terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
terlanjur sayang.


__ADS_3

Ali mengajak zira menghampiri Wijaya yang berada di ruangan kerjanya. awalnya zira ragu namun Ali meyakinkan zira bahwa Wisnu tidak seperti Sri.


"kami mau pamit kek...!"


semua barang sudah di masukkan ke dalam mobil di bantu oleh Toni dan Alena.


Wisnu memperhatikan zira yang menunduk, Masih teringat percakapan mereka berdua kala Wisnu meminta Zira untuk menjauhi Ali, upaya yang gagal ia tepati karena ia juga begitu mencintai Ali.


"ya sudah, Kakek hanya bisa mendoakan kalian agar selalu dalam keadaan sehat dan bahagia...."


ujar Wisnu.


"terima kasih kek...."


Ali mencium tangan Wisnu berganti dengan zira yang juga mencium tangan Wisnu.


zira tertegun saat Wisnu mengusap kepala nya pelan.


"kakek harap kamu bisa sabar menghadapi mommy Sri...."


"ya kek, terimakasih sudah mau menerima zira di keluarga ini.... maafkan zira karena zira ....."


ucap zira terhenti karena ia berpikir apakah Ali tahu soal percakapan mereka berdua, zira khawatir Ali marah pada Wisnu jika mengetahui hal itu, mata Zira berkaca kaca.


Wisnu paham dengan pemikiran zira kenapa ia menghentikan ucapannya.


"ya, melihat kamu mengingat saya pada almarhum istri saya yang sudah tiada, sederhana dan tulus. saya minta maaf kalau sebelumnya saya pernah meminta kamu untuk pergi..."


Ali tertegun mendengar hal itu, ia tidak pernah tahu kalau Wisnu juga pernah berupaya menjauhkan zira dari nya.


"kakek Sangat menyayangi mommy mu, dia satu satunya harta berharga yang kakek miliki, kakek pikir mungkin kakek juga harus turun tangan sebelum mommy mu, tapi ternyata rasa cinta kalian begitu besar hingga semesta berbalik menyatukan kalian berdua. kakek sebenernya tidak mempermasalahkan kalian bersama tapi berbeda dengan mommy mu, semua harus sesuai logika bukan cinta.....sebenarnya saya sendiri bingung kenapa putri saya memiliki perangai seperti itu, mungkin karena dulu kami terlalu memanjakan nya.... tapi di Balik sikap keras nya itu ketahui lah bahwa ia juga menyimpan kelembutan..."


Tutur Wisnu memikirkan putri nya itu.


"maaf kan zira ya kek, karena zira tidak menepati janji....zira terlanjur sayang sama bang Ali..."


Ali menoleh lalu merangkul pundak zira, ia pun begitu menyayangi perempuan itu.


"ya Kakek paham dan Kakek juga berharap kalian memaklumi keadaan mommy mu, apa lagi sekarang ia sendiri tanpa Wijaya!"


Wisnu mengiba memikirkan Putri nya itu.


"ya kek, Ali paham...Ali yakin nanti juga mommy Akan menerima zira..."


"ya kalian sabar saja...


sabar adalah obat terbaik dari segala kesulitan, sabar dan ikhlas kunci sukses menjalani segala ujian yang Allah berikan, agar hati dan keyakinan kita kuat bertahan.."


Tutur Wisnu lagi memberikan semangat untuk kedua insan itu.


"ya kek terimakasih..... Ali bersyukur karena memiliki Kakek..."

__ADS_1


Ali memeluk Wisnu yang juga memeluknya.


"pergilah dan berhati-hati. jaga istri kamu Al..."


pesan Wisnu.


"terimakasih kek....! sekali lagi maaf kan zira ya kek..."


ujar zira mencium tangan Wisnu.


"ya berbahagialah kalian....."


ucap Wisnu dengan tulus mendoakan mereka berdua, setelah itu Ali dan zira pamit dari rumah itu, Toni dan Alena sudah menunggu di parkiran.


ada perasaan lega saat melangkah, penerimaan Wisnu menjadi kekuatan untuk tetap bertahan dalam cinta.


"lama bener sih....?"


ujar Toni membalikkan badannya ke arah mobil.


"ya gue pamit dulu sama Kakek, lagian bukannya Lo senang kalau lama, bisa lama lama Sama adik gue....."


jawab Ali di tanggapi gelak tawa oleh Toni.


"nanti gue langsung ke kantor ya..."


ucap Toni duduk di kursi stir.


"siap pak bos.....!"


Zira tersenyum mendengar jawaban dari Toni yang tengah menyetir.


Ali menoleh ke arah Zira yang fokus melihat ke arah jalan, dalam benak zira masih teringat jelas bagaimana dulu Wisnu meminta nya menjauhi Ali.


dan zira tak pernah menceritakan hal itu pada Ali.


tak berapa lama mereka sampai di rumah itu, Alena bergegas turun untuk membantu mengeluarkan barang barang keduanya.


"terima kasih ya Len, kamu bantuin kita!"


ucap zira sambil menarik beberapa koper.


"ya, Udah kewajiban aku sebagai seorang Ade... kita kan saudara jadi harus saling membantu!"


jawab Alena merangkul pundak zira masuk ke dalam, membiarkan Ali dan Toni yang menarik koper ke dalam rumah.


"rumah nya bagus bang, halaman nya juga luas...kolam renang nya oke, tapi Abang kan enggak begitu senang renang..."


"ya enggak apa-apa, nih ada yang jago renang!"


jawab ali merangkul pundak zira lalu mencium pipinya.

__ADS_1


"oh gitu....nanti ajarin tuh bang Ali renang, jangan bisa nya gaya batu doang"


ucap Alena terkekeh.


"ya enggak apa-apa yang terpenting bisa, meski cuma gaya batu!"


Ali terkekeh lalu kembali mencium pipi zira.


"ya sudah kita langsung pamit ya, aku mau ajak Alena ke kantor!"


ucap Toni lalu kedua nya beranjak pergi meninggalkan rumah itu.


Zira masuk ke dalam kamar yang mengarah langsung ke arah kolam renang, zira membuka jendela kamar agar udara Masuk.


Zira terpaku saat Ali tiba tiba memeluk nya dari belakang, mencium kepala nya penuh kasih sayang.


"kenapa kamu enggak pernah cerita sama Abang kalau kakek pernah menemui kamu?"


tanya Ali.


"aku enggak mau hubungan kamu dan Kakek merenggang karena hal itu....!"


ucap jawab Zira membalikkan badannya.


"apa karena itu kamu selalu memakai masker? padahal kita beberapa kali bertemu?


kalau aku tahu itu kamu, aku pasti langsung membawa mu pergi....!


aku mencari mu ke peternakan, tapi Reza bungkam.....!"


"ya aku yang minta karena kakek meminta Ku untuk menjauhi mu.... rasa nya dunia ku hampir runtuh, jiwa ku meronta kesakitan tapi aku cukup tahu diri..... namun aku juga begitu egois karena kenyataannya aku tidak bisa merelakan kita,, aku tetap mau kamu bang, aku.......!"


Ali langsung membawa zira ke dalam pelukannya, apa yang zira rasakan sama seperti yang ia rasakan. bahwa san nya begitu dalam rasa cinta yang telah tercipta.


"sekarang tidak akan ada lagi yang memisahkan kita, aku akan berusaha mempertahankan mu agar terus berada dalam dekapan ku..."


ucap Ali memangku wajah zira lalu menciumi nya berulang kali.


"jangan menangis lagi ya, apa pun masalah nya Kita hadapi bersama.... Abang akan selalu jagain kamu!"


Ali kembali membawa zira ke dalam pelukannya, mengusap kepala nya sayang.


"terima kasih ya Allah untuk sosok yang saat ini mendekap ku erat, menyayangi ku dengan tulus serta memberikan Ku arti hidup..."


gumam zira menyandarkan kepalanya di dada bidang Ali, memejamkan matanya menghirup aroma wangi yang selalu membuat nya nyaman.


"sekarang kita pesan makan siang saja dulu ya...."


ucap Ali dan di anggukan oleh zira.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2