terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
kesempatan.


__ADS_3

Ali tertegun mendengar penuturan Toni di telpon, beberapa kali melirik ke arah istri nya yang tengah memakan soto ayam, kedua nya berada di rumah Rumi.


"Arjun datang ke kantor, dia cari lo Al, terus nanyain zira... hotel yang kemarin gue pakai untuk acara pernikahan, itu punya Arjun.


dia lihat video zira yang di basman itu..."


"terus...."


ucap Ali.


"Arjun kagum sama istri Lo...!"


"sialan si Arjun.....!"


jawab Ali membuat Zira langsung menoleh.


"ya Lo dengar Dulu, si Arjun itu berniat untuk kerjasama dengan perusahaan kita...."


"kerja sama gimana? dia mau bikin hotel lagi? terus ngapain dia nanyain zira?"


tanya Ali membuat Zira langsung menoleh ke arah Ali yang terdengar menyebutkan namanya.


"ya Lo dengerin gue dulu, Arjun mau jadiin zira model untuk produk fashion nya..."


"enggak, enggak.... enak aja...Lo langsung tolak aja...."


jawab Ali langsung mematikan ponsel nya.


"kenapa sih bang, muka nya asem begitu?"


tanya Zira lalu menyuapi Ali soto.


Ali langsung melebarkan matanya saat pedas merajai lidah nya.


"Zira ini pedas banget!"


ucap Ali mengambil air minum sementara Zira malah terkekeh kecil.


"maaf bang!"


Ali langsung terbatuk-batuk karena rasa pedas yang langsung menyengat lidah nya.


"zira....Ali kenapa?"


tanya Rumi masuk ke dalam rumah.


"itu makan soto Bu, kepedasan jadi batuk!"


jawab zira tersenyum saat Ali mendelik ke arah nya.


"jangan suka pedas pedas, lagi hamil juga!"


ucap Rumi memberikan Ali air hangat lalu kembali keluar.


"jail ya....!"


Zira terkekeh saat Ali memeluk nya dari belakang.


"lagian mukanya asem begitu? telpon dari siapa?"


tanya zira menoleh ke arah Ali yang berada di belakang nya.


"ada deh....!"


jawab Ali membuat zira langsung cemberut.


"zira dengar Abang sebut sebut nama zira tadi...!"

__ADS_1


"masa? enggak mungkin kamu salah denger!


kita ke kamar yuk!"


Zira menghela nafas saat Ali mengajak nya masuk ke dalam kamar.


Ali menelungkup kan tubuh nya di ranjang sambil menghadap TV, sesekali menoleh ke arah zira yang tengah membereskan buku-buku nya.


"sayang......"


panggil Ali namun zira tak menoleh.


"bilang dulu sama zira siapa yang telpon!"


tanya zira memunggungi Ali.


"Toni...."


"bang Toni ngapain?"


tanya zira duduk di tepi ranjang menatap Ali.


Ali mengarang cerita dan tidak memberi tahu apa sebenarnya mereka bicarakan, Ali tidak mau kalau zira jadi model, mana rela Ali membiarkan publik menikmati keindahan istrinya itu.


"kita pulang yuk....!"


ajak Ali pada zira yang langsung mengangguk, namun Ali menghentikan gerak zira yang hendak beranjak.


"apa.....?"


tanya zira senyum saat Ali memeluk nya dari belakang, menciumi pipi zira berulang kali.


"Abang sayang sekali sama kamu!"


Ali mengusap buah cinta mereka, lalu mencium perut Zira yang buncit, Zira mengusap kepala Ali yang berada di bawah nya...


keduanya melangkah untuk pamit pulang, terlihat Rumi sibuk dengan para pembeli.


"Bu, zira sama bang Ali mau pulang!"


zira meraih tangan Rumi lalu mencium nya, di ikuti oleh Ali.


"ya sudah, kalian hati hati ya..!"


keduanya mengangguk lalu naik ke atas motor, Ali melajukan motornya menyusuri jalanan hingga tiba di jalanan yang mengarah ke danau dimana mobil nya masih berada di dalam danau tersebut.


Ali menghentikan laju motornya dan menepi ke arah danau.


"kenapa bang?"


tanya zira menilik Ali yang mengamati tempat tersebut.


"Abang mau panggil derek untuk angkut mobil Abang yang di bawah.... menurut kamu gimana de?"


mobil tersebut merupakan mobil kesayangan Ali, mobil yang pertama kali ia miliki hadiah ulang tahun dari mommy nya.


"ya sudah, nanti tanya sama bapak bang!"


Jawab Zira lalu Ali kembali mengajak istrinya kembali ke motor.


**


Sri menjalani pemeriksaan kesehatan di sebuah rumah sakit di Amrik, mengingat keadaan nya yang semakin menurun.


Sri duduk sendiri, begitu menyedihkan hidup nya tanpa seseorang yang menemani.


rasa rindu akan masa yang telah berlalu bersama Wijaya, hal itu membuat rasa perih menaungi hatinya.

__ADS_1


Sri berjalan sendiri mengambil hasil pemeriksaan medis nya, langkah nya terhenti saat melihat Wijaya bersama seorang perempuan membawa seorang anak laki-laki berusia empat tahun.


"tolong anak saya demam suster?"


ucap indah meletakkan Kenzo di brankar rumah sakit, keduanya tengah berlibur namun tiba tiba putra mereka demam.


gegas keduanya membawa Kenzo ke rumah sakit.


"sebentar sayang, dompet ku tertinggal di mobil...!"


ujar Wijaya berjalan hendak ke parkiran, namun langkah nya terhenti saat Melihat Sri yang berdiri di koridor rumah sakit, namun langsung beranjak dari tempat itu.


Sri berjalan tergesa tak menoleh ke belakang, ia akan terus mengingat bagaimana Wijaya mengatakan hal yang menyakiti hati nya.


"dengar Sri, aku tidak lagi mencintaimu, sejak lama aku muak dengan semua ini....."


Sri masuk ke dalam mobil dan langsung duduk menyandar kan tubuh nya di kursi sambil memegang dadanya yang terasa nyeri.


bergegas ia memesan tiket untuk kembali ke Indonesia, di sana ia masih memiliki Wisnu yang masih menyayangi nya.


***


Toni menceritakan perihal Arjun yang menawarkan zira untuk menjadi model produk fashion nya pada Alena.


"terus gimana tanggapan bang Ali?"


tanya Alena.


"ya tahu sendiri gimana Abang mu, belum selesai ngomong udah di matiin telponnya...."


Jawab Toni terkekeh.


"ya ya lah bucin kayak gitu mana mau istri nya jadi model...."


sahut Alena mengingat bagaimana Ali, Abang nya itu bahkan rela di usir dari rumah demi agar bisa bersama Zira.


"ya tapi sebenarnya ini bisa jadi kesempatan untuk zira, selama ini kan dia selalu di pandang sebelah mata... mungkin kalau jadi model, punya karier yang bagus bisa membuat mommy mu berpikir ulang..."


ujar Toni membuat Alena tertegun, beberapa waktu yang lalu Alena mencoba menghubungi Sri dan Sri mengatakan bahwa kesehatan nya tengah menurun.


"kok melamun yang?"


tanya Toni.


"enggak, aku jadi ke inget mommy aja bang..."


jawab Alena.


"tapi bener kan pemikiran Abang de, sebenarnya kejadian yang lalu terjadi juga awalnya mommy yang menghina zira di depan umum...jadi menurut Abang kalau ada kesempatan untuk naik kenapa tidak?"


"ya sih, tapi apa Zira mau? kalau bang Ali sudah di pastikan enggak bakal kasih izin, sekarang aja Zira udah enggak ngajar.... kemarin kita chattan..."


Toni mengangguk.


"produk fashion punya Arjun tuh bagus loh, barang nya juga limited edition.."


"ya Alena juga tahu....."


sahut Alena.


kedua nya duduk di ranjang, Toni memijat kaki Alena yang berselonjor di dekat nya.


"banyak pasien tadi?"


"lumayan lah bang...."


jawab Alena senyum lalu memeluk Toni yang langsung mencium bibirnya.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2