terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
pasrah.


__ADS_3

Zira tersenyum senang saat mendengar kabar kalau mama indah kini tengah hamil, pagi ini mereka sengaja datang untuk sarapan bersama di kediaman Ali dan zira.


"selamat ya ma, zira ikut senang.....!"


ucap zira senyum.


"ya, terima kasih zira... mama berdoa untuk kamu juga, semoga kamu cepat hamil lagi...!"


jawab Indah.


"itu pasti ma, ayah yakin enggak akan lama lagi Zira pasti hamil.... kemampuan ali itu enggak jauh berbeda dengan ayahnya....!"


sambung Wijaya membuat Ali terkekeh, andai saja Sri yang berada di posisi indah, Ali pasti akan merasa senang.


"sekarang agenda kamu apa?"


tanya indah.


"zira akan lanjutkan kontrak sebulan ini, setelah itu mungkin zira akan memilih untuk mengajar ma....!"


jawab zira sementara yang lainnya hanya diam sambil mendengarkan.


"oh gitu, mama senang mendengar nya, nanti mama tunggu waktu nya ya zira, anak anak pasti senang karena kamu kembali mengajar...!"


ujar Indah dengan antusias sementara ali Hanya diam menanggapi berbeda dengan zira yang lanjut mengobrol ke hal lainnya.


setelah selesai sarapan indah dan Wijaya berpamitan, Ali bersama Reza mengantar zira dan Nadia ke tempat pemotretan, tinggal Rumi dan Ahmad Yang berada di rumah.


lusa keduanya berencana untuk kembali ke kampung.


Beberapa karyawan di perusahaan Arjun menghampiri zira yang baru saja tiba untuk mengucapkan belasungkawa atas kepergian putri nya.


memang ada beberapa yang datang dan beberapa yang memilih untuk mengucap kan bela sungkawa saat zira kembali ke kantor.


"maaf ya kemarin enggak sempat datang, karena banyak pekerjaan!"


ucap salah seorang dan di anggukkan oleh zira, di tempat ini mereka sudah seperti saudara karena mereka satu tim dengan zira.


"ya tidak apa-apa....!"


jawab zira singkat lalu menghampiri Anita yang senyum ke arah nya.


"aku dengar kemarin liburan ke Lombok?"


tanya Anita sambil cupika cipiki dengan zira.


"ya kemarin Ali ada kerjaan di Lombok, sekaligus liburan aja!"


jawab zira senyum.


"ya memang harus seperti itu Ra, kamu boleh ingat sama Kahiyang tapi kamu enggak boleh terus meratapi nya Karena sejatinya semua manusia akan kembali pada sang pencipta termasuk kita....!"


ujar Anita dan di anggukkan oleh zira yang memahami nasihat Anita.


"kita mulai sekarang ya...." titah Anita lalu zira beranjak ke ruang ganti di bantu oleh Nadia.


beberapa hari berlalu, zira dan Ali sudah kembali pada kesibukan masing-masing, Rumi dan Ahmad juga sudah kembali ke kampung, Nadia dan Reza tetap bekerja dengan Ali dan Zira hanya kini mereka tidak tinggal bersama, Reza sudah mengambil salah satu rumah yang berada di perumahan tak jauh dari Ali.


Pagi ini Ali mengajak zira untuk menemui Kakek dan mommy nya, awalnya zira tidak mau namun mengingat siapa Sri, perempuan yang sudah melahirkan dan membesarkan Ali.


zira berpikir walaupun Sri Seperti itu tapi Ali harus tetap memperhatikan Sri dalam keadaan apapun.


Zira mendengar kondisi Sri kembali drop, Ali ingin melihat kondisi mommy nya itu.

__ADS_1


"hai zira.....!"


sapa Alena yang tengah berjalan jalan di halaman rumah bersama Toni, kini kandungan Nya berusia sembilan bulan dan mereka tengah menanti kan kehadiran buah hati.


"wah....bumil lagi olahraga...!"


jawab zira menghampiri Alena dan Toni.


Alena langsung memeluk kakak ipar nya itu.


"aku senang kamu udah aktif lagi....!"


ucap Alena senyum.


"ya hidup harus tetap berjalan.....!"


jawab zira senyum menoleh ke arah Ali yang langsung merangkul nya.


"gimana Keadaan mommy?"


tanya Ali.


"kemarin masih baik baik saja, tapi tiba-tiba tadi malam kondisi nya kembali drop...."


jawab Alena lalu mereka masuk ke dalam rumah, terlihat Wisnu tengah duduk bersama assist nya.


"assalamualaikum kek.....!"


ucap Ali masuk lalu mencium tangan Wisnu di ikuti oleh zira.


"walaikumsalam......kalian sehat?"


tanya Wisnu.


"Alhamdulillah sehat kek...Ali mau lihat kondisi mommy!"


titah Wisnu lalu ikut beranjak melangkah ke atas.


Ali membuka pintu dengan perlahan, Sri tengah terbaring dari ranjang nya dengan memejamkan matanya.


"assalamualaikum..mom, ini Ali datang!"


Sri langsung membuka matanya dengan tersenyum.


"maafkan ali ya mom....!"


sambung Ali mendekati Sri lalu menarik tangan zira agar semakin dekat.


Sri sendiri masih dengan keangkuhan nya, bersikap dingin pada Zira, namun zira tetap sabar.


"kita ke rumah sakit yuk mom, Ali mau kondisi mommy membaik lagi...!"


ajak Ali menggenggam tangan Sri yang kecil, terlihat Sri begitu kurus.


"enggak Al, mommy baik baik saja... mommy enggak mau ke rumah sakit!"


tolak Sri, rasanya lelah menghadapi ujian itu, Sri sendiri sudah pasrah dengan jalan hidupnya.


orang orang yang ia sayangi juga sudah bahagia, lantas apa lagi?


"jangan seperti itu, Ali dan zira akan bawa mommy ke rumah sakit... Ali ingin mommy mendapatkan kembali penanganan...!"


ujar Ali menatap raut lelah pada wajah ibu kandung nya itu.

__ADS_1


"tidak Al, biarkan mommy di rumah...."


seperti itu lah Sri yang memang keras dan berlaku bagaimana dirinya sendiri.


"ya sudah tapi kalau sampai siang tidak ada perubahan kita kerumah sakit ya...."


Sri mengangguk lalu kembali memejamkan matanya.


setelah itu ali dan Zira keluar lalu berpamitan pada Wisnu karena Ali hendak ke kantor.


sebelumnya mereka akan menjemput Reza dan Nadia.


"jemput dulu Paman sama bibi ya pak..."


titah Ali pada supir nya.


"sayang kamu pemotretan sampai jam berapa?"


tanya Ali.


"kemungkinan jam makan siang juga udah selesai....!"


jawab zira sambil bersandar Ali.


"ya sudah nanti pak Ilham jemput kamu sama bibi ya, kita makan siang bersama!"


zira mengangguk tanda setuju.


**


"Lena juga udah ajak mommy ke rumah sakit tapi mommy enggak mau bang, Lena bingung"


ucap Alena sebelum Ali pamit.


Ali merasa ada sesuatu yang membuat Sri tidak mau ke rumah sakit, entah apa namun Ali tak ingin beliau menyerah dengan penyakit nya itu karena walau bagaimanapun Ali mengharapkan kesembuhan untuk mommy nya itu.


jam makan siang....


seorang perempuan cantik masuk ke gedung tinggi tersebut, beberapa sudah mengenal nya namun terheran dengan penampilan nya yang berbeda.


"aku ingin bertemu dengan pak Ali..."


ucap siva senyum.


"ada perlu apa anda dengan pemimpin kami?"


tanya resepsionis pada Siva.


"katakan saja aku Siva ingin bertemu...!"


ucap Siva dengan nada angkuh,


gegas wanita itu menghubungi Nindy yang berada tak jauh dari ruangan Ali.


gegas Nindy masuk ke dalam Untuk memberi tahu kedatangan Siva.


saat itu ali dan zira tengah makan siang bersama di ruangan itu termasuk Reza dan Nadia.


"ada perlu apa Siva?"


tanya Ali pada Nindy, Zira sendiri lebih fokus pada makanan nya, akhir akhir ini ia begitu lahap dan gampang lapar.


bersambung...

__ADS_1


terimakasih atas kunjungan nya, jangan lupa like ya para reader tercinta...


😍😍


__ADS_2