
Ali mengajak zira untuk makan siang di restoran yang cukup jauh dari kota, restoran itu adalah tempat favorit nya dengan Alena, selain tempat nya yang nyaman makanan nya juga enak.
"ayo turun sayang...."
ajak Ali membuka pintu mobil, zira keluar sembari memperhatikan tempat sekitar.
"aku dulu sering datang ke tempat ini bersama Alena...."
ujar Ali menggenggam tangan zira masuk ke dalam restoran itu, dimana terdapat beberapa kolam ikan yang bisa di pakai memancing.
"kamu suka mancing....?"tanya zira masuk ke pendopo yang di bawah nya air.
"enggak....aku enggak sabar kalau harus mancing mendingan aku langsung tangkap pakai jaring....!"
jawab Ali sambil terkekeh.
"Alena tuh suka banget makan gurame.... maka nya setiap makan kita selalu kesini tapi dulu sebelum sibuk seperti sekarang.
karena mommy dan Dady sibuk jadi kami selalu berdua, bahkan ada yang mengatakan kami pasangan serasi.....!"
Ali menceritakan kedekatan nya dengan adik nya itu, Ali tak menyangka sebentar lagi Alena akan menikah.
"terus......?"
tanya zira sambil membuka buku menu.
"kamu enggak cemburu kan?"
"ya enggak lah masa aku cemburu sama adik kamu....!"
jawab zira tersenyum.
"waktu berjalan begitu cepat, sebentar lagi Alena akan menikah....!"
"ya, Alhamdulillah dengan orang yang tepat.
bang Toni pria baik.....!"
"kalau Abang?"
tanya ali sambil mencubit pipi zira.
"sangat baik, Alhamdulillah zira bersyukur memiliki seseorang yang menyayangi zira seperti kamu...!"
jawab zira memangku pipi Ali, Ali tersenyum dan langsung mencium telapak tangan zira.
"pesan apa?" tanya Ali.
"gurame bakar nya seperti nya enak..."
"yasudah kita pesan ya!"
ujar Ali lalu memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka berdua.
"di sini tempatnya adem ya jauh dari kota...."
ucap zira.
"ya gimana kalo nanti kita main ke pantai mau enggak!?"
tanya Ali.
"tapi nanti kita bolak balik dong jadi nya..."
"enggak apa-apa, mumpung aku lagi enggak sibuk... kita ke Ancol aja nanti ya"
zira mengangguk.
tak lama pesanan datang, keduanya makan dengan lahap.
__ADS_1
kedua beranjak dari tempat setelah selesai makan, Ali kembali melajukan mobilnya menuju kota menuju perumahan yang berbeda di pusat kota.
waktu menunjukkan pukul dua siang, Ali langsung mendatangi kantor pemasaran perumahan elit tersebut.
seseorang langsung menunjuk beberapa rumah yang sudah rampung dan siap di tinggali.
"gimana sayang kamu mau yang dua lantai atau tiga lantai?"
tanya Ali pada zira yang tengah melihat foto foto rumah yang di tawarkan.
"dua lantai saja bang, kalau ada Zira mau yang halaman nya luas.
jadi nanti ada tempat untuk anak anak Kita main....!"
jawab zira meminta halaman untuk tempat anak anak nya bermain.
lalu orang tersebut menunjukkan lokasi rumah yang zira inginkan.
rumah dua lantai yang cukup besar lengkap dengan properti nya, di tambah kolam renang dan halaman rumah yang cukup besar seperti permintaan zira.
"kemarin juga ada yang melihat rumah ini tapi tidak ada kepastian, kalau kalian mau Ambil saya akan kasih diskon sepuluh persen."
ucap pria yang menawarkan rumah tersebut.
"gimana kamu suka de ...?"
tanya ali dan di anggukan oleh zira kemudian melihat lihat ruangan yang lain nya.
"ya udah kamu lihat lihat dulu ya, Abang urus dulu pembayaran nya, sebentar lagi Toni akan kemari...!"
"ya bang.....!"
zira masuk ke dalam kamar yang langsung mengarah ke kolam renang.
kamar yang cukup luas dengan ranjang king size.
tanya Ali memeluk zira dari belakang, Toni sudah datang dan langsung mengurus semuanya.
"mahal ya bang?
zira kok enggak mikirin hal itu?"
ujar zira membalikkan tubuhnya menghadap Ali.
"jangan pikirkan itu, Abang beli rumah ini pakai uang tabungan Abang sendiri jadi kamu enggak perlu khawatir masalah uang!"
ucap Ali menyentil hidung istri nya.
"mau langsung tinggal di rumah ini?"
tanya Ali.
"enggak, nanti besok saja kita pamit dulu sama mommy Abang!"
"ya sudah...Ayo pergi!"
ajak Ali keluar dari kamar itu.
"bagus banget... oke juga selera Lo, Al"
ucap Toni setelah mengurus semuanya.
"zira yang pilih...."
jawab Ali menoleh ke arah zira.
"nanti besok akan ada kelining servis yang membersihkan rumah ini, jadi pas pindah rumah nya udah bersih.
kalau menurut gue kalian butuh pembantu, rumah ini kan cukup besar jadi kasihan zira kalau urus sendiri!"
__ADS_1
"ya Lo benar...tenang aja gue pasti pakai jasa pembantu juga, apalagi zira tengah hamil!"
ucap Ali lalu mengajak zira keluar dari rumah itu.
"Lo langsung balik?"
tanya Ali pada Toni.
"ya, jam kantor kan udah lewat, gue mau ketemu adik Lo...!"
ucap Toni masuk ke dalam mobil, melambaikan tangan nya saat mobil melaju di hadapan Ali dan zira.
"Ayo sayang masuk!"
titah Ali pada zira untuk masuk ke dalam mobil.
sesuai ucapan nya ali mengajak zira ke pantai untuk menikmati sunset.
tak berapa mereka sampai di pantai, kedua nya langsung keluar dari mobil.Ali menarik tangan zira untuk berjalan ke bibir pantai.
menyusur pasir pantai yang putih, zira terus menghindar saat air pasang tentu saja hal itu membuat Ali terkekeh.
"kenapa sih?"
"basah nanti gamis ade bang?"
Jawab zira sedikit manja.
"biarin....!"
ucapan Ali memeluk zira dari belakang, membiarkan air pasang surut mengenainya.
Ali mengajak zira bermain air dan tak lupa Ali mengabdikan momen itu dengan handphone nya.
"terimakasih ya bang udah ajak zira ke sini, dan untuk rumah yang Abang beli untuk kita tinggal berdua... sebenarnya zira juga betah tinggal di rumah, tapi......!"
Zira membalikkan tubuhnya menghadap Ali, menatap wajah kekasihnya itu.
"ya, Abang paham....Abang tahu dan Abang salah karena sudah membiarkan kamu sendiri beberapa waktu ini, Abang terus mengurusi perusahaan dan mengabaikan kamu, sementara Abang udah janji akan jaga kamu. Abang bersyukur karena Tuhan dengan cepat menyadarkan Abang tentang kesalahan Abang yang sempat mengabaikan kamu, maaf kan Abang ya...."
zira tersenyum lalu mendekap erat tubuh Ali.
Ali merengkuh tubuh perempuan yang tengah mengandung anak pertama nya, buah cinta kedua nya.
"kami begitu baik bang, aku bersyukur karena kamu tidak pernah berubah.
bagaimana aku tidak terpikat pada mu yang begitu lembut memperlakukan ku....membelai ku dengan cinta kasih!
kamu akan tetap jadi pria amnesia yang memikat hati ku...."
keduanya duduk di bibir pantai sambil menikmati pemandangan indah langit saat senja menyapa.
"bang..."
"hm.... apa sayang?"
Ali menatap wajah yang berada di pundak nya.
"laper.....!"
"ya sudah ayo kita makan...!"
ajak Ali beranjak mengajak zira melangkah berjalan membelakangi indah nya matahari yang tengah tenggelam, suasana pun berganti gelap.
"mencintai satu orang itu biasa, tapi mencintai satu orang berkali-kali itu luar biasa."
(Ali bin Abi Thalib).
bersambung.
__ADS_1