terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
gadis penjual susu.


__ADS_3

Zira menghampiri Rumi yang tengah mencuci piring, wajah nya tak secerah dulu masih saja menuntut zira untuk memutuskan hubungan nya dengan pria amnesia itu.


namun zira tak pernah menjawab karena hatinya terlanjur terpikat pria tampan amnesia itu.


"sini Zira bantu Bu ...!"


tutur zira, weekend ini zira dan pria asing berencana untuk pergi membeli cincin untuk pertunangan mereka.


"enggak usah, biar ibu selesai kan sendiri! bukannya kamu enggak peduli dengan ibu.."


ucap Rumi memalingkan wajahnya.


"Bu jangan bicara seperti itu dengan zira, maaf kan zira bu karena zira enggak bisa bohongi perasaan zira pada pria itu..."


"aneh, bisa bisanya kamu suka sama pria itu, nama saja tidak ingat, kamu yakin Mau nikah sama dia....!"


tanya Rumi membuat Zira tertegun.


"Zira....ada si Abang tuh di depan...!"


panggil Ahmad dari luar.


"zira pergi ya Bu, mau di beli kan apa? zira mau ke pasar....!"


"rumah....!"


ucap Rumi Lalu pergi meninggalkan Zira yang termangu sendiri.


"zira.....!"


Ahmad kembali memanggil membuyarkan lamunan nya.


gegas zira menghampiri pria asing itu.


"bang, maaf lama menunggu!"


ucap zira tertegun menatap kening pria itu sedikit lebam.


pria itu menatap Zira tak biasa.


"kepala kamu kenapa?"

__ADS_1


"oh ini tadi jatuh de....!"


ucap Pria itu tersenyum kecil.


"kenapa menatap zira seperti itu?"


tanya zira.


"gadis cantik penjual susu.....!"


gumam pria itu tersenyum menatap Zira lekat.


**


sebelumnya....


Pagi pagi sekali pria amnesia itu membersihkan kandang seorang diri, karena Reza tengah memotong rumput untuk makan para domba, sebagian pekerja libur karena memang akhir pekan.


Karena lantai yang basah membuat nya sedikit terhenyak hampir terjengkang karena hilang keseimbangan.


pria itu bisa menghindari insiden itu namun saat hendak kembali melangkah ia tersandung tali tambang lalu tersungkur hingga kepala nya mengenai tembok dan terjadilah benturan.


"astaga....." kata pria itu sontak memegang kepalanya yang terbentur dan langsung terduduk bersandar pada dinding kandang.


Ali memijat kepalanya, ia ingat sebuah mobil mengikuti nya sejak dari kota. menghadang mobil nya saat jalanan sepi. Ali yang seorang diri tak berdaya saat Lima orang langsung menyerang dan memukuli nya hingga ia pingsan.


Ali, pria amnesia itu merasa mual karena kepalanya terasa pusing mengingat semua itu, gegas ia beranjak dari duduknya melangkah menuju kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur tipis.


"Al, kenapa sih kamu enggak pernah mau menyentuh aku, aku pakai pakaian seksi pun kamu enggak tertarik. atau kamu....."


ucap Gisel menatap tajam Ali.


"oke, kamu mau nya gimana sih yang?


aku enggak seperti yang kamu pikirkan, tapi aku mau kita menikah dulu....!"


"syit, itu selalu jadi alasan kamu...!"


ucap Gisel hendak mencium bibir Ali namun Ali menghindar karena bayang seorang selalu menghantui nya.


"kenapa sih Al....aku juga butuh itu dari kamu, teman ku bahkan melakukan hubungan suami istri meski belum menikah....!"

__ADS_1


"ya. tapi aku tidak bisa seperti itu....!"


"kenapa? kamu enggak normal ya Al, atau jagoan mu enggak bisa bangun meski melihat ku terbuka...!"


ucap Gisel membuat ali tertegun, Ali juga tidak paham justru jagoan Nya bangun ketika melihat gadis desa dalam keadaan basah, gadis itu penjual susu.


enam tahun silam...


dulu Ali selalu datang ke peternakan, namun sebelum reza atau Darmi yang bekerja di peternakan itu.


sebelum nya yang bekerja di peternakan itu adalah pak Harto dan Bu Tati.


entah kemana mereka, waktu itu Ali juga masih sekolah SMA namun rajin datang ke peternakan bersama seorang sopir keluarga.


Ali selalu memperhatikan seorang gadis cantik yang menjual susu menggunakan sepeda, susu tersebut ia ambil dari peternakan.


perempuan itu tak pernah tahu kalau seseorang selalu memperhatikan nya dari jendela rumah besar, cantik dan putih gadis itu begitu natural.


matanya, alisnya yang tebal dan hidung nya mancung serta bibirnya yang pink tanpa lipstik, seketika membuat Ali jatuh hati pada gadis itu, hal indah yang pertama kali Ali rasakan namun Ali tidak pernah menampakkan diri didepan gadis itu, dan suatu ketika Ali melihat gadis itu tengah menyiram tanaman dan sengaja membuat pakaian nya basah tentu saja hal itu menampakkan bagian depan dan belakang tubuh gadis itu dengan jelas hingga membuat jantung Ali berdetak kencang.


pesona gadis itu tak pernah hilang dari benaknya, Ali bahkan selalu ingin melihat nya hingga ia selalu datang ke peternakan pada akhir pekan, namun Ali tak pernah memiliki keberanian untuk menemui langsung gadis itu.ia hanya menjadi pengagum rahasia dibalik jendela.


waktu berjalan....Ali masih saja bersembunyi memperhatikan gadis itu dari jauh, hingga suatu saat Wijaya meminta nya untuk kuliah di Amerika, Ali menyempatkan diri untuk datang ke peternakan, Ali ingin bertemu langsung dengan gadis itu, ia memberanikan diri untuk mencari gadis itu di kandang namun ia justru menemui gadis itu tengah tertidur pulas di rumah kecil tempat nya kini tinggal.


Ali masuk lalu tertegun menatap bagian rok gadis itu sedikit terbuka, ia melangkah menghampiri. tukang kebun bilang pak Harto dan Bu Tati tengah pergi ke pasar.


Ali memperhatikan gadis itu dari dekat, cantik dan menyejukkan mata.


Ali hendak membangun kan namun ia urungkan karena ternyata ia tidak memiliki keberanian sebesar itu.


Ali termangu sendiri menatap perempuan cantik yang tengah tertidur. ia akan pergi jauh dan entah kapan kembali, Ali diam diam mengambil poto gadis itu, memakai kan gelang emas putih pada tangan nya yang putih bersih.


"aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaan ku pada mu, aku berharap kita bisa bertemu lagi...aku Janji akan datang lagi!"


ucap Ali mengecup bibir ranum gadis itu singkat lalu pergi dari rumah kecil itu.


hingga energi tahun berlalu ia menyelesaikan pendidikan hingga S2 dan kembali ke tanah air, Ali masih saja menyimpan Gadis itu dalam relung hati nya, gegas ia mendatangi peternakan namun Bu Tati bilang kalau zira gadis penjual susu itu kini tak lagi bekerja di peternakan, gadis itu kuliah di kota. Ali tanya dimana namun Bu Tati tidak tahu, kala itu juga terakhir kali Ali bertemu dengan bu Tati sementara pak Harto sendiri sudah meninggal dunia.


Ali kehilangan jejak gadis bernama zira azkia nisa, dia juga tidak tahu siapa orang tua zira hingga ia kembali ke kota.


beberapa bulan berlalu Ali mencari keberadaan gadis penjual susu itu namun Jakarta begitu luas hingga Ali tak menemukan gadis itu di tambah kesibukan Nya di kantor membuatnya sedikit melupakan gadis itu. hingga ia bertemu dengan Gisel dan mencoba menjalin hubungan namun ternyata sosok gadis penjual susu itu masih saja melekat di ingatan nya.

__ADS_1


bersambung......


terima kasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2