terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
bergaya.


__ADS_3

beberapa hari berlalu...


Ali menanyakan keadaan Sri pada Alena yang bertamu ke rumah nya, karena setelah hari itu Ali tak tahu lagi bagaimana keadaan sang ibu.


"mommy pergi ke Jerman sama kakek, dan Alena belum dapat kabar apa apa lagi bang.."


Ali mengangguk pelan.


zira duduk di samping Ali sambil memperhatikan Ali yang seperti tampak berpikir.


"emang mommy sakit apa?"


tanya zira yang mendengar percakapan mereka berdua, sementara Alena dan Toni saling pandang.


apakah Ali tidak memberi tahu zira tentang penyakit yang di derita oleh sang ibu.


"mommy sakit kanker payudara de...!"


ujar Ali, sebelum nya ia ragu untuk memberi tahu zira karena khawatir zira kepikiran.


Zira sendiri langsung tertegun mendengar penuturan Ali, ia tidak menyangka penyakit yang di derita mertua nya itu cukup serius.


"Abang baru kasih tahu zira?"


tanya zira.


"Abang juga belum lama tahu, dan sekarang mommy lagi pergi ke Jerman untuk melakukan pengobatan...!"


zira hanya diam menanggapi, Ali memperhatikan zira yang langsung membisu, lalu merangkul bahu nya.


"kasian bang...."


"ya Abang juga, kita doa kan saja yang terbaik untuk kesembuhan mommy!"


"ya benar Ra... kamu jangan kepikiran ya!"


ucap Alena, zira hanya mengangguk pelan.


setelah itu keduanya pamit pulang, zira membawa Kahiyang ke tempat tidur nya karena bayi cantik itu juga sudah terlelap.


"kemarin Nadia mengatakan ingin ke Jakarta melihat Kahiyang, kemungkinan weekend ini Nadia ke Jakarta sama paman Reza...!"


ujar zira duduk di tepi ranjang, memperhatikan Ali yang tengah memainkan laptop nya, menoleh sekilas ke arah zira yang berada di hadapan nya.


"apa ibu mau pulang de?"


tanya ali menyimpan laptop nya.


"Enggak tahu, bingung juga karena bapak sendiri ngurus toko di kampung... kita cari baby sitter atau gimana?"


tanya zira balik pada Ali.


"tanya ibu aja dulu kalau Abang sih gimana baik nya aja.... karena Nadia juga kan harus ngurusi Reza...!"


Zira mengangguk lalu beranjak dari duduknya namun Ali malah menahan nya.


"apa bang?"


tanya zira duduk di pangkuan Ali.


"Abang rindu sama kamu..... udah selesai kan?"

__ADS_1


Zira tersenyum.


"ya Tapi zira belum beli pil KB nya bang!!"


sahut zira.


"enggak usah di KB aja de, kita kasih Ade untuk Kahiyang..."


jawab Ali membuat zira terperanga.


"enggak salah, kasihan masih kecil..... jangan dulu bang....!"


ujar zira membuat Ali terkekeh lalu merebahkan tubuh istri nya di ranjang melepaskan kerinduan yang sempat ia tahan hampir dua bulan.


Zira memejamkan matanya membiarkan Ali mencumbu nya menuntaskan hasrat yang beberapa waktu selalu tertahan, melewati malam indah seperti malam malam sebelumnya.


ke esok kan hari nya.....


siang ini zira janji bertemu dengan Anita dan Arjun di perusahaan nya, Ali tetap menyempatkan waktu untuk menemani istrinya itu, sesuai rencana yang sudah mereka sepakati.


weekend yang akan datang Rumi akan kembali ke kampung karena Toko tidak ada yang memantau, Nadia sendiri memiliki kesibukan tersendiri.


Ali menuntun tangan zira memasuki gedung perusahaan milik Arjun yang cukup tinggi hampir menyamai gedung perusahaan nya.


beberapa orang sudah ada yang mengenal Ali karena beberapa waktu lalu Gisel juga pernah melakukan pemotretan di gedung tersebut, saat itu Gisel menjadi model untuk majalah tas dan sepatu produk yang di rilis oleh perusahaan Arjun juga.


Beberapa pasang mata memperhatikan zira yang tampil cantik dengan dress berwarna biru di padukan dengan pasmina nya.


"Alhamdulillah datang juga....gue kira batal Al!?"


ujar Arjun yang sudah menunggu.


"macet ..... kenapa sih Lo takut banget kalau enggak jadi...?"


"kita langsung ke ruang pemotretan yuk, ada Anita di sana...!"


Ali dan zira langsung mengikuti langkah Arjun yang langsung mengajak mereka ke lokasi.


"hai ......baru datang?"


tanya Anita, terlihat beberapa pakaian dan yang lainnya sudah menggantung, serta perias make up juga sudah siap.


zira tersenyum menghampiri Anita yang langsung cupika cupiki.


"duduk sini aku kasih tahu beberapa produksi fashion kita, nanti kamu pakai beberapa hijab ya, terus lihat nih dress nya kita padukan dengan tas dan sepatu nya juga... bagus kan Ra?"


ujar Anita lalu menjelaskan semuanya secara rinci.


"coba sekarang kamu pakai dress ini dulu, terus nanti make up ya!"


zira mengangguk lalu masuk ke ruang ganti membawa dress yang diberikan oleh Anita.


tak berapa lama zira keluar dengan dress yang di berikan oleh Anita.


"bagus, perpeck kalau yang pakai nya yang cantik...make up dulu ya!"


ajak Anita untuk duduk menghadap cermin.


"make up nya natural aja wi, dia udah cantik...!"


ujar Anita pada Wiwi, makeup.

__ADS_1


"oke....!"


Wiwi mulai memoles wajah cantik zira dengan make up tak lama kemudian tampil lah zira yang cantik memukau.


"cantik Al, Lo emang paling piawai kalau milih..."


ujar Anita terkekeh lalu mengajak Zira ke depan kamera dan memulai pemotretan.


"senyum ya zira...lihat aku...!"


ujar Anita lalu memperagakan beberapa gaya, Ali menghela nafas melihat Zira bergaya di depan lensa kamera, terbersit perasaan tak rela melihat istrinya tersenyum seperti itu.


"nit, emang mesti senyum begitu?"


tanya ali membuat zira dan Anita terkekeh.


"ya lah kamu tuh Al masa zira aku suruh cemberut? enggak laku dong dagangan ku kalau begitu...!"


sahut Anita senyum.


"HM....!"


Ali hanya mendesah lalu duduk menunggu istri nya sampai selesai, untung Anita yang menjadi Poto graper nya kalau enggak mana rela Ali melihat Zira di pegang pegang begitu.


"selesai....kita lanjut nanti ya, ada yang bete."


Anita terkekeh..


"untuk permulaan ini tuh bagus banget, kamu cepat ngerti..."


tambah Anita memperlihatkan hasil jepretan nya pada Arjun yang mengangguk sembari menunjukkan jempol nya.


Zira kembali sudah mengganti baju nya, Ali meraih Tangan zira untuk duduk di pangkuan nya namun Zira menolak tapi melihat wajah Ali yang tampak bete akhirnya zira menurut saja.


"dasar bucin....!"


sahut Arjun terkekeh melihat tingkah teman nya itu, terlihat Ali begitu mencintai zira, wajar sih zira cantik dan smart meski dari kampung.


Arjun juga mendengar selentingan kabar tentang hubungan mereka yang tidak mendapat kan restu dari ibu nya Ali, Arjun sendiri tahu bagaimana angkuhnya wanita itu.


"pulang yuk.....!"


ajak Ali saat Anita mengatakan bahwa pemotretan akan di lanjutkan besok.


"jangan lupa datang lagi ya, jangan Kapok Al...."


ujar Arjun terkekeh, cukup puas dengan hasil hari ini.


keduanya berjalan beriringan keluar dari gedung Tersebut, Ali terus menggenggam tangan Zira.


seseorang memperhatikan mereka dari jauh.


"loh itu kan Ali, mantan nya Gisel....!"


ujar Rena teman Gisel.


kasian teman nya itu kini mendekam di penjara karena iri dan benci pada zira.


"pantesan aja si Ali berpaling, cantik nya melebihi Gisel....!"


ujar Rena lalu melangkah masuk.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2