terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
berjalan lancar.


__ADS_3

Ali menggandeng tangan zira naik ke atas pelaminan yang begitu mewah, semua hiasan pelaminan tersebut menggunakan bunga yang asli bukan kertas, terlihat beberapa sudah bersiap menyambut tamu, musik pengiring mulai melantun sesuai permintaan yang memiliki hajat, Rumi dan indah berbincang bersama, begitu juga Ahmad dan Wijaya yang sudah siap berdiri di samping mereka.


Ali senyum menatap wajah zira yang begitu cantik dengan gaun pengantin yang mewah dan anggun, namun benaknya memutar mengingat seseorang yang sudah tiada, seketika ali mengingat Sri, dialah yang menginginkan acara ini.


"kenapa bang?" tanya zira tampak merasa sepi di keramaian.


"Abang ingat mommy?"


jawab Ali, zira mengangguk lalu menggenggam tangan Ali.


"segera kirim doa saat Abang ingat mommy, Zira yakin saat ini mommy sudah bahagia dan tersenyum melihat kita!"


ujar zira senyum membuat ali tenang.


keduanya siap menyambut tamu yang datang, Wisnu mengundang beberapa kolega bisnis nya dari kota, dan banyak yang menyempatkan untuk datang.


hampir semua warga di undang, Ali juga tidak mengharuskan mereka datang membawa hadiah, berbagi macam makanan terhidang di meja.


semua warga antusias datang ke acara Tersebut, zira senyum saat melihat risky dan Yuna datang kemudian menghampiri untuk mengucapkan selamat pada zira dan Ali.


"selamat ya zira...!"


ucap risky lalu berpelukan dengan Ali.


"aku mau minta maaf untuk kejadian dulu..."


tambah yuna sedikit menunduk.


zira mengangguk lalu memeluk Yuna, zira bersyukur karena Yuna sudah banyak berubah dan menjadi istri yang baik untuk risky.


"ayo kita abadikan momen bahagia ini!"


ujar Potograper lalu mengambil foto kebersamaan mereka.


Rosa juga hadir di acara tersebut lalu memperhatikan Reza dan Nadia yang duduk tak jauh dari pelaminan, rasa sesal kian menjadi karena sudah menyiakan pria sebaik Reza, gegas ia melangkah pergi ke tempat yang jauh dari jangkauan mereka.


Acara tersebut berlangsung dua hari dan di akhiri dengan acara pengajian dan santunan untuk anak yatim-piatu juga kaum duafa, namun zira pamit lebih dulu karena merasa lelah dengan acara tersebut, tamu yang hadir begitu banyak, dari kampung juga kota.


Ali masuk ke dalam dan melihat zira sudah membuka gaun pengantin nya, wajah nya juga sudah bersih dari Makeup.

__ADS_1


"sudah selesai acara nya bang? maaf zira sangat lelah!"


ucap zira duduk di tepi ranjang memperhatikan Ali yang melangkah mendekati nya.


"ya enggak apa-apa sayang, Abang juga paham. acara nya masih berlanjut ke acara inti yaitu ceramah dari pak ustadz, hanya ibu minta Abang temani kamu, kita masih bisa mendengar kan tausiyah ustadz abu Yahya dari sini...!"


zira mengangguk lalu membantu Ali membuka jas nya.


"Abang bersihkan badan dulu, kamu tunggu di sini, nanti Bu Darmi bawa makanan untuk kita!"


"baik bang!"


jawab zira lalu menyimpan pakaian kotor mereka ke keranjang.


tak berapa lama Darmi mengetuk pintu, gegas zira membuka pintu lalu menyambut nampan yang berisi beberapa makanan.


"terimakasih bu Darmi!"


"ya, zira kalian makan sambil istirahat ya!"


zira mengangguk lalu menutup pintu.


tanya Ali yang menyembul keluar dari kamar mandi dengan kimono handuk nya.


"ya bang, ini zira sudah siap Kan pakaian nya...!"


jawab zira menunjuk ke arah pakaian yang sudah ia siapkan untuk Ali.


"terima kasih sayang!"


balas Ali merengkuh pinggang zira lalu mengecup pipi nya dengan lembut.


"ayo bang, zira lapar!"


gegas Ali menggunakan pakaian nya mendengar hal itu, kasihan istri nya itu ingin segera makan.


"sini Abang suapi kamu!"


ujar Ali duduk di samping zira mengambil sendok lalu menyuapi istri nya Itu.

__ADS_1


setelah selesai makan kedua duduk di sofa, beristirahat sambil mendengarkan tausiyah dari ustadz abu Yahya, seorang pemuka agama yang cukup besar di kota tersebut.


zira menyandarkan tubuhnya pada Ali yang sejak tadi mengelus perut zira yang masih rata, lama kelamaan keduanya tertidur pulas sambil berpelukan.


pagi..


zira membuka mata nya saat ali menciumi telinga nya, membangun kan istri nya untuk sholat subuh.


"HM, jam berapa?"


tanya zira senyum menatap wajah Ali yang begitu dekat nya, semalam ali terbangun dan memindahkan zira ke ranjang, meski sofa muat untuk mereka berdua namun tetap saja tidak nyaman.


"jam setengah enam, kita berjamaah berdua saja!"


jawab Ali menyingkap rambut zira yang terurai pada wajah.


"kamu lelah ya sayang? nyenyak banget tidur nya?"


tanya Ali senyum, Zira hanya mengangguk kecil kemudian Ali mengangkat tubuh zira untuk mengambil wudhu di kamar mandi.


setelah selesai sholat keduanya keluar dan melihat halaman sudah bersih dari sampah sisa sisa acara, Ahmad mengerahkan beberapa orang untuk membereskan semua itu, hingga pagi ini kediaman peternakan sudah kembali seperti semula meski ada beberapa yang masih menumpuk namun terlihat beberapa orang sedang membenahi nya.


"Al ayo sarapan, ibu masak nasi liwet nih!"


ujar Rumi memasak sarapan di bantu oleh Darmi.


"ya enak...!"


ujar indah yang sudah duduk di kursi meja.


"Alhamdulillah acara kemarin berjalan lancar, terimakasih ya yang sudah membantu acara tersebut!"


ujar Ali duduk di kursi dan di anggukan oleh mereka yang justru merasa senang dengan acara tersebut.


"ya Al, ibu dengan senang hati mengurusi acara ini karena kalian memang pantas untuk menjadi raja dan ratu...kelak foto foto itu akan tunjukkan pada anak cucu kalian, ibu berharap kalian selalu rukun dan sehat, serta kebahagiaan terus melingkupi rumah tangga kalian, kalau pun ada masalah atau ujian, hadapi bersama!"


pesan Rumi membuat zira terharu lalu beranjak memeluk ibunya itu.


bersambung....

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir, 😍😍


__ADS_2