakitkan....!"


sambung Ali lalu menciumi wajah istrinya.


kedua nya berpelukan erat seakan tak ingin terjadi suatu apa pun yang memisahkan mereka berdua.


Zira berpikir bahwa ia akan mempertahankan Ali , pria itu hanya untuk dirinya saja.


"kita bawa Siva ke rumah sakit aja bang, untuk periksa. benar enggak kalau dia hamil....?"


ucap zira membuat Ali tertegun.


"kamu berani bawa Siva dan apa kamu siap dengan keadaan nya nanti....!"


tanya Ali.


"siap, kalau dia memang hamil....."


sejenak zira menatap netra milik Ali yang merasa tidak siap.


"kita tes DNA juga nanti, jadi jangan terburu buru mengambil keputusan, foto bisa saja hanya rekayasa...."


Ali senyum mendengar penuturan zira, Ali bersyukur karena zira mau ikut serta dalam menyelesaikan masalah itu.


"terimakasih ya de...Abang bahagia karena kamu mau bantu dan percaya sama Abang"


zira mengangguk lalu kembali memeluk Ali yang juga mendekap nya erat.


bersambung ......


terimakasih yang sudah mampir 😍

__ADS_1


__ADS_2