
Beberapa hari berlalu keluarga Ali yang dari kota sudah sampai di peternakan, semua kerabat datang untuk menghadiri acara tersebut.
terlihat beberapa orang dari Wo tengah memasang tenda untuk acara tersebut, para tetangga membicarakan acara yang digelar cukup besar itu bahkan Rumi menggunakan wo termahal dan terbagus dari kota itu.
tentu saja tenda yang akan di pasang sangat elegan dan mewah.
Zira sendiri Tengah meringkuk di kamar karena merasa sedikit pusing, hal bising terjadi di rumah yang biasanya sepi.
pihak catering juga di datangkan langsung dari Jakarta oleh indah yang membantu acara itu.
"sayang...kamu masih pusing? nih rujak mau enggak?"
ujar Ali menghampiri zira yang berada di ranjang.
"rujak apa?"
tanya zira beranjak dari ranjang.
"rujak mangga muda, mama indah dan bibi yang membuat nya!"
zira mengangguk lalu mencoel mangga tersebut ke dalam sambal gula merah.
zira senang karena Nadia juga tengah hamil, dan kandungan nya kini berusia dua bulan.
"enak.... seger bang"
jawab Zira senyum lalu beranjak dari duduknya menuju kamar mandi.
"zira ke kamar mandi dulu!"
ucap zira dan di ikuti oleh Ali yang berjalan di belakang zira.
"kok ngikutin sih?"
tanya zira menoleh ke arah Ali yang berdiri di belakang nya.
"Abang khawatir zira masih merasa pusing..."
jawab Ali membuat zira tertegun, Ali memang suami yang siaga, tidak hamil saja Ali begitu perhatian apa lagi Zira dalam keadaan hamil.
"terimakasih ya bang!"
Ali mengangguk lalu menemani Zira masuk ke dalam kamar mandi.
malam...
__ADS_1
semua keluarga berkumpul untuk membuat acara barbeque, acara tersebut memang memotong dua ekor sapi besar dari peternakan.
Ali juga menghadiahi Rumi satu sapi besar, karena dulu saat ia belum mengetahui siapa dirinya pernah berangan memberikan hal itu pada Rumi, sang mertua.
tentu saja hal itu membuat Rumi sangat bahagia dan bersyukur memiliki menantu seperti ali.
"pengantin jangan tidur malam malam, besok pagi pagi udah di rias!"
ujar indah senyum pada zira yang ikut membolak-balik kan daging.
"ya tapi zira belum ngantuk!" jawab zira lalu memberikan tugas itu pada yang lainnya.
"Kalian pertama kali ketemu disini!?"
tanya indah saat Ali dan Zira duduk di hadapan mereka.
"aku sih enggak, tapi Ali ia... soal nya bang Ali suka ngumpet ngumpet gitu.."
jawab zira membuat Ali terkekeh lalu merangkul pundak istri nya itu.
"oh ya sayang, Gimana kalau kita buat villa dekat danau.... danau pertama kali kita berjumpa"
ide Ali membuat zira menggeleng kan kepala nya.
"kenapa, kamu enggak suka?"
"tujuannya apa coba zira mau tanya?"
tanya zira membuat Ali terkekeh, tempat itu memang terlihat sepi dan jauh dari pemukiman warga namun Ali berpikir mungkin danau itu akan ramai jika ia mengubah nya menjadi tempat Para warga bermain bersama keluarga.
Selain itu ia juga bisa bernostalgia dengan zira mengingat masa indah bersama di kampung itu.
"banyak, nanti Abang cerita sama kamu!" ucap Ali lalu mengangkat tubuh zira masuk ke dalam rumah.
"Abang ih...."
ujar zira membuat Ali terkekeh lalu membawa nya masuk ke dalam kamar.
Indah dan Wijaya hanya senyum senyum memperhatikan mereka berdua.
*
Ali merebahkan tubuh zira di Ranjang dengan perlahan lalu memindai wajah zira yang sedikit cabi.
"Malu tahu, banyak orang masa kayak gitu..."
__ADS_1
ujar zira lalu memejamkan matanya saat Ali mengecup bibir nya, Ali tak menanggapi apa yang istrinya lontar kan, ia malah mencumbu istri nya dengan mata yang berkabut hasrat.
Ali terus memperdalam ciuman nya hingga membuat zira hampir kehabisan nafas.
"Abang sesak Tahu...."
ucap Zira dengan nafas tersengal saat Ali melepaskan ciumannya.
"rindu, beberapa hari ini kamu selalu tidur duluan...."
Zira terkekeh kemudian membiarkan Ali mencumbu nya sesuka hati hingga tiba pada hal yang membuat kedua nya candu untuk bersatu.
malam dimana beberapa orang tengah mempersiapkan segala keperluan untuk acara besok, justru kedua nya lewati dengan bercinta.
*
Rumi memperhatikan Zira yang tengah di dandani, beberapa kali menguap karena mengantuk.
"ibu kan bilang suruh istirahat biar enggak ngantuk..."
ujar Rumi duduk di samping zira untuk di dandani.
Zira tidak menjawab namun netra nya beralih ke arah pria yang tengah mengganti pakaian dengan tukedo berwarna putih.
semalam Ali tampak berbeda dengan biasanya, apa karena beberapa malam mereka tidak bercinta.
wajah Zira seketika merona saat Ali tersenyum manis ke arah nya.
"Tampan nya suami ku..."
gumam Zira dalam hati sambil membalas senyuman suami nya itu.
memory nya memutar ke masa dimana pertama kali mereka bertemu, apa yang salah terpikat pada sosok Ali yang memang tampan dan juga baik, sekian banyak pria hanya ali yang dengan mudah membuat hati nya bergetar.
Ali mendekati zira yang tengah melamun mengingat masa indah bersama suaminya itu, tak ingin mengingat masa pahit yang sempat mewarnai karena kenyataannya kini ia bahagia, tuhan bahkan mengganti apa yang hilang, merubah getir menjadi manis, saat ini yang harus di lakukan adalah banyak bersyukur.
Zira memangku wajah Ali yang datang untuk mengecup pipi nya, cantik nya zira yang bergaun pengantin berwarna putih.
istri nya itu semakin cantik bak ratu dengan polesan make up yang membuat Zira semakin cantik.
"I love you...."
ujar Ali berjongkok di hadapan zira yang kini sudah menggunakan mahkota.
"i love you to.."
__ADS_1
jawab zira senyum.
bersambung....