
Satu jam berlalu...
dor...
dor.....
zira membuka matanya saat mendengar seseorang mengetuk pintu dengan keras.
gegas zira beranjak dari tempat nya menghampiri pintu, saat itu juga Rumi dan Ahmad keluar dari kamar mendengar suara gedoran dari luar.
"siapa malam malam begini?"
tanya Ahmad dengan membetulkan kain sarung nya bergegas menghampiri.
"astaghfirullah...!"
ucap Ahmad saat melihat Reza yang langsung tergeletak dengan keadaan babak belur.
"Paman, astaghfirullah... apa yang terjadi?"
tanya zira memangku kepala Reza yang berdarah.
"zi, si Abang mu di culik orang?"
ucap Reza terbata membuat zira terperangah kemudian reza tak sadarkan diri.
"paman....!"
teriak zira, beberapa orang datang lalu membawa Reza ke klinik terdekat di kampung itu.
sementara zira masih tak mengerti dengan apa yang terjadi, siapa yang menculik calon suaminya itu.
...---------------...
sebelumnya....
Reza dan Ali melaju kan motor nya menuju peternakan, beberapa kali mobil yang berada di belakang mengklakson
"siapa tuh bro, dari tadi ngikutin kita?"
tanya Reza menoleh ke belakang, Ali sendiri tidak tahu perasaan nya juga mendadak tak enak, merasa ada sesuatu yang tidak baik tengah mengintai keselamatan mereka berdua.
benar saja saat berada di jalanan kanan kiri sawah dan cukup jauh dari pemukiman warga mobil tersebut menyiap menghadang mereka berdua.
"siapa kalian dan mau apa?"
tanya Reza turun dari motor, beberapa orang bertubuh besar turun dari mobil siap menyerang.
"za, apapun yang terjadi nanti tolong jaga zira..."
"maksud Lo apa?"
tak sempat menjawab salah satu dari mereka langsung menyerang Ali dengan membabi buta, ia memang mampu menepis dan menghindari beberapa pukulan berkat ilmu bela diri yang sebelumnya ia pelajari bersama Ahmad, beberapa orang maju ikut menyerang tentu saja Reza ikut membantu.
"ikut dengan kami atau ku buat kau mati...?"
ucap salah satu dari mereka namun Ali mencoba membalas pukulan mereka, terjadilah baku hantam antara Ali dan orang orang itu.
awalnya Reza dan Ali bisa mengalahkan mereka namun beberapa orang lagi turun dan mengeroyok mereka berdua hingga babak belur, seperti hal nya Reza Ali juga di pukuli habis habisan, hanya setelah itu Ali di bawa masuk ke dalam mobil sementara Reza mereka biarkan tergeletak dekat sawah.
"bro..........!"
__ADS_1
teriak Reza mencoba untuk beranjak mengejar mobil itu namun ia tak kuasa karena ia pun terluka, mencoba mencari kekuatan dan kembali ke rumah Ahmad.
**
Zira tertegun duduk di kursi tunggu, Reza masih belum sadar kan diri akibat beberapa luka di kepala, hingga ia juga harus di jahit.
Zira bersandar pada dinding lalu memperhatikan cincin yang melingkar di jari manis nya, seketika air mata mengalir tak tertahankan. rasa takut, cemas, khawatir dan bingung bercampur jadi satu hingga membuat nya pilu.
"sebenarnya apa yang terjadi bang, Aku harus mencari mu kemana!?"
tanya zira sendiri.
Ahmad menghampiri zira yang duduk sendiri di kursi tunggu, dokter bilang keadaan Reza cukup parah. dan entah bagaimana keadaan pria itu.
"kamu sabar ya!"
ucap Ahmad merangkul pundak zira, seketika itu pecah tangis nya.
"dengarkan bapak nak, bukan hidup jika tanpa masalah, bukan hamba Nya yang beriman jika tanpa ujian, sikapi dengan sabar dan lapang, semua pasti ada jalan nya..."
"tapi kemana zira harus mencari keberadaan si Abang, pak! melihat paman seperti itu membuat zira takut terjadi sesuatu pada si Abang, kita baru saja bertunangan."
ucap zira menangis tersedu, Rumi yang baru datang ke klinik itu langsung tertegun mendengar suara tangis zira yang tertahan.
"kita akan mencari informasi nya nanti setelah reza sadar...kamu harus sabar ya!"
ucap Ahmad.
"ya, Zi. kamu harus sabar!"
ujar Rumi yang duduk di samping nya.
"zira takut Bu, bagaimana kalau orang itu yang dulu hendak mencelakakan Abang saat di danau!"
ucap Rumi membuat zira tertegun.
**
Ali terhenyak saat seseorang menyiram air pada tubuhnya yang terikat di kursi.
"bangun, dasar ******...!"
ujar Niko tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Ali yang babak-belur, anak buahnya membawa Ali ke kota.
"apa mau mu? kenapa kamu sejahat itu pada ku, Niko?"
ucap Ali menahan sakit di sekujur tubuhnya, darah mengucur di pelipis nya.
hanya satu yang Ali ingat saat itu adalah zira , kekasih nya.
"yang gue mau Lo jadi ******... dengan itu tidak akan ada lagi yang menyaingi popularitas gue di dunia bisnis dan tentu tentang Gisel, gue enggak akan pernah membiarkan wanita itu kembali sama Lo, ya harus Lo tahu Al, gue sudah merampas semua yang Gisel miliki... mungkin setelah puas nanti gue akan tinggal kan!"
ucap Niko tertawa..
"dasar brengsek.... pengecut, seharusnya Lo bersaing secara sehat dan soal Gisel gue enggak perduli karena gue enggak cinta sama dia...!"
ucap Ali meringis.
"oh ya, gue udah coba bersaing secara sehat tapi gue lelah dan ternyata jalan seperti ini lebih menyenangkan."
ucap Niko menebak peluru ke tembok.
__ADS_1
"dengar Ali aku memberikan mu waktu sampai malam ini untuk bernafas karena sebentar lagi peluru ini akan menembus tubuh mu...!"
ucap Niko tersenyum jahat meninggalkan Ali sendiri di ruangan kosong itu.
Ali tertegun dengan nafas memburu, jujur ia takut dan berpikir keras untuk kabur dari gedung tua itu.
bagaimana caranya ia bisa lepas dari ikatan itu, Zira pasti menghawatirkan nya.
"zira....."
ucap Ali lirih mencoba melepaskan ikatan tangan nya, ia harus pergi dari tempat itu.
Ali terus bergerak hingga tali tersebut melonggar, sedikit demi sedikit Ali mencoba melepaskan tangannya saat ada orang yang masuk ia berpura pura tak sadarkan diri.
dan saat penjaga kembali keluar Ali kembali melepaskan diri dari ikatan itu.
Ali tersenyum kecil saat berhasil melepaskan diri dari ikatan itu, gegas ia beranjak Dengan tertatih karena sekujur tubuh nya terasa sakit.
Ali mengendap keluar dari gedung itu lalu berlari saat salah satu penjaga melihat nya.
"hei jangan kabur...."
ucap penjaga lalu beberapa orang mengejar Ali yang berlari keluar.
salah satu orang memberi tahu Niko soal itu lalu ikut mengejar Ali.
"tembak saja sampai mati.."
ucap Niko lalu mengarahkan tembakan.
"mati lah kau al...."
ucap Niko meluncurkan peluru ke arah Ali.
"ah...."
ucap Ali terhenti saat peluru menembus kaki nya, namun ia tetap berusaha lari. melihat hal itu membuat Niko kesal dan kembali menembak Ali.
Ali menubruk salah satu mobil yang melintas saat peluru menembus punggung nya.
"zira....."
*
"Abang........."
ucap zira terbangun dari mimpi buruk nya, Gadis itu seakan melihat kejadian itu.
"ada apa zira?"
tanya Rumi mendekati.
"Abang bu, Zira mimpi si Abang di tembak orang!"
ucap Zira langsung terisak.
"itu hanya mimpi nak, ayo bangun ambil air wudhu, berdoa untuk keselamatan pria itu..."
ucap Rumi melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi.
bersambung...
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan nya...😍😍😍
jangan lupa like and komentar ya,😍😍