
Alena dan Toni tengah makan malam bersama keluarga, terlihat Sri tampak menikmati makanan nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Alena teringat percakapan sang Abang dan ibu nya itu, Alena tidak tahu kenapa Sri bisa bisanya berpikir seperti itu memanfaatkan keadaan sakitnya untuk mendesak Ali meninggalkan zira, namun Ali yang bucin tidak akan pernah melakukan hal itu.
"besok kakek sama mommy mu akan pergi ke Jerman untuk pengobatan...."
Wisnu mulai membuka obrolan.
"oh gitu, ya Lena doakan agar mommy cepat sembuh ya"
jawab Lena menatap wajah Sri yang sedikit pucat.
"ya len, doakan mommy ya!"
sahut Sri, ia juga berharap bisa sembuh dan melanjutkan perjalanan hidupnya meski seorang diri karena setelah kejadian itu Sri memutuskan untuk tidak menikah lagi.
"ya, mom. Alena dan bang Toni pasti doakan mommy...."
Alena beranjak dari duduknya lalu memeluk Sri dari belakang.
"mommy harus semangat ya, mommy harus sembuh kami disini sangat menyayangi mommy"
"terimakasih Alena, mommy Juga sangat menyayangi kamu!"
sejak kejadian di hotel itu, Sri tidak pernah menemui atau menghubungi lagi Siva karena Sri sendiri enggan memiliki menantu yang mandul, lalu siapa yang Sri harapkan menjadi menantu nya.
***
waktu berlalu...
..
seperti yang direncanakan oleh Arjun, weekend ini Arjun dan sang istri berkunjung ke rumah Ali dengan dua putranya yang tampan dan lucu.
zira sudah meminta pembantu untuk menyiapkan makan siang untuk tamu nya itu, Rumi sendiri mengurusi Kahiyang, di rumah juga ada dua orang pembantu yang mengurus rumah.
Rumi mengurungkan niatnya untuk pulang kampung saat zira bercerita tentang maksud teman suaminya itu.
"assalamualaikum..."
Arjun dan istri beserta anaknya sudah tiba di rumah.
"walaikumsalam......"
jawab Ali membuka pintu lebar lebar lalu menyuruh mereka untuk masuk ke dalam rumah.
dua anak berumur Lima tahun langsung masuk berlari naik ke atas sofa.
"zio, Zidan tadi bunda sudah bilang jangan nakal kalau mau ikut sama bunda..."
ujar Anita menggeleng kan kepalanya.
Arjun sendiri hanya terkekeh melihat Tingkah dua anak nya yang sangat aktif itu.
"eh ini kakak siapa ya?"
tanya zira menghentikan gerak keduanya.
"kenalkan ibu zira, kakak nama nya siapa?"
tambah Zira, ali memperhatikan zira yang memang cepat akrab dengan anak anak.
__ADS_1
"aku zio ...!"
"aku zidan.....!"
jawab kedua senyum.
"nama nya Bagus, ayo kita duduk manis sama ibu yuk...!"
keduanya mengangguk lalu berjalan menggandeng tangan zira menuju sofa.
Arjun senyum melihat zira yang ternyata lebih cantik dari pada yang ada di video.
"ini Arjun dan Anita istri nya...!"
Ali mengenalkan tamunya itu.
"aku zira, senang berkenalan dengan kalian apa lagi kakak yang tampan dan lucu ini..."
Zira terkekeh kecil duduk di samping Ali dan kedua anak Arjun.
tak lama pembantu datang membawa minuman dan cemilan untuk tamu.
"Ali udah cerita?"
tanya Arjun, Anita juga memperhatikan zira yang memang cantik dan cocok menjadi modelnya, Anita bukan hanya seorang Poto graper... Anita juga seorang model dan pelukis yang karya nya sangat mahal.
"udah tapi aku enggak ngerti apa-apa soal modeling karena sebenarnya aku seorang guru....!"
jawab zira lalu menoleh ke arah Ali yang senyum.
"enggak apa-apa, kalau masalah itu aku bisa ajarin kamu karena aku juga dulu sama seperti kamu enggak ngerti apa-apa dunia model tapi aku belajar dari yang udah senior, Kamu tenang aja aku kan Poto graper nya...."
ujar Anita.
jawab zira, ia sendiri belum yakin dengan kemampuan nya di dunia seperti itu.
"ya aku yakin, justru kita lagi cari wajah wajah baru untuk fashion ku... gimana apa kamu mau coba?"
ucap Anita, sementara Arjun hanya diam membiarkan istrinya yang berbicara.
"gimana bang?"
tanya zira pada Ali.
"aku terserah kamu de, kalau kamu tertarik ya silahkan....!"
jawab Ali dan di anggukan oleh zira yang menyetujui tawaran itu, tidak ada salahnya mencari pengalaman.
setelah selesai menjalin kesepakatan dan kerja sama mereka makan siang di rumah itu, Arjun menggeleng kan kepalanya melihat tingkah dua anak nya yang tidak mau diam.
bahkan mereka minta berenang, Ali dan zira tentu mempersilahkan.
"dirumah juga seperti itu?"
tanya Ali di meja makan.
"ya selalu bergaduh....!"
jawab Arjun tersenyum melihat keduanya tampak senang bermain air.
"maaf ya aku ngerepotin...!"
__ADS_1
ucap Anita yang tidak enak melihat rumah mereka yang sedikit berantakan.
"enggak apa-apa mba, nama nya juga anak anak... biasa lah, zira sih udah biasa mengahadapi anak-anak...!"
Zira senyum, rumah akan tampak hidup jika ada tawa dan candaan dari anak anak.
"jadi siap nya kapan nih, nanti Aku siap kan berkas kontrak nya Ra?"
tanya Nita.
"Minggu ini boleh, gimana bang?"
tanya zira, karena bagi zira segala Sesuatu harus izin dari suaminya.
"ya udah, Minggu ini Abang luang ko... jadi setiap pemotretan Abang harus dampingi..."
jawab Ali dan acungi jempol oleh zira, itu memang yang dia harapkan.
lama mereka main di rumah itu, Anita dan Zira juga banyak ngobrol di ikuti oleh Rumi yang menggendong Kahiyang.
"bunda aku mau punya adik dong kayak bayinya ibu zira.... cantik banget!"
ujar zio senyum menatap Kahiyang dengan bando bercorak bunga.
Anita malah terkekeh kecil mendengar permintaan bungsunya itu, Anita sendiri ingin menimang bayi lagi tapi urung mengingat kesibukan nya yang tak bisa ia tinggalkan jika ia hamil.
"kamu kecil kecil tahu aja yang cantik... gimana kalau kita besanan zira...si zio suka sama Kahiyang!"
ujar Anita di tanggapi kekehan oleh zira.
"boleh, ide yang bagus!"
Arjun dan Ali menghampiri keduanya, sementara Zidan tampak acuh tak menghiraukan mereka yang tengah berbincang.
"gimana ide ku?" tanya Anita pada Ali.
Ali hanya mengedikan bahu nya, bagi nya hal itu terlalu cepat untuk di bicarakan.
sore itu mereka memutuskan untuk pulang, meski Zio menolaknya namun waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Arjun dan Anita memaksa bungsu nya itu untuk pulang.
"nanti main lagi ya.....!"
ucap Zira melambai kan tangan nya pada Zio yang sudah berada di dalam mobil.
"ampun itu anak berdua enggak mau diam, rumah sampai berantakan....!"
Ali menggeleng kan kepalanya melihat beberapa mainan tergeletak.
"biasalah kalau ada anak kecil seperti itu, nanti Kahiyang juga seperti itu. jangan suka jutek sama anak kecil... siapa yang tahu dulu kamu juga Begitu?"
Zira terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Ali yang langsung tercengang.
"aku anak yang baik, mana mungkin seperti itu ?"
jawab Ali memeluk zira dari belakang.
"benarkah, nanti aku tanya ke Alena, seperti apa Abang nya waktu kecil....!"
kedua nya terkekeh kecil, Ali mencium pipi zira lama, benar kah ia rela jika zira menjadi seorang model?
bersambung.
__ADS_1
terimakasih ya yang sudah mampir.
😍😍😍😍