terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
silaturahmi yang baik


__ADS_3

Zira terenyuh saat melihat ibunya dan mommy Ali berpelukan, zira senyum menoleh ke arah Ali yang juga tersenyum.


kali ini Sri benar benar berubah, hati nya benar benar luluh.


"maafkan untuk semua kesalahan saya!"


ujar Sri, Rumi menggeleng lalu kembali memeluk Sri yang menangis tersedu, Sri sendiri tidak tahu apakah masih sempat pergi ke tanah suci sementara saat ini ia benar benar lemah.


"ibu jangan memikirkan kejadian yang lalu, kita sama sama bermuhasabah..saya juga banyak salah!"


Jawab Rumi senyum.


**


siang ini mereka berencana untuk pergi berbelanja untuk kebutuhan mereka umrah, semua pergi termasuk Sri.


Wijaya yang mendorong kursi roda di dampingi oleh indah.


rasa bahagia membuncah melihat dua keluarga yang dulu selalu bertikai kini rukun dalam silahturahmi yang baik.


"pilih aja yang ibu mau...."


ujar ali pada Rumi, ia baru sempat mengajak keluarga nya berbelanja.


"ya Al.... terima kasih, kamu sudah membahagiakan kami"


ali senyum lalu merengkuh pundak Rumi.

__ADS_1


Zira sendiri menemani Sri memilih beberapa gamis, Sri tertegun melihat beberapa gaun cantik.


teringat bahwa Ali dan zira Belum mengadakan resepsi pernikahan, ia ingin Ali dan zira membuat acara resepsi pernikahan mereka.


mungkin nanti Sri bicarakan setelah mereka pulang umroh, meski ia sendiri tidak tahu apakah masih sempat.


setelah selesai berbelanja mereka makan bersama di sebuah restoran mewah di mall tersebut.


berbincang apapun yang membuat mereka senang dan terhibur hingga keadaan tak pernah sepi, Toni selalu membuat candaan hingga sesekali terdengar gelak tawa di sela makan siang mereka.


*


esoknya....


mereka sudah bersiap untuk pergi ke bandara, Ali menghampiri Sri yang terlihat lemah.


"mommy yakin mau pergi? Ali khawatir loh...!"


"kalau pun aku harus pulang, aku sudah berada di tanah suci, aku minta maaf untuk semua kesalahanku pada mu. aku harap kamu ridho pada ku!"


Wijaya menitik kan air mata nya lalu memeluk Sri yang memejamkan matanya.


siang itu mereka terbang ke Makkah, meski keadaan Sri semakin lemah namun ia ingin tetap pergi.


"Al.....?!"


panggil Sri lirih, Ali mendekatkan diri nya karena memang Sri duduk di samping Ali dan juga Wijaya.

__ADS_1


"ada atau enggak ada mommy nanti, mommy mau kamu mengelar acara resepsi pernikahan kamu dan zira...di kota atau pun di kampung...!"


Ali menghela nafas lalu mengangguk kemudian mencium pipi mommy nya.


**


beberapa hari berlalu mereka melaksanakan Ibadah, kegiatan tawap dan yang lainnya, berbelanja dan berwisata kuliner di kota tersebut.


"masa Allah cantik nya...!"


ujar Ali memvideokan zira yang berjalan jalan di masjid Nabawi di bawah payung konvertibel besar yang melindungi jamaah dari sengatan matahari atau pun hujan.


"bumil cantik bidadari ku ..."


sambung Ali berceloteh sendiri sambil memvidiokan zira yang sengaja bergaya di hadapan suami nya itu. tentu hal itu membuat Ali gemas.


"mentang mentang Udah jadi model ya banyak gayanya..."


ujar Ali membuat zira terkekeh lalu berlari kecil memeluk Ali yang juga memeluk nya.


"terimakasih bang, zira bahagia..."


ujarnya zira senyum menatap wajah tampan suaminya.


"Alhamdulillah... Abang Juga bahagia, semoga Allah melancarkan segala sesuatu nya..."


ujar Ali mengusap perut zira yang masih rata.

__ADS_1


zira mengangguk lalu keduanya berjalan beriringan untuk kembali ke hotel.


bersambung...


__ADS_2