
satu jam berlalu, Ali beranjak dari duduknya saat melihat pintu terbuka.
gegas ia menghampiri dokter yang keluar dari ruangan besar itu.
"bagaimana dokter operasi nya?"
tanya Ali dengan raut khawatir nya.
"Alhamdulillah lancar tidak ada masalah, pasien nanti akan di pindahkan ke ruang rawat setelah masa pemulihan!"
jawab dokter membuat Ali lega karena sejak tadi ia mencemaskan keadaan kekasih nya itu.
"Alhamdulillah Al...!"
Reza menghampiri Ali yang juga merasa tenang karena operasi berjalan lancar
"ya sudah kita tunggu suster bawa zira ke ruang perawatan..."
Ali dan Reza menuggu zira di kursi tunggu.
**
Ahmad dan Rumi kini berada di perjalanan menuju Indonesia, Rumi begitu cemas saat mendengar dari Reza bahwa putri nya itu mengalami usus buntu dan harus operasi.
tentu saja Yuda ikut untuk melihat keadaan adiknya itu, kemungkinan malam ini juga mereka sampai di Jakarta.
"mudah-mudahan zira baik baik saja ya pak? ibu khawatir....!"
Tutur Rumi pada Ahmad yang tak kalah cemas.
"ya, kata Reza ada pria itu Bu menemani zira!"
Reza sudah memberi tahu Ahmad bahwa Ali bersama nya.
"ibu makin enggak setuju zira dengan pria itu, apa lagi dia anak orang kaya melebihi pak lurah..."
"loh bukannya ibu yang pengen mantu kaya!"
Ahmad senyum dalam hati memperhatikan wajah Rumi terperangah.
"enggak pak, yang terpenting zira bahagia!"
"ya, zira bahagia nya sama si Abang amnesia itu!"
Rumi langsung tertegun sementara Yuda diam menanggapi.
"seperti apa pria yang zira cintai itu?"
gumam Yuda dalam hati nya.
*
*
Ali tersenyum saat suster membawa zira ke ruang perawatan pasca pemulihan.
"sayang kamu baik baik saja....?"
tanya Ali mengikuti langkah suster mendorong brankar.
"ya bang.....!"
Jawab zira singkat, ia bahagia karena Ali begitu perhatian Tapi untuk kedepannya ia tidak yakin semua akan seindah ini.
"Alhamdulillah ya Ra, operasi nya berjalan lancar......!"
ucap Nadia senyum, kini zira sudah berada di ruang perawatan.
"ya nad Alhamdulillah, terima kasih sudah ikut menunggu?"
zira tersenyum menggenggam tangan sahabat nya itu.
"ya tapi sekarang aku mau pulang dulu Ra, bareng paman mu. nanti dia balik lagi bawa baju ganti untuk kamu, biar aku yang ambil kan nanti ya!"
ucap Nadia yang sudah berdiskusi dengan Reza tadi.
__ADS_1
"ya tolong ya Nad, kuncinya di tas ku..."
"ya sudah aku bawa....!"
Nadia meletakkan tas zira di nakas.
malam sudah larut, Reza dan Nadia pamit untuk pulang termasuk Toni yang juga ikut pulang.
"ya sudah hati hati ya nad, Paman!"
ujar zira dan di anggukan keduanya.
"gue balik ya Al, zira cepat sembuh!"
Toni tersenyum kecil.
"ya makasih ya ton, Lo udah banyak bantu!"
ucap Ali pada sahabat nya itu.
"ya gue kan sahabat Lo, Untung masih sekedar suka ya....!"
Toni terkekeh melihat raut wajah Ali tampak terperangah.
"hm... dasar Lo...!"
sahut Ali menggeleng kan kepala nya lalu Toni pamit pulang, dan kini tinggal mereka berdua di ruangan itu.
"kamu enggak pulang bang?"
tanya zira di tanggapi senyuman.
"kamu mau aku pulang?"
tanya Ali duduk di hadapan gadis itu.
"aku takut kamu lelah, aku bisa sendiri kok!"
entah kenapa ia merasa sungkan pada pria itu, setelah ini apa yang akan terjadi dengan nya ia yakin Sri juga Wisnu mendengar hal ini.
Ali kembali menatap lekat wajah zira yang sedikit pucat.
zira menghela nafas tak ingin bicara tentang hubungan nya, ia butuh waktu untuk mengistirahatkan tubuh nya pasca operasi.
"ya udah terserah kamu bang, zira mau istirahat!"
ucap Zira menoleh pada pintu Yang di ketuk, Ali beranjak dari duduknya membuka pintu.
"Alena....!"
Alena Mendorong pintu lalu menyembul masuk, ia ingin tahu siapa perempuan yang menjadi calon istri Abang nya Itu.
zira tertegun saat pandangan nya bertemu dengan Alena.
"kamu......?"
Alena semakin mendekati zira, baginya tak asing karena beberapa kali bertemu saat berehat di peternakan.
"jadi kamu pacar Abang ku?"
tanya Alena menoleh pada zira dan juga Ali yang tampak santai.
"ya, kamu udah pernah main bareng zira kan?"
tanya Ali Duduk di kursi memperhatikan adiknya yang cantik itu.
"jadi kamu yang tolong Abang ku waktu amnesia?"
tanya Alena senyum, dokter cantik itu menyukai zira yang memang ramah dan baik.
"ya de, kamu mau kan dukung Abang sama zira!"
ujar Ali lalu menggenggam tangan zira.
"aku sih enggak masalah, hanya kalian harus siap menghadapi mommy...Abang tahu kan seperti apa mommy!"
__ADS_1
jawab Alena mengingat kembali seperti apa mommy nya.
"sebelumnya maaf kamu jangan salah paham ya zira, Abang ingat kan Gisel....!"
ujar Alena yang mengetahui hubungan Ali dan Gisel sebelum kejadian itu.
"Gisel... siapa?"
tanya zira menoleh pada Ali.
"nah sebelum tahu dari orang lain sebaiknya Abang kasih tahu zira dulu!"
Alena memberikan saran pada Abang nya itu.
"dia itu pacar Abang sebelum kamu, model cantik yang banyak skandalnya, tapi sumpah de Abang tuh enggak ada rasa sama dia. malah enggak tahu sekarang dimana?"
ucap Ali membuat zira tertegun, banyak hal yang tidak ia ketahui tentang pria yang dulu amnesia.
"ya nah dia kan sekarang udah pindah ke Amerika gara gara Mommy.... jadi siap kan aja mental kalian kalau memang mau lanjut sama hubungan ini...aku pulang dulu."
ucap Alena tersenyum lalu melenggang pergi,
meninggalkan kedua nya di ruangan itu.
Ali kembali menoleh pada pintu yang kembali terbuka.
"hati hati ya kalau berduaan, ingat loh bang!"
Alena terkekeh lalu kembali menutup pintu, sementara Ali dan zira sama sama membisu.
"jadi sebelum nya kamu punya pacar...?"
tanya zira.
"ya, Abang ke kamar mandi dulu ya!"
Ali melenggang begitu saja masuk ke dalam kamar mandi, Zira menghempaskan pelan pelan kepalanya pada bantal.
"siap kan mental ...?"
ucapan Alena terngiang di telinga zira, kenapa terkesan begitu berat.
Zira menoleh ke arah Ali yang keluar dari kamar mandi dengan lengan kemeja yang tergulung Sampai siku.
"Abang sholat dulu ya!"
ucap Ali lalu mengarahkan ke arah Kiblat.
Zira tertegun memperhatikan Ali yang tengah menunaikan sholat isya sendiri, pria baik yang Tuhan hadir kan untuk nya, sekedar hadir atau memang jodoh untuk nya.
Zira memejamkan matanya yang mengantuk, tak merasa kan apa pun pada luka nya, dokter bilang Ali meminta obat paling bagus untuk pasca operasi nya.
Ali tersenyum saat melihat zira sudah tertidur, tak lama Reza mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan.
"za, udah kembali? cepat?"
tanya Ali menghampiri Reza Yang meletakkan beberapa bungkusan.
"ya teman mu baik Al, Antar jemput aku...!"
ucap reza senyum menoleh kearah Zira yang terlelap.
"sudah tidur....!"
Ali mengambil selimut dari lemari lalu menyelimuti nya.
"ya, biarkan saja. ayo makan Al !
aku beli nasi goreng untuk aku sama kamu makan"
Ali tersenyum menghampiri Reza lalu makan bersama seperti dulu lagi.
bersambung....
tetap semangat untuk hari ini dan kedepannya...😍😍
__ADS_1
terima kasih yang udah mampir....