terpikat pria tampan amnesia

terpikat pria tampan amnesia
rangkul alu.


__ADS_3

beberapa hari berlalu.....


malam itu Gisel dan Niko tengah makan malam bersama, Niko berniat untuk melamar perempuan cantik itu.


"sayang bagaimana pekerjaan mu...?"


tanya Niko sambil mengelus punggung Gisel yang terekspos karena gaun yang ia pakai terbuka di bagian punggung.


"tidak ada masalah, ada apa?"


"bagaimana kalau kita menikah? aku ingin hubungan kita ada kejelasan..."


ucap Niko membuat Gisel tertegun.


pernikahan hanya akan membuat nya terikat dan Tak bisa bebas bekerja apa lagi sekarang ia kerja sampingan, dan lagi ia masih menunggu Ali pulang.


"kenapa diam? apa kamu masih menunggu Ali...?"


tanya Niko menatap mata indah milik Gisel.


"aku menunggu Ali, mm.. tidak, maksud ku aku masih belum putus dengan nya, aku ingin menyelesaikan hubungan ku dulu dengan nya, setelah itu aku tenang karena aku dan Ali kan memang belum putus...!"


ucap Gisel membuat Niko mengepal kan tangan nya, ternyata Gisel masih mengharapkan Ali.


"apa kurang nya aku sel, uang ku sama banyak, aku juga bisa memuaskan mu...!"


"ya, itu memang benar tapi aku ingin menyelesaikan hubungan ku dengan Ali terlebih dahulu..!"


"bagaimana kalau dia sudah mati...!"


tanya Niko, cinta nya pada Gisel membuat nya buta hingga tak segan melenyapkan siapa saja yang menghalanginya mendapatkan Gisel.


"aku tidak tahu, tapi hati ku berkata kalau Ali masih hidup.. maafkan aku, kamu mau bersabar kan...!"


Niko menganggukkan kepalanya.


"Aku ke toilet sebentar ya!"


ujar Niko lalu beranjak dari duduknya, lalu menelpon seseorang.


"Lo bisa cari tahu, Ali masih hidup atau enggak, kalau masih hidup Lo tembak aja sampai mati...!"


ucap Niko pada pembunuh bayaran.


"baik bos....!"


"nanti gue transfer....?"


ucap Niko lalu menutup telponnya.


"gue abisin Lo cecurut..."


ucap Niko tersenyum jahat, sudah sejak lama Niko selalu bersaing dengan Ali dalam segala hal dan Ali selalu menang tentu nya, namun jika dalam hal berenang Ali pasti kalah karena ia memang takut air yang dalam, ia selalu mendapat nilai rata-rata jika dalam hal berenang.


mengetahui hal itu tentu Niko mengambil jalan untuk menceburkan mobil beserta Ali ke dalam danau namun ia tidak memastikan apakah Ali meninggal dalam Kejadian itu atau tidak sementara yang terdengar kabar hanya Ali menghilang.


*


sore.


pria asing itu menjemput zira di sekolah, zira tersenyum saat melihat pria asing itu datang.


"bang....."


ujar zira berlari kecil menghampiri pria asing itu namun kaki nya tiba tiba tersandung hingga menyebabkan ia hendak terjatuh namun dengan cepat pria itu menangkap tubuh zira yang hendak tersungkur.


"hati hati de...."


ucap pria ini menangkap tubuh zira.


pria itu tertegun menatap mata zira yang langsung bertemu dengan netra nya.


"kamu enggak apa-apa?"


tanya pria asing itu.


"enggak bang, zira enggak apa-apa..."

__ADS_1


Tutur zira beranjak dari rengkuhan pria itu.


"lain kali jangan berlari karena aku tidak akan pergi...!"


ucap pria itu tersenyum.


"HM , dasar tukang gombal...!"


ujar zira membuat pria itu tertawa kecil.


"ayo naik tuan putri, Semoga kelak aku bisa menjemput mu menggunakan kuda...!"


ucap pria itu langsung membuat zira terkekeh geli mendengar hal itu.


"kenapa tertawa....!"


"terlalu sering nonton film drama, tapi aku hargai itu pangeran...!"


kata zira tersenyum menatap wajah tampan pria itu.


"ayo kita jalan....!"


ucap pria itu melaju kan motor nya.


sederhana tapi rasanya bahagia memegang pinggang pria tampan itu.


"nanti kamu akan sering memegang pinggang Ku...."


ucap pria itu terkekeh.


"maksudnya apa aku tidak mengerti?"


"nanti aku ajarin ya kalau kita udah nikah..."


"oh....!"


jawab zira dengan polosnya.sementara pria itu tersenyum membayangkan kebersamaan mereka berdua kelak.


gajian ini pria asing itu akan mengajak Zira membeli cincin untuk pertunangan mereka.


"bang berhenti....!"


"main dulu yuk sebelum pulang...."


ucap zira turun dari motor menghampiri anak-anak yang tengah bermain tongkat bambu.


"bang ayo ikut main rangku Alu..."


ucap zira menarik tangan pria tampan itu.


"aku enggak bisa...."


"belajar, permainan ini melatih konsentrasi tinggi..."


ucap zira memulai permainan tersebut bersama anak anak.


pemain Rangku alu di bagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang bermain dan kelompok yang berjaga.


kelompok yang berjaga terdiri dari empat sampai enam orang yang membentuk persegi, dan bertugas menggerakkan bambu.


masing-masing yang berjaga jongkok atau duduk dengan memegang dua bilah bambu.


begitu pun yang berjaga lainnya.kelompok yang mendapat kan Giliran bermain akan melompat di sela sela bambu, dan menghindari jepitan bambu, terdapat satu sampai empat orang yang mendapat Giliran bermain.


pria itu tersenyum memperhatikan Zira yang tertawa bersama anak anak.


tak sedikit pun beban yang menghimpit nya, perempuan itu menjalani hidup nya dengan penuh rasa syukur.


tak ada yang bisa menolak pesona gadis cantik dan baik hati itu, segila atau senakal apapun laki laki dia pasti akan memilih perempuan yang baik untuk keturunan nya kelak, seperti hal nya pria itu. Zira sudah begitu melekat di hati nya.


"ikut main enggak?"


tanya zira menghampiri dengan napas ngos-ngosan, peluh membasahi keningnya, entah kenapa zira terlihat begitu seksi.


"kenapa bang?"


tanya zira.

__ADS_1


"enggak, calon istri ku ini ayu..."


ucap pria itu menyunggingkan senyuman.


"gombal terus.... tapi suka!"


ucap zira terkekeh lalu menutup wajahnya sendiri karena malu.


"suka, Alhamdulillah....!"


ucap pria itu dengan greget menyentil hidung zira.


"ayo pulang... nanti ibu marah!"


ucap pria itu.


"sebentar ayo kita main dulu..!"


ucap zira menarik tangan pria itu.


keduanya ikut bermain bersama anak anak, melompat dengan konsentrasi tinggi agar tak terjepit, tentu hal itu membuat keduanya tertawa bersama, indah yang terjadi tak akan pernah terlupakan.


risky melewati mereka seorang diri tanpa istrinya, melihat kedekatan zira yang begitu intens dengan pria asing itu hingga terbesit keinginan untuk mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, kehidupan rumah tangga nya tidak lah sebahagia yang orang Tutur kan karena kenyataannya hati tak pernah bisa berbohong, perempuan itu masih saja membayangi kehidupan nya.


"ayo pulang zi, aku lelah!"


ucap pria itu merebah kan tubuhnya di lapangan rumput hijau itu.


"mau pulang malah rebahan..."


"capek , kamu hebat ya bikin Abang kewalahan..."


ucap pria itu dengan nafas tersengal.


"nanti gitu enggak kalau udah nikah..."


"apaan...!"


ucap zira terkekeh Duduk di samping pria itu, menatap wajahnya yang penuh peluh keringat.


zira mengambil sapu tangan lalu mengelap keringat yang mengucur pada dahi juga pelipis pria itu.


"kamu sayang sama Abang?"


"hm...!"


Zira berdehem lalu tersenyum.


"week end ini kita beli cincin ya.."


"emang udah gajian?"


tanya zira dengan sumringah, rasanya begitu senang mendengar hal itu.


"sudah, Abang kerja untuk kamu!"


ucap pria itu menoleh ke arah kanan dan kiri.


"hayo mau ngapain?"


tanya zira.


"cium boleh?"


tanya pria itu membuat zira tercengang.


"enggak, nanti ada yang lihat!"


"kalau enggak ada yang lihat boleh de?"


"enggak, tau ah....!"


ucap zira cemberut membuat pria itu tertawa kecil.


"ayo kita pulang...!"


ujar pria itu di anggukan oleh zira.

__ADS_1


bersambung....


terima kasih yang sudah mampir 😍😍


__ADS_2