terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
Cinderella.


__ADS_3

Ali duduk di kursi sembari memainkan ponselnya, zira masih di dandani oleh pihak makeup salon bersama Nadia di dalam, Rumi dan Ahmad mengurungkan niatnya untuk pergi ke acara Tersebut, di karenakan ada hal penting di kampung hingga membuat keduanya memutuskan untuk pulang hari itu juga.


"kamu baik baik ya Ra, ibu sama bapak pulang dulu... kalau ada apa-apa cepat hubungi kami ya..."


pesan Rumi sebelum pulang, sebenarnya berat meninggalkan zira karena putrinya tengah hamil.


tetapi Rumi juga harus mengurus toko nya di kampung, kasihan Reza kalau terlalu lama di tinggal.


"ya, nanti Zira hubungi ibu. nanti kan kita mau ke Bandung?"


pernikahan Reza dan Nadia juga tinggal sebulan lagi, kedua nya juga sama sama tengah mempersiapkan segala keperluan nya.


Pagi pagi sekali kedua nya pamit pulang menggunakan mobil milik Ahmad.


**


Nadia terpana melihat betapa cantiknya zira setelah di dandani, zira bak mutiara yang memancarkan kilau nya.


"cantik banget zira...."


ujar Nadia mendekati zira yang juga pangling melihat penampilan nya.


"ya, sudah selesai nih..... cantik banget mba zira, udah cantik enggak dandan Juga apa lagi di poles makeup, yakin suaminya melongo deh lihat si mba...."


ucap perempuan yang mendandani zira ikut terpana.


zira hanya tersenyum tak sabar ingin menunjukkan nya pada Ali.


"ya sudah giliran kamu ya nad, aku tunggu di depan...."


"oke, aku makeup tipis aja mba, biar cepat"


Nadia duduk setelah Zira beranjak melangkah ke luar.


jantung nya berdetak kencang seraya langkah kakinya semakin mendekati Ali yang duduk membelakangi nya.


"bang....."


panggil zira lirih membuat ali langsung menoleh ke arah Zira yang tampil cantik bak ratu.


Ali tersenyum menghampiri zira yang mematung dengan gaun cantik nya.


"subhanallah... kamu adalah salah satu ciptaan Tuhan yang begitu indah...."


Ali meraih kedua tangan zira, lalu merapat kan tubuh nya.


"cantik banget istri Abang?" desis Ali di telinga zira, perempuan itu hanya tersenyum menanggapi.


Ali berpikir untuk membuat acara resepsi pernikahan nya dengan Zira, Ali ingin melihat istrinya itu menggunakan gaun pengantin.


"kenapa sih jangan kayak gitu lihatin nya bang...?!"


Ali terkekeh kecil melihat istrinya tersipu malu karena ia terus menatap wajah cantik istri nya,, Ali teringat pertama kali melihat zira di peternakan, aura kecantikan nya begitu kental, tawa yang mengurai di bibir nya seketika membuat ali terpesona dengan kecantikan nya.

__ADS_1


"selama nafas ini berhembus tak akan pernah ada yang lain, pesan Abang jangan dengarkan hal yang membuat kita insecure....dan nanti di pesta kamu jangan jauh dari Abang ya!"


Tutur Ali mengusap pipi zira yang lembut.


"memang kenapa?"


tanya zira.


"takut ada yang nyulik.....!"


jawab Ali lalu menuntun tangan zira keluar dari rumah saat melihat Nadia keluar bersama perias.


"cantik banget...ini juga calon manten!"


ucap zira pada Nadia yang tampil cantik.


gegas mereka berangkat untuk menghadiri acara akad sekaligus resepsi pernikahan Alena dan toni.


Nadia menghubungi Reza dengan video call, tentu saja Nadia ingin menunjukkan betapa cantiknya ia pagi itu.


Reza tertegun menatap Nadia yang tersenyum melambaikan tangan nya, beberapa waktu yang lalu Rosa kembali menghubungi nya untuk meminta maaf, ternyata pernikahan nya tak berlangsung lama, Rosa mengatakan bahwa ia sudah bercerai dengan suaminya namun Reza mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan pengganti nya dan akan menikah sebulan yang akan datang.


Rosa menyesal karena sudah meninggal kan Reza yang bersedia menunggu nya.


tak berapa lama mereka sampai di hotel, dimana acara itu akan segera berlangsung.


gegas Ali keluar dan meminta asisten untuk memarkirkan mobilnya.


Zira tertegun dengan jantung berdetak kencang, terlihat berbagai macam bunga menghiasi jalan menuju ball room dimana acara itu berlangsung.


ajak Ali masuk, melangkah beriringan.


banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya, terutama zira yang tampil begitu cantik dengan gaun berwarna gold senada dengan Ali.


"assalamualaikum kek...."


Ali langsung menghampiri Wisnu lalu mencium tangan nya di ikuti oleh zira.


Wisnu tersenyum melihat zira yang tampil berbeda, keduanya duduk tak jauh dari mempelai pengantin yang hendak melangsungkan ijab qobul.


terlihat Sri dan Wijaya duduk tak jauh dari penghulu, Sri menoleh sekilas ke arah zira yang duduk tak jauh dari ayah nya, Wisnu.


suasana tampak hikmat dan tenang saat akad berlangsung, Ali terus menggenggam tangan zira yang terasa begitu dingin, ali tahu zira begitu gugup berada di tengah-tengah orang orang yang terus memperhatikan dengan tatapan intimidasi, keluarga besar tidak tahu kalau Ali sudah menikah, kabar terakhir yang mereka dengar Ali tengah berpacaran dengan model yang gosip nya terlibat kasus prostitusi.


"Alhamdulillah...."


ucap Ali lirih saat kata sah terdengar, acara akad berlangsung lancar, adik nya sudah sah menjadi istri dari sahabat nya.


Ali lega karena kini sudah ada yang menjaga Alena, Ali menatap wajah sang mommy tak bahagia. apa karena sikap dingin dari Wijaya hingga membuat Sri berwajah masam.


tapi Ali tak melihat kehadiran istri Wijaya, seperti nya perempuan itu tidak hadir di acara tersebut.


semua keluarga juga menyayangkan perpisahan yang terjadi di antara keduanya, Namun dengan tegas Wijaya mengatakan bahwa ia sudah tidak mencintai Sri. tentu hal itu sangat menyakitkan untuk Sri yang sebenarnya masih cinta.

__ADS_1


setelah akad selesai berlanjut ke acara resepsi pernikahan, keduanya tak ingin menunda esok lagi karena hal itu akan sangat melelahkan.


"sebentar ya Abang temui kolega bisnis Abang" ucap Ali meninggalkan zira yang tengah memilih makanan bersama Nadia.


"aku belum ngucapin selamat, tamu nya banyak banget.."


ujar Nadia sambil memilih menu makanan.


"ya, aku juga belum karena keluarga besar lebih dulu naik ke pelaminan..."


jawab zira sedikit minder dengan tatapan tidak suka dari kerabat Ali yang mendukung Sri.


"ya, tunggu luang saja...."


ucap Sri, keduanya tertegun saat melihat Sri berada di hadapan nya.


"mommy....."


ujar zira lirih.


"kamu tuh enggak pantas panggil aku mommy, kamu pikir kamu siapa?


jangan karena kamu berdandan seperti ini kamu merasa sederajat dengan kami orang kaya, kamu tetap benalu...!"


ucap Sri Dengan tatapan tajam.


zira menelan Saliva nya mendengar hujatan dari Sri yang langsung menghunus jantung nya.


"seperti apa pun kamu berdandan, kamu tidak akan pernah menyamai siva...!"


ucap Sri merangkul pundak Siva, perempuan itu juga tampil begitu cantik.


"hanya dia yang saya harapkan menjadi menantu, tentu setara dengan keluarga kami.... jangan bermimpi menjadi Cinderella karena itu hanya ada di dalam dongeng!"


Zira menghela nafas, hati nya begitu sakit mendengar Hinaan dari Sri.


"saya memang tidak pernah bermimpi menjadi Cinderella, tapi Tuhan yang menunjukkan jalan ini pada saya, dan cinta dari putra anda yang membawa saya berada di tempat ini. satu hal yang harus Anda tahu bahwa tak ada yang membedakan kita di hadapan tuhan kecuali ketakwaan.....


cinta tak bisa di paksakan, kami yang menjalani semua ini dengan ketulusan dan saya tidak peduli anggapan orang..."


ucap zira lalu pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh Nadia, berjalan cepat menyeka air matanya.


"Ra tunggu......!"


Zira terus berjalan tak tahu arah, ia melangkah dengan cepat hingga sampai di basman.


nafasnya tersengal menahan luka yang kembali menganga, "Ra.....!"


Nadia mendekati Zira yang terisak.


"kamu sabar ya...!"


zira mengangguk lalu keduanya melangkah namun terhenti saat melihat beberapa orang pria bertubuh tegap berada di hadapan nya dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2