
pagi....
Ali memperhatikan zira yang tengah bercermin menggunakan seragam kebesaran nya, hampir satu tahun ia menanggalkan seragam guru nya.
zira tersenyum saat Ali memeluk nya dari belakang."cantik..... anak nya pak Ahmad ini!"
Zira terkekeh kecil mendengar penuturan suami nya itu.
"Nanti sore kita pergi ke butik ya, ajak ibu juga.
kita beli gaun untuk acara weekend ini..."
zira mengangguk sambil menggenggam tangan yang tengah memeluknya.
"gimana kalau nanti zira malu maluin kamu depan kerabat kamu bang?"
"masa sih, enggak mungkin lah..
maaf ya de! meski pun kamu enggak sama seperti Abang, tapi istri Abang ini seorang wanita yang berpendidikan... tahu adab dan tata Krama... apa sih yang kamu bilang malu maluin? jangan menghiraukan mereka yang mencela atau mencaci... cukup jadi diri kamu yang istimewa..."
ujar Ali membuat zira tertegun.
"jangan memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, berpikir baik saja agar apa yang terjadi juga demikian...!"
Ali membalikkan tubuh zira agar menghadap nya.
"sekarang kita berangkat ya, pokok nya tiap hari Abang antar jemput kamu!"
Ali menuntun tangan zira yang termangu keluar dari kamar, terlihat Rumi dan Ahmad tengah berada di ruang makan.
"sudah rapi, ayo sarapan!
ibu bikin bubur nih....!"
ajak Rumi pada zira dan Ali.
"ya Bu kulkasnya masih kosong ya, sore kita berangkat ke supermarket ya. nanti siang akan ada pembantu yang datang!"
ujar Ali.
"ya, nanti ada ibu sama bapak di rumah!"
jawab Rumi lalu mereka sarapan bersama.
**
di kediaman Wisnu...
beberapa kerabat sudah mulai berdatangan untuk membantu persiapan acara pernikahan Alena dan Toni.
"masa sih Ali tertarik dengan perempuan dari kampung?"
tanya salah satu kerabat yang mendengar cerita tentang Ali yang menikah dengan gadis desa tanpa persetujuan dari sri.
"HM, aku juga enggak habis pikir dengan pilihan Ali, padahal aku sudah menjodohkan nya dengan anak teman bisnis ku. karena aku juga tidak setuju saat mendengar Ali berpacaran dengan model frositusi itu.
lepas dari model itu malah menikah dengan gadis kampung yang tidak sederajat dengan keluarga kita...!"
"sekarang Ali dimana?"
tanya salah seorang lagi.
"pindah ke rumah baru, enak banget tuh perempuan bisa menikmati kekayaan keluarga ku....!"
jawab Sri yang semakin geram dengan kedua nya.
"ya sudah lah mba nanti lama kelamaan juga ali bosan, kalau menurut ku Ali cuma penasaran aja!"
"ya benar Mba, nanti kita sindir dia pas di acara resepsi pernikahan Alena...."
Sri mengangguk sambil memikirkan ide bagus itu.
Sri sendiri tak memusingkan Wijaya yang sudah enyah dari kehidupan nya, ia mampu meski harus sendiri.
__ADS_1
sementara Wijaya semakin bahagia karena tak perlu lagi bolak balik ke rumah indah dan Sri, kini ia fokus pada wanita yang selalu tampil sederhana namun tetap memukau dan tak pernah gagal menyita perhatian nya.
Ali tertegun saat sampai di gedung sekolahan dimana zira akan mengajar, Ali tahu bahwa selingkuhan Dady nya kepala sekolah di sekolahan dimana istri nya akan mengajar.
seperti nya zira tidak tahu karena Ali juga tak pernah menceritakan secara detail tentang perempuan selingkuhan Wijaya.
"kamu ngajar di sini de?"
tanya Ali keluar dari mobil.
"ya, teman zira juga mengajar disini tapi sepertinya dia belum datang!"
jawab Zira tak mengatakan bahwa indah lah teman yang Zira maksud.
"oh gitu, ya sudah Abang tinggal ya.. nanti siang Abang jemput!"
Zira mengangguk lalu mencium tangan Ali.
"jaga mata dan hati nya untuk Abang, enggak boleh bandel!"
pesan Ali membuat zira termangu menatap Ali yang tersenyum sambil mengusap pipinya.
"Assalamualaikum...!"
"walaikumsalam......!"
jawab zira tersenyum melambaikan tangan nya, menggeleng kan kepalanya saat Ali Sudah pergi menjauh.
Zira seperti anak kecil yang baru di lepas dari rumah, Ali berpesan agar ia tidak bandel.
tak lama kemudian indah turun dari mobil bersama seorang baby sitter yang menggendong anak nya.
"assalamualaikum..
hai zira.."
Indah tersenyum menghampiri zira.
"walaikumsalam...bu...!"
ajak indah mengajak zira ke dalam gedung sekolah tersebut.
"nanti aku kenalin kamu sama guru guru yang mengajar di sini...!"
indah langsung mengajak zira ke ruang guru.
"assalamualaikum Bu ibu...."
"walaikumsalam.......bu indah!"
"saya mau memperkenalkan menantu saya..."
zira tertegun mendengar indah mengatakan bahwa ia menantunya.
"ini zira... menantu saya dari anak pertama suami saya, zira akan bergabung dengan kita mengajar di sekolah ini... mohon kerjasama nya ya, zira akan menggantikan Bu Yuli yang pindah ke luar kota...!"
indah tak segan mengakui nya sebagai menantu berbeda dengan Sri yang justru menganggap nya tak ada.
"selamat bergabung dengan kami Bu zira...!"
ucap salah seorang guru.
"terima kasih...!"
"sedang hamil ya?"
tanya salah seorang lagi.
"ya, saya sedang hamil lima bulan!"
"wah, selamat ya sebentar lagi Bu indah punya cucu..!"
"begitu lah kira kira!"
__ADS_1
jawab indah senyum.
"Zira kamu mengajar kelas dua ya, nanti saya tunjukkan kelas nya!"
"terima kasih Bu....!"
zira merasa terharu karena sikap indah yang begitu baik, berbanding terbalik dengan Sri yang tidak menginginkan keberadaan nya.
**
Ali sudah kembali ke kantor, saat ini ia tengah sibuk sendiri mengurusi pekerjaan nya karena Toni sudah mengambil cuti nikah.
beberapa kali menoleh ke arah potret istri nya yang terpampang jelas di meja kebesaran nya.
"rasanya rindu de, padahal kita baru berpisah Beberapa jam saja..."
ujar Ali pada potret istri nya itu.
gegas Ali menghubungi istri nya itu.....
"halo, assalamualaikum bang..."
"walaikumsalam...sayang kamu lagi apa?"
tanya Ali.
"sudah mulai mengajar, kenapa bang?"
"Abang rindu!"
zira terkekeh kecil mendengar hal itu.
"ya zira juga rindu, Abang jemput ya sebelum makan siang, zira mengajar kelas dua.
jam makan siang sudah pulang, di sini tenaga pengajar nya banyak...."
"oh gitu, kamu senang de!"
"tentu bang.... kalau di rumah terus zira jenuh!"
jawab zira.
"ya sudah kalau begitu nanti Abang jemput kamu sebelum makan siang ya, kita makan siang di luar saja!"
"ya bang...!"
jawab Zira lalu mematikan ponselnya.
tiba jam makan siang...
zira berpamitan pulang pada indah setelah selesai mengajar.
"kamu pulang sama siapa Ra?"
tanya indah.
"bang Ali jemput...!"
"oh gitu ya sudah hati hati.."
"ya terimakasih, apa besok bu indah Hadir di acara Alena?"
tanya zira.
"kemungkinan besar tidak karena menghindari situasi yang kurang enak. meskipun bukan saya yang merebut mas jaya tapi tetap saja image istri kedua selalu buruk.
kapan kapan lah kita ngobrol panjang ya!
kalau kamu hadir, pesan saya tidak perlu mendengar kan hal yang tidak baik..
cukup kita merespon hal positif yang datang ke arah kita saja zira, karena saya tahu betul bagaimana mommy nya Ali...!"
Tutur indah dengan santai namun bijak.
__ADS_1
bersambung..
terimakasih yang sudah mampir 😍✌️