
Sri tergugu menatap betapa lucu dan cantik nya Kahiyang, apa lagi pipi Kahiyang yang cuabi, Kahiyang mengemut jari nya lalu tersenyum lebar melihat Sri.
Ali mengambil alih Kahiyang dari tangan Zira lalu menghampiri Sri yang langsung meraih kahiyang.
zira tersenyum simpul melihat hal itu, Zira kira Sri akan menolak keberadaan Kahiyang.
"maaf kan granda ma ya....."
Sri mencium pipi cuabi Kahiyang yang langsung tersenyum, sontak hal itu Membuat Sri terkekeh kecil sambil menitikkan air matanya.
meski di Jerman, Sri terus memantau kehidupan kedua anaknya, Sri juga tahu karier yang tengah di bangun oleh zira, ia sukses menjadi model terkenal, wajah cantik nya juga menghiasi layar kaca televisi, ada rasa sesal terbesit dalam benak Sri karena dulu selalu menghina zira yang ternyata memang handal.namun ego nya masih saja tinggi, saat ini Sri akui zira memang pantas untuk Ali tapi ia enggan menampakkan kekalahan nya di hadapan zira.
"kita datang ke sini untuk kasih mommy semangat!"
ujar Ali senyum memeluk Sri yang masih menggendong Kahiyang.
"Terim kasih Al..."
jawab Sri menggenggam tangan sulung nya itu.
setelah itu Wisnu menyuruh mereka untuk beristirahat setelah perjalanan yang cukup melelahkan, Kahiyang sendiri tengah dalam pangkuan Wisnu, zira memperhatikan Wisnu yang mengajak Kahiyang bercanda di samping Sri.
"tak apa lah sikap ibu Sri acuh dan dingin padaku, yang terpenting mereka mau menerima keberadaan si cantik Kahiyang..."
gumam zira dalam hati lalu tercenung saat Ali tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"apa yang sedang kamu pikirkan sayang?"
tanya Ali mencium pipi zira.
"enggak, lagi merhatiin Kahiyang sama Kakek... syukur lah kalau mommy Abang mau menerima Kahiyang...!"
"percaya lah mereka juga menerima kamu sayang, Abang tahu itu...!"
sahut Ali memeluk zira semakin erat.
"semoga ya bang....!"
zira senyum menggenggam tangan Ali.
"terima kasih untuk semua ini Tuhan...."
gumam Zira dalam hatinya lalu mendekap erat tubuh Ali.
**
Sore itu Ali mengajak keluarganya berjalan jalan di kota Berlin, Brandenburg.
Ali juga mengikutsertakan Sri berjalan jalan bersama mereka menikmati keindahan kota Berlin, meski Sri menolak namun Ali tetap memaksa.
"mi, kita pulang yuk ke Indonesia, biarkan Ali yang rawat mommy sampai sembuh, di sana kan nanti ada zira dan Kahiyang...."
__ADS_1
"enggak Al, mommy malu sama zira karena dulu mommy selalu menghina nya.... sekarang mommy sadar bahwa harta tak selamanya bisa menjadi pegangan, bahkan saat mati pun hanya amalan yang kita bawa, sementara mommy?"
Sri menunduk, menyadari keadaan nya yang dulu begitu angkuh, sementara sel kanker terus menjalari seluruh tubuh nya.
"mi tahu enggak kenapa Ali milih zira, itu karena selain cantik dia juga baik mi, zira bukan tipe orang yang pendendam, dia menjalani semua itu dengan sabar dan ikhlas...itu kenapa Ali tidak bisa meninggalkan nya..."
Ali memandang seorang perempuan yang tengah memegang eskrim bersama buah cinta mereka.
"di sini jauh dari keluarga, kalau di Jakarta kan ada Ali, Alena juga lagi hamil...."
tambah Ali membujuk Sri agar mau kembali ke Jakarta.
"ya sudah, mommy akan pulang!"
putus Sri sambil berpikir mungkin lebih baik meninggal di tanah sendiri.
**
malam..
zira memperhatikan Kahiyang yang terlelap dalam tidurnya, sesekali tersenyum sendiri membuat gemas yang melihat.
"udah tidur de?"
Tanya Ali membuat zira langsung menoleh.
terlihat suami nya itu hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
Ali duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah istri nya lekat, mengamati setiap inci wajah zira yang merona.
"de...."
ujar Ali menyentuh pipi istrinya itu.
"hm, apa bang?"
tanya zira yang juga menatap wajah tampan suaminya itu.
"enggak apa apa kan kalau mommy nanti ikut tinggal dengan kita?"
tanya ali membuat zira langsung tertegun.
"dan apa kah kamu akan memaafkan kalau mommy minta maaf sama kamu de...!"
tambah Ali, terlihat istri nya itu berpikir mencerna ucapan Ali.
"mommy tuh nyesel de, bersikap seperti itu sama kamu.... beliau ingin memperbaiki semua nya, kamu mau memaafkan mommy kan!"
Zira mengangguk kecil dalam hati berpikir apakah benar yang di terjadi seperti itu, sementara Sri masih bersikap acuh pada nya.
"jadi kapan kita pulang bang?"
__ADS_1
tanya Zira.
"weekend ini saja, kita pergi jalan jalan dulu. anggap saja kita sedang bulan madu!"
ucap ali senyum lalu meraih bibir Zira dengan bibir nya.
malam itu menjadi malam yang indah untuk mereka berdua, berada di kota Berlin dengan cuaca yang cukup dingin namun berbeda dengan mereka justru merasa kegerahan karena aktivitas bercinta yang selalu menjadi candu dan tak ingin melewatkan kesempatan untuk mereguk nikmat nya cinta.
**
beberapa hari ini Ali mengajak zira pergi ke tempat tempat menarik di kota itu, ia juga mengajak Nadia, Reza, serta Alena dan Toni.
momen itu mereka jadi kan untuk liburan akhir tahun yang menyenangkan, zira begitu senang karena untuk pertama kalinya ia melihat langsung salju sungguhan turun dari langit biru.
Zira tampak cantik mengunakan jaket tebal berbulu berwarna cokelat, keduanya tak membawa Kahiyang karena udara cukup dingin, ada Wisnu dan Sri yang menjaga si cantik Kahiyang.
"kamu senang de....?"
tanya Ali melihat wajah istri nya itu berbinar.
zira mengangguk lalu mendekap erat tubuh Ali yang selalu wangi dan menjadi candu untuk nya.
"terima kasih ya, Zira senang sekali bang!"
jawab zira mendongak menatap wajah Ali yang tersenyum lalu mengecup bibir nya.
Ali mengabadikan momen tersebut dengan beberapa potret yang ia unggah di Instagram miliknya, tentu banyak menuai pujian apa lagi yang sudah tidak asing dengan wajah zira.
setelah lelah bermain dan menjelajahi kuliner di kota Itu, mereka memutuskan untuk pulang karena cuaca semakin dingin.
Zira menghela nafas panjang saat sampai di rumah, ia merasa tidak nyaman dengan Sri yang berada di tengah tengah mereka, Ali bilang Sri ingin berubah namun zira merasa bahwa Sri masih sama seperti sebelumnya, acuh dan berbicara juga hanya menyapa Kahiyang saja, namun zira tak ambil pusing.
dia tetap sabar apapun keadaan nya karena walau bagaimanapun Sri itu ibu dari ayah anak nya.
saat ini mereka tengah berkumpul untuk makan malam bersama, esok mereka akan kembali ke Indonesia.
Zira memangku Kahiyang yang masih terjaga, terlihat Sri terus memperhatikan nya namun zira Terus fokus pada putrinya itu.
"gimana liburan kalian di sini, puas?"
tanya Wisnu yang membuka obrolan.
"puas kek, tadi kita juga udah belanja oleh-oleh ya ra....!"
jawab Alena, zira hanya mengangguk saja.
"ya beli lah apa yang kamu mau beli karena uang Ali itu banyak...!"
sahut Sri membuat zira Tertegun tak paham dengan maksud ucapan mertuanya itu.
bersambung....
__ADS_1