terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
meminta.


__ADS_3

Ahmad mengajak Rizky untuk masuk ke dalam rumah, pria itu menghalangi Beno yang hendak melecehkan zira.


*


*


"jangan ikut campur ky, sebaiknya kamu pulang. jangan ganggu aku bermain dengan zira"


ucap Beno tertawa ternyata laki laki itu mabuk


beberapa teman nya juga ikut tertawa.


gegas risky menelepon aparat desa untuk mengamankan mereka.


tal berapa lama beberapa orang warga dan aparat desa datang mengusir Beno dan teman temannya.


"terima kasih bang ... entah apa yang terjadi kalau tidak ada bang Rizky..."


ucap zira menghampiri sepeda nya.


"Allah yang menolong mu, aku hanya perantara"


ucap risky tersenyum menatap wajah cantik zira, sudah lama ia mengagumi keindahan wanita itu.namun ia belum memiliki keberanian untuk mengungkapkan nya.


Rizky bekerja di kantor kecamatan, orang tuanya lurah di desa itu, beberapa kali pak lurah mengatakan ingin berbesan dengan Ahmad.


zira hanya tersenyum menanggapi, Rizky pria baik yang menjadi incaran temannya.


"lain kali jangan sendiri, kamu tahu kan jam segini sepi..."


zira mengangguk, malu karena risky terus menatap nya.


"ayo Abang anter kamu sampai rumah?"


ucap risky mengikuti zira dari belakang.


*


*


"ada ada saja tuh si Beno, lapor sama bapak nya, pak"


ucap Rumi duduk di samping zira, mendengarkan zira bercerita.


"sudah, zira juga tidak apa-apa..."


"ya, untung ada nak risky...itu Maka nya ibu ingin kamu cepat nikah supaya ada yang melindungi..."


ucap Rumi tersenyum membuat zira tercenung.


Rizky sendiri tersenyum mendengar hal itu sepertinya ia mendapatkan lampu hijau dari orang tua zira.


"ya sudah, Rizky pamit ya Bu, pak Ahmad"


"ya, salam untuk bapak mu ya!"


ucap Ahmad mengantar Rizky keluar dari rumah.


"sekali lagi terima kasih bang...?"


"ya, sama Sama, zi. kamu bisa hubungi aku kalau butuh bantuan!"


ucap risky lalu pergi naik ke atas motor gedenya.

__ADS_1


dari samping pria asing mendengar kan percakapan mereka, dia tahu jika Rumi mengagumi sosok risky.


"ibu suka sama nak risky, udah cakep, mapan, baik hati pula!"


ucap Rumi saat zira masuk ke dalam kamar, namun zira menghentikan langkahnya saat teringat pria asing. gegas ia keluar melewati Rumi yang masih berbicara sendiri.


"bang.....!" zira mengetuk pintu, ia melihat ke arah jendela yang sudah tertutup. apa mungkin pria itu sudah tidur.


"zira, ibu ke rumah Reza dulu, jangan lupa makan...!"


ucap Rumi dan di anggukan oleh zira.


tak lama pintu terbuka, pria itu menyampirkan handuk di bahu nya.


"kamu udah sehat bang?"


tanya zira masuk ke dalam kamar dengan pintu terbuka.


"sudah, aku baru selesai mandi...kamu baru pulang?"


"ya, kamu udah makan belum?"


tanya zira menatap Raut wajah pria itu tampak berbeda.


"belum.....!"


"ya sudah aku bawa makanan ke sini ya, aku juga belum makan...!"


ucap zira lalu pergi meninggalkan pria itu sendiri.


tak lama Zira kembali dengan dua piring di tangan nya.


"ayo kita makan bang....."


"aku ngerepotin kamu ya de...."


"enggak, ini nasi liwet bang. ibu yang masak ayam goreng sambal nya...."


ucap zira tersenyum.


bagaimana tidak jatuh cinta, wanita yang berada di hadapan nya itu begitu baik dan juga manis.


pria itu duduk di hadapan zira yang sudah menyantap makanan nya, rasanya selalu enak seperti ia memandangi wajah zira rasanya candu.


"yang tadi antar kamu pulang siapa, zi?"


tanya pria asing itu.


"teman...nama nya bang Rizky, dia itu anak pak lurah....!"


"aku kira dia pacar kamu....!"


"kata bapak enggak boleh pacaran kalau bisa langsung nikah, pacaran itu mendekati....."


ucap zira menatap wajah tampan pria asing itu, maha karya Tuhan yang begitu indah.


alisnya, mata nya, hidung nya, bibir nya. hampir sempurna.... pria asing itu seperti seorang model atau artis di TV.


zira termangu saat pria itu menyuapi makanan ke dalam mulutnya, bibir imut nya membuka tanpa di minta.


"aku suka sama kamu zi...."


ucap pria itu membuat zira membeku.

__ADS_1


"aku tahu aku ini tidak tahu diri, tapi aku akan berusaha mengingat siapa aku agar aku bisa meminta mu pada pak Ahmad?"


ucap pria itu membuat zira tertegun, entah harus menjawab apa tapi ia merasa senang bahkan rasanya ingin sekali berjingkrak di hadapan pria itu, hati nya berseliweran kupu kupu mendengar ungkapan perasaan pria itu, seperti nya ia juga jatuh cinta.


"makan lah, selain pada bapak minta juga sama Allah karena sesungguhnya zira milik Allah!"


"baik lah...!"


ucap pria itu tersenyum lalu kembali menyuapi zira makan.


**


Wisnu memijat keningnya ketika orang orang suruhan nya belum juga menemukan Ali cucunya, hampir dua Minggu Ali tak di ketahui keberadaan nya.


"aku tidak mengerti, kamu bilang mereka team Intel terhebat tapi kenapa belum juga menemukan cucu ku? bagaimana jika terjadi sesuatu?"


ucap Wisnu kecewa.


"kami akan terus melakukan pencarian tuan besar, kami yakin tuan muda baik baik saja! hanya kami belum tahu dimana?"


"dari mana kamu tahu kalau cucuku baik baik saja? kamu tanya paranormal?"


ucap Wisnu menggeleng kan kepala nya.


ia juga sudah menghubungi orang tua Ali, namun mereka belum bisa datang karena kesibukan nya.


"jangan tanya paranormal, cepat cari Ali..!"


titah Wisnu dan di anggukan oleh orang orang itu.


*


*


Gisel menggeliat merasakan tangan seseorang menghimpit tubuhnya, semalam ia mabuk dan tidak sadar pulang dengan siapa.


Gisel membuka mata nya dan melihat Niko tengah memeluk pinggang rampingnya, Gisel melihat dirinya di bawah selimut tanpa sehelai benang pun.


"Niko apa yang kamu lakukan pada ku?"


tanya Gisel melepaskan pelukan Niko.


Niko membuka mata lalu terkekeh menghimpit tubuh polos itu.


"tentu saja kita bercinta sampai pagi..m?"


ucap Niko menatap wajah Gisel dengan nafas memburu.


"lepaskan aku.... kau berani menyentuh ku?"


ucap Gisel tersengal menahan tangan Niko yang meraba perut rata nya.


"tentu saja kau yang meminta, bahkan semalam kau yang tidak mau berhenti, beruntung milik ku mampu melayani mu hingga puas..!"


ucap Niko di telinga Gisel, sementara wanita itu menggigit bibirnya saat Niko kembali menggagahi nya.


Niko tersenyum menatap wanita cantik yang tengah mendesah dan melenguh di bawah Kungkungan nya, ia tidak akan pernah melepaskan model cantik itu, dengan seperti ini Gisel sudah menjadi milik nya. Niko juga tersenyum mengingat seseorang yang sudah ia singkirkan.dan sekarang tak ada lagi yang menghalanginya memiliki Gisel, Niko berharap Ali sudah mati di danau terpencil itu, secepatnya ia akan menikahi Gisel.


"kamu hebat sayang...!"


ucap Niko menumbangkan tubuhnya di atas tubuh perempuan cantik itu.


bersambung.

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir, ayo like and komentar ya 😍


__ADS_2