terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
hamil.


__ADS_3

Ali memeluk Zira sambil menitikkan air matanya, bahagia saat dokter mengatakan bahwa mereka akan memiliki anak lagi, zira tengah hamil dua bulan dan hal itu membuat kedua nya bahagia sekaligus haru karena setelah beberapa waktu harus kehilangan dan tak menunggu waktu lama, tuhan kembali memberikan kedua nya kepercayaan dengan menganugerahkan kembali buah cinta.


"Alhamdulillah...mommy ikut senang!"


ujar Sri saat Ali memberi tahu mereka tentang kehamilan zira, semua keluarga merasa bahagia bahkan zira langsung memberi tahu Ahmad dan Rumi.


"Kakek sudah urus keberangkatan Kita ke Mekkah, bukankah kalian ingin berangkat umroh!"


ujar Wisnu senyum ke arah Sri.


**


Sri mengatakan tentang niatnya yang ingin pergi umroh bersama keluarga besar.


"Sri khawatir tidak memiliki banyak waktu lagi..."


ucap Sri memejamkan mata saat merasakan nyeri itu mulai menggerogoti nya.


"jangan bicara seperti itu nak..."


jawab Wisnu lalu memeluk Sri yang terisak.


Hanya pada Wisnu ia mencurahkan segala rasanya, meski ada Wijaya namun Sri tak ingin membebani Wijaya dengan hal apapun.


"kakek akan urus semua nya untuk kamu"


Sri mengangguk lalu menyeka air matanya.


*


"beri tahu ibu dan bapak mu zira, lusa kita akan pergi umroh...kita berangkat sama sama..."


ujar Sri senyum, zira mengangguk lalu memeluknya Sri.

__ADS_1


semua seperti mimpi, tapi ini lah doa yang Tuhan wujudkan meski ada yang di sesali karena kondisi Sri yang tampak kembali melemah.


Sri sendiri sudah pasrah dan Rido kapanpun tuhan memanggil untuk pulang.


"ya sudah zira hubungi ibu sama bapak ya .."


ucap zira lalu beranjak naik ke atas kamar bersama Ali yang terus menggenggam tangan nya.


keduanya duduk di tepi ranjang saling menatap satu sama lain, Ali mendekat lalu mengecup pipi zira dengan lembut.


rasa bahagia membuncah seakan melupakan rasa sakit yang dulu pernah tercipta.


"Abang bahagia.... terima kasih zira...!"


ujar Ali dan di sambut pelukan hangat oleh zira.


"zira juga bahagia bang, Alhamdulillah...!"


jawab zira mendongak menatap wajah tampan suaminya, Ali berbalik mengecup bibir nya singkat lalu merebahkan tubuh nya untuk beristirahat.


***


wajah rumi langsung berbinar saat mendengar bahwa keluarga besar Ali mengajak mereka untuk umroh, tentu saja hal itu sungguh membahagiakan untuk Rumi.


"ada apa Bu?"


tanya Ahmad memperhatikan Rumi yang sejak tadi menyunggingkan senyum nya.


"Zira minta kita untuk pergi ke Jakarta, berita kehamilan zira sudah membuat ibu bahagia dan sekarang mereka mau ajak kita umroh pak!"


jawab Rumi menitikkan air mata, teringat bagaimana dulu ia pada Ali.


bagaimana sikapnya yang menentang keras hubungan keduanya namun karena cinta nya kedua nya begitu besar mereka bisa sampai di titik ini.

__ADS_1


"Ali janji ibu enggak akan menyesal menjadikan Ali sebagai menantu, Ali Akan memberikan yang terbaik untuk keluarga ini!"


ucap Ali dulu terngiang di telinga Rumi, meyakinkan mau bahwa cinta memang begitu besar pada zira.


"Alhamdulillah....apa reza dan Nadia ikut?"


Ahmad kembali bertanya.


"ya seperti nya mereka juga ikut pak....!"


balas Rumi lalu memeluk Ahmad.


"ayo kita bersiap Bu!"


Rumi mengangguk lalu beranjak menuju toko dan memberi tahu pegawai nya bahwa ia akan ke Jakarta, mereka akan pergi umroh.


sontak kabar itu Terdengar oleh telinga tetangga, mereka tidak menyangka bahwa Allah dengan pesat mengangkat derajat keluarga Ahmad, Dulu mereka selalu di pandang sebelah mata bahkan tak jarang mereka di hina dan sekarang kabar mereka akan pergi umroh cepat terdengar, bagi masyarakat desa tersebut hal itu bukan hal yang biasa karena Hanya beberapa yang bisa pergi ke tanah suci selain mereka yang orang berada.


Reza dan Nadia juga merasa senang saat Wisnu mengatakan bahwa mereka juga akan ikut serta dengan mereka.


"selamat ya zira... aku senang mendengar kabar kehamilan kamu.....!"


ujar Nadia, siang itu Nadia datang bersama Anita.


zira memang sudah Risen namun Anita meminta Nadia untuk bekerja dengan nya, Nadia sendiri bersedia karena ia memang tidak memiliki kegiatan dan merasa bosan bila terus berada di rumah.


"ya Aku juga ikut senang....!"


ujar Anita yang juga mendoakan kebaikan untuk Ali dan zira.


"terima kasih kalian sudah banyak kasih suport aku!"


balas Zira menggenggam tangan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


bersambung..


terimakasih yang masih setia....😍😍😍.


__ADS_2