terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
pemilik peternakan.


__ADS_3

ke esok kan hari nya..


setelah percakapan dengan zira, Rumi bahkan tak pernah lagi menyapa pria itu, ia benar-benar menunjukkan ketidak setujuan nya terhadap hubungan mereka berdua.


"Bu, Zira mau bantu paman di peternakan, si Abang juga nanti mau pindah ke peternakan..."


ucap zira pada Rumi yang tengah menggoreng ikan.


"syukur lah kalau dia tahu diri...."


ucap Rumi membuat zira tertegun. lalu melangkah pergi meninggalkan Rumi yang masih cemberut.


"bang, ayo berangkat !


kata paman siang ini orang kota akan datang..."


ucap zira menghampiri pria itu.


"ayo berangkat....."


ucap pria itu meraih tangan zira.


"ibu marah sama kamu karena Abang ya de..."


tanya pria itu menoleh sekilas.


"enggak apa apa bang, zira udah siap dengan konsekuensi nya.... segala sesuatu nya butuh pengorbanan..."


"terima kasih ya de, Abang akan berusaha yang terbaik untuk kamu...."


ucap pria itu sedikit menghela nafas.


terdengar kabar bahwa Rizky akan menikah dengan teman sekantor nya, banyak yang menyayangkan karena tak jadi dengan zira, namun sebagian ada yang bersikap biasa saja.


seperti itulah nitizen.....


sebulan yang lalu Rizky memang pernah menemui zira di sekolah, zira tidak pernah menceritakan hal itu pada Rumi atau Ahmad.


"bang Rizky...."


ucap zira saat melihat risky datang mencari nya.


"zira, Abang mau bicara sebentar bisa!?"


zira mengangguk.


keduanya duduk di kantin sekolah dengan segelas es teh manis yang menemani bincang kedua nya.


"sebelumnya Abang Hanya bicara dengan ayah dan ibu mu, tapi kali ini Abang ingin menanyakan langsung sama kamu...!"


ucap risky.


"soal apa ya, Zira enggak tahu!"


"Abang itu suka sama kamu de, bahkan lebih dari itu. Abang ingin kamu menjadi istri Abang, tapi melihat kedekatan kamu dengan pria itu.....!"


ucap risky membuat zira tertegun.


"apa kamu beneran yakin sama pria asing itu? kalian bahkan sangat mesra...."


"masa sih bang?"


risky mengangguk.


"jadi kamu pilih dia atau Abang de! Abang minta kepastian kamu!"


ucap Risky.


"maaf kan zira bang,,!"


kata maaf sudah mewakili penolakan perempuan itu, sebagai lelaki sejati risky menerima keputusan zira yang menolaknya, mencoba berlapang dada atas kekalahan nya hingga risky memutuskan untuk menerima perjodohan yang ibunya rencana kan.


warga membicarakan tentang pesta pernikahan yang di selenggarakan dengan mewah dan besar oleh keluarga pak lurah tentu saja hal itu membuat Rumi semakin kesal dengan keputusan zira yang lebih memilih pria amnesia itu.


"HM ...kesel kalo ingat itu, si zira tuh lihat apa sih ke pria amnesia itu, ibu enggak ngerti!"

__ADS_1


ucap Rumi menuturkan kekesalan nya pada Ahmad, suami nya hanya diam menanggapi.


**


zira turun dari sepeda saat sampai di peternakan, terlihat Reza tengah menyiram tanaman bunga di sekitar vila besar itu.


"sini zira bantu....."


ucap zira mengambil alih selang yang berada di tangan Reza namun tiba tiba air terhenti.


"loh kok airnya enggak keluar sih..."


"Abang cek ya"


ucap pria itu lalu mengecek keran.


zira mengarah Kan selang tersebut ke arah keran dimana pria itu berada.


"ah....... zira"


ucap pria itu tercengang saat air mengenai nya.


"maaf bang...."


ucap zira menghampiri, zira mengusap wajah pria itu, zira tertegun saat pria itu mencium tangan nya.


"zira...."


"HM...."


"Abang sayang sekali Sama kamu.."


ucap pria itu menatap zira yang tersipu.


"zira juga...."


"apa....."


zira menggeleng sambil tersenyum.


"ya sudah Abang ke kandang ya"


"ya, zira bantu Bu darmi ya...."


ucap zira melangkah masuk ke villa besar itu lewat pintu belakang.


"zira bantu ya bu...."


ucap zira menghampiri Darmi yang hendak membawa makanan ke ruang makan.


"terima kasih ya zi, kamu selalu bantu ibu..."


ucap Darmi, ia kagum pada zira sejak kecil anak itu selalu membantu nya di peternakan, bahkan ia juga sempat menjual susu sapi dulu sebelum berangkat sekolah, anak yang baik. kini sudah menjadi seorang guru.


"ibu dengar, laki laki itu calon suami Kamu ra..."


ucap Darmi menata makanan.


"ya Bu...."


ucap zira sambil malu-malu.


"ibu kira kamu mau nikah sama risky, soalnya ibu mu pernah bilang kalau risky suka sama kamu"


ucap Darmi membuat zira tertegun, semua orang hampir tahun cerita itu. apa karena itu ibunya merasa malu karena sudah banyak bercerita pada orang orang tentang dirinya dan risky, sementara yang terjadi adalah zira justru bersama pria amnesia itu.


"ya tapi bang risky di jodohkan oleh Bu lurah..."


ucap zira tak memberi tahu tentang penolakan nya.


"oh gitu, ibu tidak tahu soal itu. jodoh memang tidak ada yang tahu"


ucap Darmi dan di anggukkan oleh zira.


Darmi melangkah keluar saat tuan rumah memasuki rumah besar itu.

__ADS_1


"silahkan masuk tuan, Darmi sudah menyiapkan makan siang"


ucap Darmi dan di anggukan oleh Wisnu dan Alena yang langsung memasuki ruang makan.


"laper,,, perjalanan lumayan Jauh"


ucap Alena yang ikut datang, namun tidak dengan Sri dan Wijaya yang memilih di Jakarta karena pekerjaan mereka yang menumpuk, setelah Ali hilang tak ada yang membantu Wisnu mengurus perusahaan yang berada di Jakarta dan Bandung.


Alena memperhatikan zira yang tengah mengupas buah buahan untuk mereka, Darmi sendiri tengah mencuci peralatan yang kotor.


"hai seperti nya aku pernah melihat mu..."


ucap alena teringat gadis cantik penjual susu.


"ya dulu kan kita pernah main bareng ya non..."


ucap zira tersenyum mengingat Alena.


"ya kau penjual susu itu ya!"


zira mengangguk.


"sekarang kamu beda ya, cantik..."


ucap Alena duduk di pantry.


"kamu lebih cantik....."


ucap zira tersenyum menyodorkan buah dalam piring.


"terima kasih..... nanti temani aku main ya!"


zira mengangguk.


Wisnu sendiri tengah berada bersama Wisnu memeriksa keadaan kandang, pria asing itu memperhatikan Wisnu dari dalam rumah kecil itu, ia merasa seperti tidak asing tapi ia tidak bisa mengingat semua nya. kepala nya kembali terasa pusing hingga ia memutuskan untuk berbaring di kursi.


sampai sore zira menemani Alena, memutar kandang dan duduk di Padang rumput


hingga Wisnu dan Alena memutuskan untuk pulang ke kota.


"aku kira kamu mau menginap di sini!"


ucap zira.


"ya, mau nya begitu tapi besok aku harus bertugas jadi tidak bisa lama lama di sini... mungkin liburan yang akan datang aku kembali.."


"baiklah ibu dokter...."


ucap zira yang mengetahui jika Alena seorang dokter.


pria asing itu memperhatikan Alena yang hendak naik ke mobil, ingatannya kembali memutar namun ia tidak tahu siapa Alena yang berada dalam memori nya, pria asing itu seakan terbiasa dengan mereka.


"bang....."


panggil zira mencari keberadaan kekasih nya itu, pemilik peternakan juga sudah pulang.


"zi...."


ucap pria itu membuka pintu, sedikit meringis lalu duduk.


"kamu kenapa bang?"


tanya zira menghampiri pria itu.


"sakit de..."


ucap pria itu memijat kepala nya.


"paman Reza, tolong...!"


teriak zira dan langsung di dengar oleh Reza, gegas ia menghampiri mereka berdua.


bersambung...


terima kasih yang sudah mampir 😍

__ADS_1


__ADS_2