terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
susu sapi.


__ADS_3

sebulan berlalu, masih dengan pria asing yang kini mengantar jemput nya pulang mengajar. sesuai perintah dari Ahmad tentu dengan senang hati pria asing itu melakukan nya.


pria asing itu memperhatikan beberapa anak yang kini tengah belajar silat pad Ahmad, ternyata wakil desa itu mempunyai kemampuan bela diri silat.


"kamu bisa enggak?"


tanya zira Duduk di kursi kayu memanjang.


"entah lah aku lupa, atau memang seperti nya tidak bisa....!"


"belajar dong.... cowok itu kan punya tugas melindungi"


ucap Zira terkekeh kecil, pria asing itu tersenyum menatap Zira dengan wajah memerah nya.


"benar sekali de...."


ucap pria itu tersenyum.


saat ini keduanya lebih mengontrol diri untuk tidak melakukan sesuatu yang pernah terjadi, pria itu juga ingin membuktikan bahwa rasa nya bukan sekedar ambisi nafsu semata tapi lebih kepada ingin menghalalkan, beberapa kali ikut mengaji bersama Ahmad. menghindari keadaan berdua di tempat sepi, pria itu berharap agar segera ingat siapa dirinya, dengan itu ia bisa pulang dan kembali datang meminta zira pada Ahmad.


"belajar nak... mungkin saja apa yang terjadi dengan mu itu juga karena orang jahat yang ingin melumpuhkan mu, sebelum kejadian mungkin kamu juga di pukuli. wajah mu lebam...."


ucap Ahmad duduk di hadapan mereka.


pria itu termenung mendengar penuturan Ahmad, mungkin hal itu benar terjadi.


"punya kemampuan bela diri bukan untuk sombong atau sok jagoan tapi lebih pada melindungi diri sendiri dari kejahatan.."


"ya pak, aku juga berpikir seperti itu!?"


"bapak lihat kamu bukan orang biasa jika melihat mobil yang kamu pakai, kalau ada uang bapak ingin panggil tukang derek untuk mengambil mobil mu di danau sayang nya panen kemarin juga hanya kembali modal..."


itulah Ahmad, baik hati dan tulus seperti zira putrinya.


"tidak apa-apa pak, saya juga tidak enak lama lama tinggal di sini, saya juga ingin segera mengingat semua nya..."


"tidak apa-apa bapak ikhlas, rezeki tidak akan habis hanya karena kita membantu orang lain.."


"terima kasih pak, saya akan berusaha sedikit mengingat siapa saya, tidak enak tidak kuat juga...."


"tidak kuat kenapa?"


tanya Ahmad.


"pak Ahmad memiliki putri yang cantik...!"


Tutur pria itu sambil terkekeh.


"ah kamu bisa saja, baru sadar kalau zira cantik! dia itu mojang di kampung ini..."


"ah bapak bisa saja, Zira biasa saja kok..."


ucap zira tersenyum.


"jangan tersenyum seperti itu?"


ucap pria asing itu.


"kenapa?"tanya zira.


"gula ku naik kalau terus lihat senyum kamu yang manis itu...."


ujar pria asing itu terkekeh membuat zira terperangah.


"dasar gombal....!"


ucap Zira memalingkan wajahnya.


"kenapa Aku malah enggak mau, kamu mengingat siapa kamu sebenarnya? aku takut kamu akan berbalik melupakan Ku sedang kan hatiku tertanam nama mu....!"


gumam zira dalam hati menatap ke depan.


"ayo belajar dengan bapak...!"

__ADS_1


titah Ahmad pada pria asing itu, dengan antusias pria asing itu menghampiri Ahmad dan anak anak.


zira memperhatikan pria yang tengah belajar bela diri silat itu, tersenyum saling memandang keindahan yang Tuhan ciptakan.


Ahmad tahu kalau kedua insan itu saling menyukai namun ia bimbang karena pria asing itu belum di ketahui identitas diri nya.


sementara risky kemarin meminta zira pada nya, namun Ahmad belum memberikan jawaban karena semua itu harus zira yang memutuskan.


Ahmad tidak ingin ada keterpaksaan karena menikah harus lah dasar cinta dan kesepakatan bersama.


**


Siang itu Zira dan Rumi tengah membereskan barang barang bekas yang tidak terpakai, pria asing itu juga ikut membantu.


terlihat Reza datang menghampiri mereka di halaman rumah.


"hai......"


ucap zira tersenyum.


"aku bawa susu nih....."


ucap Reza duduk di kursi panjang dekat Ahmad.


"hai bro, susu mau enggak?"


tanya Reza pada pria asing itu.


"susu apa?" tanya pria asing itu duduk di hadapan Reza.


"susu sapi, bro....!"


ucap Reza menyodorkan segelas susu hangat pada pria asing itu.


"cuma bapak di sini yang punya susu spesial?"


ucap Reza tertawa kecil saat Ahmad menoleh.


"ya kan pak?"


tanya Reza.


ucap Ahmad membuat Reza terkekeh, berbeda dengan pria asing yang menatap zira sambil tersenyum.


"cepat nikah makanya kamu za....!"


ucap Ahmad.


"apa enaknya?"


tanya Reza.


"selain ada yang ngurus, kamu juga dapat bonus susu spesial...!"


ucap Ahmad terhenyak saat Rumi memukul punggung nya pelan.


"ngomongin susu terus, ayo di minum..."


ucap Rumi sambil cemberut, hal itu membuat yang lain nya terkekeh.


***


sore itu zira pergi berjalan kaki dengan pria asing, Zira menghentikan langkah nya saat pria asing itu berbelok ke arah danau dimana mobil nya terperosok.


"kamu kenapa bang?"


tanya zira.


"aku ingin mengingat sesuatu paling tidak nama....!"


ucap pria itu menatap air yang tenang.


"apa kamu akan melupakan Ku jika kamu sudah mengingat semua nya...!"

__ADS_1


"kenapa berpikir seperti itu?"


tanya Pria asing itu mendekap tubuh zira dari belakang, ia sungguh tak bisa mengendalikan diri mungkin benar ia harus segera menikah tapi ia belum bisa mengingat apapun.


"lepas bang....!"


ucap Zira berbalik menghadap pria asing itu.


"maaf, aku.....


aku cinta sama kamu, aku enggak mungkin melupakan semua kebaikan kamu karena nama kamu tertulis di sini...!" ujar pria asing itu menunjuk ke dada bidangnya.


"cinta yang sesungguhnya adalah cinta dalam pernikahan yang melibatkan Allah di dalam nya, sedang cinta yang di luar pernikahan itu hanya akan mengundang dosa..."


ucap zira melangkah menjauh dari pria asing itu.


"Abang tahu, tapi saat ini keadaan nya tidak memungkinkan Abang untuk melamar kamu, sehelai baju pun aku tak memiliki nya sendiri...


Abang mohon tunggu lah sebentar saja!"


ucap pria itu menghentikan langkah zira.


"kita pulang saja bang....!"


zira melangkah namun terhenti saat melihat Beno dengan temannya, gegas zira berbalik dan berlari ke arah pria asing itu.


"bang....!"


ucap zira sedikit panik.


"ada apa?"


tanya pria itu meraih tangan zira.


"ada bang Beno...."


gegas zira bersembunyi di balik tubuh tinggi itu.


"hei orang enggak jelas, berani kamu melawan aku....?"


ucap Beno turun dari motor dengan satu orang teman nya.


"kenapa aku mesti takut?"


ucap pria asing itu siap dengan serangan Beno, dari jauh risky yang melewati tempat itu menghampiri mereka yang tengah berkelahi.


"tolong......!"


teriak zira, gegas risky membantu pria asing itu melawan teman Beno.


Beno dan teman teman nya berlari menjauh saat merasa mereka kalah, gegas pria itu menghampiri zira yang masih ketakutan.


"kamu enggak apa-apa?"


"aku takut bang?"


ucap zira replek mendekap tubuh pria asing itu di hadapan risky yang mematung merasa kan nyeri.


"tenang aku akan melindungi mu....!"


ucap pria asing itu mengusap punggung zira, risky melangkah pergi dari tempat itu, ia tidak ingin melihat kedekatan mereka berdua.


"bang risky....!"


ucap zira saat Sadar keberadaan pria itu.


"terima kasih sudah membantu kami...!"


"ya sama sama...!"


ucap risky lalu pergi menoleh sekilas kearah pria asing itu.


bersambung.......

__ADS_1


terima kasih ya yang sudah mampir, ayo like and komentar ya 😍


__ADS_2