terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
pekerjaan baru.


__ADS_3

Sore itu zira dan Ahmad sampai di Jakarta, bukan yang pertama zira datang ke kota itu, sebelumnya ia tinggal selama tiga tahun di kota metropolitan itu.


"kita ke rumah teman bapak saja...!"


ucap Ahmad.


"jangan pak, jauh dari sini. kita langsung cari kosan aja, zira udah hubungi teman zira. dia kos juga di Jakarta...!"


ucap zira, sebelumnya ia sudah menghubungi Nadia teman sekampus nya dulu.


"ya sudah, kita langsung ke tempat nya saja kalau begitu...tapi apa ada yang kosong!"


tanya Ahmad.


"ada pak, kosan nya besar dan banyak. Nadia bilang ada beberapa yang kosong!"


ucap zira lalu melihat alamat yang tertera pada ponsel jadul nya itu.


setelah itu zira dan Ahmad mencari taksi untuk sampai di tempat tersebut, baru satu tahun yang lalu ia meninggal kan Kota itu, tak menyangka ia kembali lagi.


tak berapa lama ia sampai di kosan tersebut, Nadia langsung membuka pintu gerbang saat mendapat kan pesan dari zira.


"hai....!"


ucap Nadia memeluk teman nya itu, lalu beralih mencium tangan Ahmad.


"gimana kabar mu nad?" tanya zira.


"baik, ayo masuk zi, pak!"


ucap Nadia mengajak zira dan Ahmad keruang khusus tamu.


"di sini ada yang kosong...?"


tanya Zira pada Nadia.


"banyak nad, kosannya tiga lantai, kalau tidak salah ada lima yang kosong semua nya lima puluh pintu!"


ucap Nadia, kosan Tersebut memang besar dan lebih mirip apartemen.


"ya sudah, bapak mau bicara dengan pemilik kos nya!"


ucap Ahmad, lalu nadia memanggil pemilik kosan tersebut, nama nya ibu dela.


mereka ngobrol lama, Ahmad menitip kan zira pada ibu kost tersebut, ramah dan baik itu yang terlihat.


setelah itu dela mengantar kan zira dan Ahmad ke kosan yang berada di lantai dua.


satu ruangan cukup besar dan kamar mandi serta dapur kecil, cukup lah untuk tinggal sendiri.


"ya sudah, malam ini menginap saja dulu pak jangan pulang sekarang, besok saja..."


ucap zira pada Ahmad.


"ya, Ra. apa kamu mau beli peralatan untuk masak?"


tanya Ahmad.


"gak usah pak, makan nya beli saja nanti. zira juga belum tahu berapa lama disini!"


ucap zira, hatinya pilu jika mengingat calon suami nya yang hilang itu.


"ya sudah kalau begitu, bapak harap kamu cepat dapat kerja!"

__ADS_1


ucap Ahmad lalu Nadia masuk.


"Ra, kamu mau enggak kerja sama aku!"


tanya Nadia duduk di bawah tak jauh dari zira.


"dimana?"


"perusahaan Britama, tempat ku bekerja. cuma jadi OB zi... tapi gajih nya lumayan zi, kemarin ada yang keluar dan ketua suruh aku bawa teman kalau ada, gimana kamu mau enggak? kalau mau aku telpon teman ku sekarang!"


ucap Nadia senyum simpul.


"gimana pak?"


tanya zira.


"bapak sih terserah kamu saja, yang terpenting kamu nyaman!"


ucap Ahmad.


"ya sudah, aku mau Nad. dari pada aku nganggur!"


ucap zira "terimakasih ya nad!"


Nadia mengangguk lalu menghubungi rekan kerja nya.


esok pagi...


setelah subuh Ahmad bersiap untuk pulang ke kampung, meski sebenarnya Ahmad khawatir namun ia meyakinkan hati nya bahwa zira akan baik baik saja, ketimbang di kampung. walau di Jakarta tak menjamin ia tidak akan punya masalah namun Ahmad berharap bisa membawa perubahan besar dalam hidup Putri nya itu.


"kamu baik baik ya, zira. kalau ada apa apa cepat hubungi bapak akan datang!"


ucap Ahmad ketika hendak pulang.


"ya, pak Zira pasti hubungi bapak!"


"ayo zira, kita siap siap berangkat. jangan lupa bawa berkas lamaran nya!"


ucap Nadia lalu kembali ke kamar nya.


Zira bersiap siap seperti perintah Nadia, celana Hitam dan kemeja putih lengan panjang sedikit longgar, di tambah pasmina berwarna hitam.


"ayo zi...!"


ucap Nadia yang sudah menunggu di atas motor nya, Nadia asli Bandung namun ia sudah lama tinggal di Jakarta bahkan setelah lulus kuliah ia menetap di Jakarta.


"cari kerjaan di Jakarta susah, mau nya kerja kantor tapi yang di tanya selalu S2.


jadi ob Juga udah bersyukur yang penting punya penghasilan zi. udah gitu kerja di perusahaan itu lumayan gede gaji nya meski cuma ob. Beberapa kali masukin lamaran ke atas tapi belum ada informasi apa apa!"


ucap Nadia saat mereka dalam perjalanan.


"oh gitu....!"


"ya, kamu ngajar di kampung?"


"ya,Nad aku ngajar di sekolah SD!"


"berapa gajinya zi?"


tanya Nadia.


"satu bulan tujuh ratus ribu, aku kan masih honor!"

__ADS_1


"ya, aku tahu tapi tenang kerja di Jakarta kamu bakalan dapet gajih enam kali lipat!"


ucap nadia


"ah,masa sih!"


ucap zira tak percaya karena ternyata lumayan gede juga gajih nya.


"ya, zi....."ucap Nadia turun dari motor mereka sudah sampai di gedung tinggi milik perusahaan Tersebut.


"itu baru pemula, kalau yang udah lama malah lebih gede.. perusahaan ini cukup maju, karyawan nya juga banyak. cuma yang aku dengar kalau CEO perusahaan ini lagi pergi berobat gitu....!


CEO di sini tuh cakep banget, aku udah satu tahun di sini Tapi baru beberapa kali ketemu sama pak Ali..." ucap Nadia masih ingat betapa tampannya Ali CEO perusahaan tersebut.


"oh gitu.....!" ucap zira tersenyum kecil saat seorang pria menciuti nya.


"ampun dasar cantik, enggak di kampus enggak dimana selalu aja dapet penggemar ya kamu zi...!"


ucap Nadia menunjukkan jempol.


dulu saat di kampus juga zira cukup populer bukan karena Zira anak orang kaya namun karena selain pintar gadis itu juga memiliki kecantikan yang memikat kaum pria tak heran baru sampai sudah ada yang tergoda. sementara Zira hanya tersenyum kaku menanggapi hal itu.


"ayo masuk, aku ajak kamu ketemu pak Akbar!"


ucap Nadia merangkul pundak zira.


"kamu udah tunangan?"


tanya Nadia melihat cincin yang melingkar di jari manis zira.


"sudah tapi....!"


ucap zira terhenti saat pak Akbar menghampiri mereka.


"ini zira pak yang waktu itu saya bicarakan di telpon pak!"


ucap Nadia, zira tersenyum mengulurkan tangannya.


'cantik...'


gumam Akbar dalam hati sambil tersenyum.


"ini lamaran saya pak!"


ucap zira mencoba bersikap biasa.


"ya sudah kamu langsung kerja saja, nanti Nadia yang akan tunjukkan pekerjaan kamu. selamat bekerja..."


ucap Akbar mengambil berkas lamaran zira lalu gegas pergi karena gawat lama lama memandang kecantikan gadis itu.


"wah langsung kerja,, semoga kamu suka dengan pekerjaan baru ini...!"


ucap Nadia sementara Zira merasa sedikit heran dengan sikap Akbar.


"ayo zira, aku tunjukkan!"


ucap Nadia mengajak zira masuk untuk menunjukkan pekerjaan nya.


Beberapa karyawan juga melirik zira yang menjadi ob baru di perusahaan itu.


"sebaiknya pakai masker saja"


ucap zira.

__ADS_1


bersambung......


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2